Desa Air Hitam Memanas, Warga Dukung Pembangunan Posko TNTN dan Tolak Massa Penolak Relokasi

- Penulis

Kamis, 6 November 2025 - 15:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELALAWAN|Buserinvestigasi24.com

 

Tokoh masyarakat bersama empat Kepala Dusun di Desa Air Hitam mendesak Polres Pelalawan untuk segera mengusut tuntas pelaku pencurian bahan material pembangunan Posko 5 Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Desakan ini muncul setelah ribuan batu bata yang digunakan untuk pembangunan posko dilaporkan hilang di lokasi proyek.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian tersebut diduga kuat dilakukan oleh sekelompok orang yang menolak pembangunan pos jaga di kawasan konservasi tersebut.

Empat Kepala Dusun yang menyuarakan desakan ini adalah Abdul Kadir (Kadus Logas Makmur), Harianto (Kadus Jelutung Jaya), Jasman (Kadus Lubuk Take Jaya), dan Nasrudin Purba (Kadus Tanjung Putus).

Salah satu tokoh masyarakat sekaligus Kepala Dusun Lubuk Take Jaya, Jasman, mengungkapkan bahwa tindakan pencurian dan penjarahan terhadap material proyek diduga dilakukan oleh massa dari kelompok yang menolak pembangunan Posko TNTN.

“Kami meminta pihak berwajib, dalam hal ini Polres Pelalawan, segera mengusut pelaku pencurian bahan material pembangunan Posko. Kami masyarakat Desa Air Hitam menolak kehadiran massa AMMP karena hanya membuat keadaan tidak kondusif,” tegas Jasman, Kamis (6/11/2025).

Ia menambahkan, masyarakat Air Hitam mendukung penuh pembangunan Posko 5 TNTN tersebut karena dinilai sebagai langkah positif dalam menjaga kawasan konservasi dari aktivitas perambahan hutan.

Baca Juga:  Unit Reskrim Polsek Langgam Aman Pelaku Illegal Logging di Langgam

“Sekarang masyarakat sudah kondusif. Jangan sampai mereka datang untuk memprovokasi warga. Kami percaya pada solusi yang ditawarkan pemerintah,” sambungnya.

Pembangunan Posko 5 TNTN sendiri merupakan bagian dari upaya penguatan pengawasan kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo yang selama ini kerap menghadapi gangguan dari aktivitas ilegal serta penolakan sebagian kelompok masyarakat.

Sementara itu, pelapor sekaligus pihak kontraktor pembangunan, Robby, dalam surat laporan pengaduan tertanggal 23 Oktober 2025 menjelaskan bahwa pada Rabu (22/10/2025) sekitar pukul 13.30 WIB, dirinya bersama dua rekan — Hasbun dan Vikron — berangkat dari Taluk Kuantan menuju lokasi proyek di wilayah Pelalawan.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB, mereka mendapati sebanyak 5.000 batu bata yang sebelumnya sudah diletakkan di area pembangunan telah hilang.

“Mengetahui hal tersebut, kami langsung menemui tokoh masyarakat setempat. Dari informasi warga, diketahui material kami dicuri oleh sekelompok orang yang menolak pembangunan pos jaga itu,” ujar Robby dalam laporannya.

Akibat kejadian tersebut, Robby mengaku mengalami kerugian mencapai Rp4.850.000 dan telah melaporkannya ke Kementerian Kehutanan sebelum membuat laporan resmi ke Polres Pelalawan.

“Kami berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini dan menegakkan hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” tutupnya.

Tim Redaksi

 

Berita Terkait

LAPOR PAK KAPOLRES! JUDI SABUNG AYAM & JUDI DADU DIDUGA BEBAS BEROPERASI DI SP1 LEMBAH SUBUR, KECAMATAN KRUMUTAN~HUKUM SEAKAN TAK BERTAJI
Media Bukan Alat Pelindung Kejahatan, Dugaan Mafia Tanah Tuding Masyarakat Lubuk Batu Tinggal Curi TBS, Siap Tempuh Jalur Hukum
UPACARA APEL BULAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA NASIONAL TAHUN 2026
Ketua Aliansi Pemuda Desa Kubangan Memberi Tempo tenggang Waktu kepada PT.Mitra Hutani Jaya dan SPA
Ketua PAC GRIB Jaya Seberida Dukung Polri Tetap di Bawah Pimpinan Presiden RI 
Baru Bebas Penjara, Pria di Kepenuhan Sejati Kembali Diciduk Polsek Kepnuhan dengan 23 Paket Sabu
Gajah diBunuh di Konsesi: Negara Absen, Korporasi Lalai
Kapolda Riau Tinjau Lokasi Gajah Mati dan berjanji Ungkap Pelaku
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:35

LAPOR PAK KAPOLRES! JUDI SABUNG AYAM & JUDI DADU DIDUGA BEBAS BEROPERASI DI SP1 LEMBAH SUBUR, KECAMATAN KRUMUTAN~HUKUM SEAKAN TAK BERTAJI

Selasa, 10 Februari 2026 - 04:20

Media Bukan Alat Pelindung Kejahatan, Dugaan Mafia Tanah Tuding Masyarakat Lubuk Batu Tinggal Curi TBS, Siap Tempuh Jalur Hukum

Selasa, 10 Februari 2026 - 03:17

UPACARA APEL BULAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA NASIONAL TAHUN 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 16:12

Ketua Aliansi Pemuda Desa Kubangan Memberi Tempo tenggang Waktu kepada PT.Mitra Hutani Jaya dan SPA

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:41

Ketua PAC GRIB Jaya Seberida Dukung Polri Tetap di Bawah Pimpinan Presiden RI 

Minggu, 8 Februari 2026 - 08:53

Gajah diBunuh di Konsesi: Negara Absen, Korporasi Lalai

Minggu, 8 Februari 2026 - 07:38

Kapolda Riau Tinjau Lokasi Gajah Mati dan berjanji Ungkap Pelaku

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:45

Tugas Pokok Satintelkam Polri : Garda Terdepan Deteksi Dini Gangguan Keamanan dan Makna Logo Arti Filosofis Sejarahnya

Berita Terbaru