Skandal Kebun Muara Dilam Memanas: BPD Diduga Kuasai Aset Desa Tanpa Laporan, Kades Mengaku Tak Pernah Terima Pertanggungjawaban, LSM PENJARA Desak APH Turun Tangan

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muara Dilam | Rohul ~ RIAU| Buserinvestigasi24.com

Polemik pengelolaan kebun desa di Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, kian meledak dan mengguncang kepercayaan publik. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) kini berada di pusat pusaran dugaan pelanggaran kewenangan, setelah terungkap fakta bahwa selama hampir dua tahun tidak ada satu pun laporan resmi pengelolaan kebun desa yang diserahkan kepada pemerintah desa. Rabu (07/01/2026)

LSM Penjara DPD Riau secara tegas menyebut kondisi ini sebagai alarm darurat tata kelola desa dan mendesak aparat penegak hukum tidak lagi menutup mata.

LSM: BPD Bukan Pengelola, Ini Dugaan Penyimpangan Serius

Ketua LSM Penjara DPD Riau, Asep Susanto,S.H, menyampaikan pernyataan keras bahwa kebun desa adalah aset publik, bukan milik kelompok atau individu tertentu.

“BPD itu lembaga pengawas dan penyalur aspirasi, bukan pengelola aset desa. Ketika kebun desa dikelola BPD tanpa dasar hukum yang sah, tanpa laporan, dan tanpa masuk kas desa, maka ini bukan sekadar kesalahan administrasi, tapi patut diduga penyalahgunaan kewenangan,” tegas Asep susanto.

Ketua LSM Penjara menyebut hasil kebun desa diduga mencapai puluhan juta rupiah per bulan. Jika benar dikelola selama hampir dua tahun tanpa laporan dan pertanggungjawaban resmi, maka potensi kerugian desa sangat besar dan berpotensi masuk ranah pidana.

Pasal yang Berpotensi Dilanggar

LSM Penjara menyoroti sejumlah ketentuan hukum yang berpotensi dilanggar, antara lain:

UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang menegaskan BPD tidak memiliki kewenangan mengelola aset desa Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, apabila aset atau hasil desa dikuasai tanpa hak

UU Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor, jika terbukti merugikan keuangan desa atau aset desa

“Kalau hasil kebun desa tidak masuk kas desa dan tidak dipertanggungjawabkan secara resmi, maka unsur perbuatan melawan hukum itu terbuka lebar untuk diuji secara pidana,” tambah Asep.

Kades Bicara Terus Terang: Musyawarah Ada Tapi Laporan Nihil

Fakta krusial terungkap dari pernyataan Kepala Desa Muara Dilam, yang mengaku tidak pernah menerima laporan tertulis maupun pertanggungjawaban resmi dari BPD terkait kebun desa muara dilam

“Memang dulu ada musyawarah. Tapi sampai hari ini tidak pernah ada laporan dari BPD ke pemerintah desa. Itu yang membuat masyarakat terus bertanya-tanya,” ujarnya.

Kades menegaskan bahwa pemerintah desa tidak mengetahui secara pasti hasil kebun, pengelolaan keuangan, maupun alur penggunaannya.

Baca Juga:  Kapolres Pelalawan Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Teluk Meranti

“Kami tidak tahu detail pengelolaannya karena tidak ada laporan resmi. Yang diharapkan masyarakat dan pemerintah desa itu sederhana: keterbukaan dan pertanggungjawaban,” tegasnya.

BPD Mengklaim Amanah dan Alasan Sosial Sementara itu, BPD Muara Dilam memberikan klarifikasi dengan menyatakan bahwa pengelolaan kebun desa diambil alih karena tidak ada pihak lain yang bersedia mengelola, baik BUMDes, ninik mamak, maupun pemerintah desa.

BPD juga mengaku telah mengeluarkan dana pribadi sekitar Rp20 juta untuk perbaikan kebun dan masih memiliki sisa utang.

Namun klaim tersebut tidak dibarengi dokumen resmi, laporan tertulis, maupun mekanisme pertanggungjawaban yang diatur undang-undang.

BPD menyebut hasil kebun digunakan untuk kepentingan sosial seperti membantu anak yatim, kaum dhuafa, masjid, dan kegiatan kemasyarakatan.

Masalah Fundamental: Niat Baik Tak Menghapus Pelanggaran Aturan

Pakar tata kelola desa menilai bahwa alasan sosial tidak dapat dijadikan pembenar pelanggaran hukum.

Secara normatif:

Aset desa wajib dikelola oleh Pemerintah Desa atau BUMDes

Setiap pemasukan harus masuk kas desa Setiap pengeluaran harus dipertanggungjawabkan secara administrasi dan terbuka

Tanpa itu, niat baik sekalipun dapat berubah menjadi preseden buruk dan berpotensi masuk ranah pidana.

Dampak Sosial: Kepercayaan Publik Tergerus

Polemik ini tidak hanya berdampak hukum, tetapi juga menggerus kepercayaan masyarakat terhadap lembaga desa. Ketertutupan pengelolaan aset publik memicu kecurigaan, konflik sosial, dan keresahan warga.

Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi:

Merusak legitimasi BPD

Memecah kepercayaan antara pemerintah desa dan masyarakat

Menormalisasi pengelolaan aset desa tanpa aturan

Dalil Agama: Amanah Bukan Retorika

Dalam perspektif agama, amanah adalah kewajiban moral yang berat. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak beriman seseorang yang tidak amanah.”

(HR. Ahmad)

Al-Qur’an juga menegaskan:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak.”

(QS. An-Nisa: 58)

Mengelola harta publik tanpa transparansi dan pertanggungjawaban bukan hanya persoalan hukum negara, tetapi juga persoalan moral dan dosa sosial.

Publik Menunggu: Hukum Harus Hadir

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan tertulis resmi terkait pengelolaan kebun desa Muara Dilam yang diterima pemerintah desa. Publik kini menunggu keberanian aparat penegak hukum (Inpektorat,Kepolisian & Kejaksaan) untuk memastikan apakah praktik ini sesuai aturan atau justru menjadi preseden penguasaan aset desa di luar hukum.

Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis Berita : Jono.Ms

Sumber Berita : Ketua DPD LSM Penjara Asep Susanto,S.H.

Berita Terkait

LAPOR PAK KAPOLRES! DUGAAN JUDI SABUNG AYAM SEMAKIN MENGGILA DAN MERESAHKAN WARGA DI DESA PESAGUHAN~”KHAIRUL ANAM” DESAK KASAT RESKRIM BERTINDAK TEGAS! 
2.090 HEKTARE LAHAN ULAYAT PALAS MEMANAS! Dugaan Panjar Fantastis Mencuat, Aktivitas Panen Akasia Disorot — APH DITANTANG BONGKAR SIAPA YANG BERMAIN
LAHAN ULAYAT 2.090 HEKTARE DI DESA PALAS JADI SOROTAN: KADES SAMSARI DITUDING, PT ARARA ABADI DISOROT — APARAT DITANTANG BUKA-BUKAAN
LAPOR PAK BUPATI! KASI PMD (ASN) KEC.LANGGAM DIDUGA MENELANTARKAN ISTRI SIRIH DAN ANAKNYA YANG MASIH KECIL | “SAAT DIKONFIRMASI SELAMA 24 JAM BELIAU MEMILIH BUNGKAM”
DUGAAN PENELANTARAN ANAK OLEH OKNUM ASN DI KEC.LANGGAM MEMANAS, APARAT DIMINTA TIDAK TUTUP MATA: “INTEGRITAS PELAYAN PUBLIK DIPERTARUHKAN”
PERSOALAN LINGKUNGAN PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY MEMANAS! TIGA PEJABAT UTAMA BUNGKAM, DUGAAN LIMBAH DAN SEMPADAN SUNGAI JADI SOROTAN — AKANKAH NEGARA DIAM?
BUNGKAMNYA 3 PEJABAT UTAMA PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, AKANKAH NEGARA TUTUP MATA? DESAKAN WARGA UNTUK MENGAUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENGUAT, APARAT JANGAN HANYA MENJADI PENONTON!
DUGAAN PENGABAIAN SEMPADAN SUNGAI DI AREAL PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, WARGA DESAK APARAT PENEGAK HUKUM TURUN TANGAN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:50

Wabup Pelalawan dan Kapolres Turun Langsung Tangani Karhutla di Teluk Binjai

Kamis, 13 Agustus 2026 - 02:34

SEMBILAN BULAN BERLALU, PLANG SAJA TAK CUKUP: 124,33 HEKTARE DI PELALAWAN DIPERTANYAKAN, APARAT DIMINTA JANGAN TUTUP MATA

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:18

“Jangan Biarkan Rakyat Kecil Kehilangan Harapan”: Mashuri Memohon Ketua DPRD Pelalawan Bantu Cari Jalan Keadilan atas Kebun Sawit Bersertifikat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:21

H. Yose Indrawan, ST Nyatakan Kesiapan Maju di Pilkada Pelalawan, Fokus Serap Aspirasi Masyarakat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:27

DUGAAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN PT MPP MENGGUNCANG KOLAKA: PROF SUTAN NASOMAL DESAK KAPOLDA SULTRA PERINTAHKAN KAPOLRES KOLAKA BUKA TERANG SELURUH RANTAI PERISTIWA

Selasa, 11 Agustus 2026 - 03:43

TIGA TAHUN NYAWA POREPADANG–SABRIANI TERENGGUT, KEADILAN MASIH DIPERTANYAKAN: PUBLIK MENAGIH JAWABAN POLDA SULBAR!

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:20

TAMparan KERAS UNTUK PENEGAK HUKUM! DIDUGA GUDANG ROKOK ILEGAL BEROPERASI TERANG-TERANGAN DI KAMPAR, APARAT DITANTANG BERTINDAK

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:10

Tiga Warga Nias Meninggal dalam Rentang Tiga Bulan, Pemuda Demokrasi Indonesia Desak Pengusutan Transparan

Berita Terbaru