Kerinci Timur|Pelalawan~Buserinvestigasi24.com
Kerja bakti digelar oleh 2 orang warga RT: 05 RW: 01 kelurahan kerinci timur secara swadaya bersama Bg Rajab Lubis untuk membersihkan saluran dan gorong-gorong yang sudah lama tersumbat. Dalam gotong royong itu tampak 2 warga yaitu jono.Ms sebagai Ketua DPC LSM PENJARA dan rajab lubis warga RT: 05 turun langsung mengangkat endapan lumpur, sampah plastik, serta rerumputan yang menutup aliran air. Kondisi penyumbatan inilah yang selama ini menjadi penyebab genangan dan banjir di badan jalan setiap kali hujan turun. Kamis (08/01/2026)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa warga menilai persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut Mereka menyampaikan harapan sekaligus desakan agar Ketua RT 05 dan Ketua RW 01 segera memimpin gotong royong bersama dan membuat langkah nyata, bukan sekadar janji musiman. Jalan yang tergenang bukan hanya merepotkan, tetapi juga membahayakan pengguna jalan, anak sekolah, serta aktivitas ekonomi warga sekitarnya.

Nada warga jelas: persoalan banjir kecil hari ini bisa menjadi masalah besar esok hari bila pemangku lingkungan tutup mata.

Secara sosial, genangan air menyebabkan akses warga terganggu, muncul konflik kecil karena saling menyalahkan, aktivitas niaga tersendat, serta meningkatkan risiko penyakit akibat perkembangan bibit-bibit nyamuk dan serangga,Secara lingkungan, saluran yang tersumbat mempercepat kerusakan badan jalan, memicu erosi, memunculkan bau tidak sedap, serta merusak kualitas air tanah. Sampah yang menumpuk di parit adalah cermin kedisiplinan kolektif yang harus segera dibenahi.

Gotong royong ini bukan sekadar kerja fisik. Ia adalah panggilan hati nurani. Nilai agamanya pun sangat jelas:

“Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri” (Al-Quran Surah. Ar-Ra’d: 11).

Merawat lingkungan adalah bagian dari amanah. Nabi juga mengajarkan, “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” Maka membersihkan gorong-gorong bukan pekerjaan remeh ia ibadah sosial yang mencegah mudarat lebih luas.
Sejumlah warga menegaskan, kerja bakti tidak boleh hanya menjadi ritual foto dan laporan. Diperlukan kepemimpinan RT dan RW yang hadir, memimpin, menggerakkan, dan memastikan tindak lanjut: normalisasi parit, penataan pembuangan sampah, edukasi warga agar tidak membuang sampah sembarangan, serta jadwal rutin pemeliharaan drainase.
Musim hujan tidak menunggu rapat.

Air turun tanpa diplomasi. Karena itu, sebelum hujan besar datang, sudah saatnya RT 05 dan RW 01 berdiri di barisan paling depan: menggandeng semua warganya, memfasilitasi alat, mengoordinasikan tenaga, dan menutup sumber-sumber penyumbatan yang selama ini dibiarkan.

Gotong royong hari ini membuktikan satu hal: warga siap bekerja. Kini mereka menunggu kehadiran pemimpin lingkungan mereka. Sebab, jalan yang tidak lagi tergenang bukan hanya nyaman dipandang ia tanda bahwa kepemimpinan masih hidup dan bertanggung jawab.

Penulis Berita : Jono.Ms
Ketua DPC LSM PENJARA Kab.Pelalawan Sumber Berita : Warga RT: 05





















