Diprediksi Putaran Uang Di Bukit Kesuma Sebesar Rp117 M per 2 Minggu

- Penulis

Sabtu, 21 Juni 2025 - 08:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelalawan|buserinvestigasi24.com

Akibat telah berubah fungsinya Kawasan Konservasi Taman Nasional Tesso (TNTN) sebagai Hutan Hujan Tropis seluas 81.793 Ha yang terletak di Kabupaten Pelalawan, Riau, menjadi perkebunan Kelapa Sawit dengan luas  69.262 Ha, membuat banyak berdiri para penampung buah sawit atau RAM di sekitar Kawasan Konservasi TNTN di Bukit Kesuma maupun desa sekitarnya.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perambahan Kawasan Konservasi TNTN ini telah melahirkan cukup banyak Orang Kaya Baru (OKB). Diperkirakan putaran uang di dalam Kawasan Konservasi TNTN per satu kali panen atau 2 minggu adalah Rp117 Milliar.

 

“Kalau hanya untuk dua minggu sudah segitu, berarti untuk satu bulannya hampir mencapai Rp200 Miliar,” ujar Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kelompok Jaringan Anti Korupsi Masyarakat Indonesia (Kejari), Anthon Mandala saat dihubungi melalui sambungan seluler, Sabtu (21/6).

 

Seterusnya Ia menerangkan bahwa dari 69.262 Ha yang telah berubah menjadi kebun sawit, ada sekitar 70 persen yang telah layak panen atau sekitar 45.000 Ha dengan hasil buah 1.000 Kg per Ha, maka jumlah buah yang dihasilkan sebesar 45.000.000 Kg. Total putaran uang di Kawasan Konservasi TNTN sebesar 45.000.000 Kg kali Rp 2.600 per Kg yakni Rp117 Miliar.

Baca Juga:  Gawat!! Humas PT. Eluan Mahkota Diduga Mengangkangi UU Pers! Media & LSM Diusir Secara Arogan

 

“Ini bukan angka yang kecil, berapa banyak negara dirugikan dengan tidak adanya pajak yang dapat diambil dari usaha perkebunan kelapa sawit tersebut,” ujarnya lagi.

 

Untuk itu LSM Kejari sangat mendukung langkah pemerintah dalam melakukan penertiban Kawasan Konservasi TNTN demi keselamatan umat manusia kedepannya.

 

“Kita dukung penegakan hukum atas TNTN, tapi tetap dalam koridor  prioritas, serta lebih menjaga keharmonisan dan masa depan warga yang telah memiliki lahan namun tidak luas,” sebutnya.

 

Ia juga mengingatkan Satgas PKH agar jangan terlalu over akting dalam penanganan kawasan Konservasi TNTN, karena program tersebut jelas bukan jangka pendek.

 

“Kita yakin penanganan ini bukan semudah kita pikirkan, karena semua harus berproses, baik penertiban maupun tindakan hukum bagi yang terlibat,” kata Anthon Mengakhiri. (ton).

 

Berita Terkait

Said Muklis, Kader HMI, Desak Polres Pelalawan Usut Tuntas Karhutla di Desa Merbau
Pencurian Buah Kelapa Sawit di Pangkalan Kuras Tersangka Diamankan
Karhutla Mulai Terkendali, Bupati Zukri Apresiasi Kerja Keras Tim Gabungan di Pelalawan
Dermaga Hancur, Jalan Membusuk: Pemuda Sungai Ara “Menggugat” Kinerja Aparat Desa yang Dinilai Mandul
Rokok ilegal Marak di Bandung Barat, Negara Jangan Tunduk pada Jaringan Gelap
Kapolres Pelalawan Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Teluk Meranti
Diserbu Ribuan Pengunjung, Z-Park Kian Kokoh Jadi Ikon Wisata Baru Pelalawan
Kapolres Pelalawan pimpin Serah terima Jabatan di Polres Pelalawan
Berita ini 107 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:46

Said Muklis, Kader HMI, Desak Polres Pelalawan Usut Tuntas Karhutla di Desa Merbau

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:19

Pencurian Buah Kelapa Sawit di Pangkalan Kuras Tersangka Diamankan

Senin, 30 Maret 2026 - 14:46

Karhutla Mulai Terkendali, Bupati Zukri Apresiasi Kerja Keras Tim Gabungan di Pelalawan

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:37

Dermaga Hancur, Jalan Membusuk: Pemuda Sungai Ara “Menggugat” Kinerja Aparat Desa yang Dinilai Mandul

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:02

Rokok ilegal Marak di Bandung Barat, Negara Jangan Tunduk pada Jaringan Gelap

Sabtu, 28 Maret 2026 - 07:56

Diserbu Ribuan Pengunjung, Z-Park Kian Kokoh Jadi Ikon Wisata Baru Pelalawan

Jumat, 27 Maret 2026 - 07:42

Kapolres Pelalawan pimpin Serah terima Jabatan di Polres Pelalawan

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:15

Pembangkangan Hukum di Inhil: Menggugat “Parit Gajah” Gindo Naibaho dan Runtuhnya Wibawa Negara

Berita Terbaru