Dermaga Hancur, Jalan Membusuk: Pemuda Sungai Ara “Menggugat” Kinerja Aparat Desa yang Dinilai Mandul

- Penulis

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelalawan | Buserinvestigasi24.com

Wajah buram pembangunan desa kembali terpampang di Desa Sungai Ara, Dermaga Biru di kawasan pasar desa yang seharusnya menjadi urat nadi aktivitas warga kini berubah menjadi ancaman nyata. Kayu-kayu lapuk, struktur rapuh, dan kondisi yang membahayakan menjadi pemandangan sehari-hari yang seolah dibiarkan tanpa rasa tanggung jawab. Minggu (29/03/2026)

Tak hanya dermaga, akses jalan utama menuju Merbau pun tak kalah memprihatinkan. Jalan berlubang, berlumpur, dan nyaris tak layak dilalui menjadi bukti nyata buruknya pengelolaan infrastruktur Kondisi ini memantik kemarahan Persatuan Pemuda Sungai Ara yang menilai pemerintah desa gagal total menjalankan fungsinya.

Salah satu perwakilan pemuda, Ogi Saputra, dengan nada tajam menyampaikan kritik kerasnya,

“Ini bukan lagi soal lambat, ini soal tidak ada kepedulian, Kampung kami seperti ditinggalkan. Infrastruktur hancur, tapi tidak ada tindakan. Ini memalukan,” tegasnya.

Ia bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai cerminan lemahnya kepemimpinan di tingkat desa.

“Kalau seperti ini terus, untuk apa ada pemerintah desa? Kampung kami seperti tidak bertuan, seperti terisolasi di negeri sendiri,” tambahnya dengan nada geram.

Keluhan serupa disampaikan Nando, pemuda lainnya, yang menyoroti dampak langsung dari kerusakan jalan terhadap kehidupan sosial masyarakat.

“Hari ini ada pesta pernikahan di kampung kami, Tamu datang dari desa lain, tapi yang mereka lihat jalan hancur, berlumpur Kami malu Ini bukan sekadar jalan rusak, ini harga diri kampung,” ungkapnya

Menurutnya, persoalan ini tidak berdiri sendiri, Lemahnya koordinasi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah dinilai menjadi akar masalah yang tak kunjung terselesaikan.

“Tidak ada keseriusan, Pemerintah desa terkesan pasif tidak mampu menjembatani kebutuhan masyarakat ke pemerintah daerah,” tegas Nando.Kerusakan infrastruktur ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi telah berdampak luas.

Dampak Lingkungan:

Jalan berlubang dan berlumpur mempercepat erosi tanah dan memperburuk drainase,

Dermaga lapuk berpotensi mencemari perairan jika materialnya runtuh,Genangan air akibat jalan rusak menjadi sarang penyakit.

Baca Juga:  DLH melalui Tim Gakkum melakukan pemasangan PPLH Line di lokasi penumpukan batu bara (stockfile) milik PT Manunggal Inti Artamas (MIA) di KM 5 Kelurahan Kerinci Barat

Dampak Sosial & Ekonomi:

Aktivitas ekonomi warga terganggu, distribusi barang terhambat.

Menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa, Rasa malu dan keterasingan sosial warga saat berinteraksi dengan pihak luar, Potensi kecelakaan meningkat, mengancam keselamatan masyarakat setiap harinya.

Sorotan Hukum: Kewajiban yang Diduga Diabaikan

Dalam konteks hukum, pemerintah desa memiliki kewajiban yang jelas. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, kepala desa berkewajiban:

1). Menyelenggarakan pemerintahan desa yang baik

2). Melaksanakan pembangunan desa

3). Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Kelalaian dalam menjalankan kewajiban tersebut dapat berimplikasi pada sanksi administratif hingga pemberhentian

Selain itu, jika terbukti ada unsur penyalahgunaan anggaran atau kelalaian yang merugikan masyarakat, dapat mengarah pada ketentuan dalam :

Pasal 3 UU Tipikor (UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001) tentang penyalahgunaan kewenangan yang merugikan keuangan negara Pasal 359 KUHP jika kelalaian mengakibatkan kecelakaan atau korban jiwa

Kepala Desa Bungkam, Pilih Diam

Ironisnya, saat dikonfirmasi oleh awak media terkait kondisi ini, Kepala Desa Sungai Ara bapak haryono memilih bungkam Tidak ada klarifikasi, tidak ada penjelasan, seolah-olah persoalan ini bukan tanggung jawabnya, Sikap diam ini justru semakin memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Transparansi yang seharusnya menjadi prinsip dasar pemerintahan desa justru terkesan diabaikan.

Desakan Evaluasi:

Jangan Biarkan Rakyat Menunggu dalam Bahaya Persatuan Pemuda Sungai Ara mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah desa dinilai mendesak dilakukan sebelum situasi semakin memburuk.

Jika terus dibiarkan, kerusakan ini bukan hanya akan menghambat pembangunan, tetapi juga menjadi bom waktu yang mengancam keselamatan dan masa depan masyarakat Sungai Ara.

Ini bukan lagi sekadar kritik ini adalah peringatan yang keras.

Penulis Berita : Jono.Ms

Sumber Berita : Masyarakat dan Pemuda Desa Sungai Ara

Berita Terkait

LAPOR PAK BUPATI! KASI PMD (ASN) KEC.LANGGAM DIDUGA MENELANTARKAN ISTRI SIRIH DAN ANAKNYA YANG MASIH KECIL | “SAAT DIKONFIRMASI SELAMA 24 JAM BELIAU MEMILIH BUNGKAM”
DUGAAN PENELANTARAN ANAK OLEH OKNUM ASN DI KEC.LANGGAM MEMANAS, APARAT DIMINTA TIDAK TUTUP MATA: “INTEGRITAS PELAYAN PUBLIK DIPERTARUHKAN”
PERSOALAN LINGKUNGAN PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY MEMANAS! TIGA PEJABAT UTAMA BUNGKAM, DUGAAN LIMBAH DAN SEMPADAN SUNGAI JADI SOROTAN — AKANKAH NEGARA DIAM?
BUNGKAMNYA 3 PEJABAT UTAMA PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, AKANKAH NEGARA TUTUP MATA? DESAKAN WARGA UNTUK MENGAUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENGUAT, APARAT JANGAN HANYA MENJADI PENONTON!
DUGAAN PENGABAIAN SEMPADAN SUNGAI DI AREAL PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, WARGA DESAK APARAT PENEGAK HUKUM TURUN TANGAN
Luar Biasa! Bupati Pelalawan Turun Langsung Tinjau Warganya Yang Kena macet di KM 83 Desa Kemang, Pekerjaan Jalan Dihentikan Sementara
K.Yose Silaban,S.H. & Partner Desak Kasat Reskrim Polres Siak Segera Tangkap dan Proses Hukum “AMARONES NDURU Cs” — Tokoh Adat Nias Bersuara: “Kalau Tak Sanggup Bekerja Untuk Rakyat, Mundur Saja Pak!”
Aipda Marmin,S.H, Bersama Pemerintah Desa Salurkan Sembako untuk Warga Kurang Mampu, Wujud Kepedulian HUT Bhayangkara ke-80
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:04

LAPOR PAK BUPATI! KASI PMD (ASN) KEC.LANGGAM DIDUGA MENELANTARKAN ISTRI SIRIH DAN ANAKNYA YANG MASIH KECIL | “SAAT DIKONFIRMASI SELAMA 24 JAM BELIAU MEMILIH BUNGKAM”

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:50

DUGAAN PENELANTARAN ANAK OLEH OKNUM ASN DI KEC.LANGGAM MEMANAS, APARAT DIMINTA TIDAK TUTUP MATA: “INTEGRITAS PELAYAN PUBLIK DIPERTARUHKAN”

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:31

PERSOALAN LINGKUNGAN PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY MEMANAS! TIGA PEJABAT UTAMA BUNGKAM, DUGAAN LIMBAH DAN SEMPADAN SUNGAI JADI SOROTAN — AKANKAH NEGARA DIAM?

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:07

BUNGKAMNYA 3 PEJABAT UTAMA PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, AKANKAH NEGARA TUTUP MATA? DESAKAN WARGA UNTUK MENGAUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENGUAT, APARAT JANGAN HANYA MENJADI PENONTON!

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:31

Luar Biasa! Bupati Pelalawan Turun Langsung Tinjau Warganya Yang Kena macet di KM 83 Desa Kemang, Pekerjaan Jalan Dihentikan Sementara

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:11

K.Yose Silaban,S.H. & Partner Desak Kasat Reskrim Polres Siak Segera Tangkap dan Proses Hukum “AMARONES NDURU Cs” — Tokoh Adat Nias Bersuara: “Kalau Tak Sanggup Bekerja Untuk Rakyat, Mundur Saja Pak!”

Rabu, 24 Juni 2026 - 05:56

Aipda Marmin,S.H, Bersama Pemerintah Desa Salurkan Sembako untuk Warga Kurang Mampu, Wujud Kepedulian HUT Bhayangkara ke-80

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:35

PT.MERIDAN SEJATI SURYA PLANTATION/ANAK PERUSAHAAN SURYA DUMAI GROUP DIDUGA MELINDUNGI DAN MEMELIHARA SEORANG “PERAMPOK/BEGAL”

Berita Terbaru