Air Mata Bu Nursiam, Janda Tua Pasir Ringgit yang Menanti PKH: Kades Diharapkan Tulus Membantu Tanpa Pamrih

INHU | Pasir Ringgit |Buserinvestigasi24.com– Di balik senyum sederhana seorang janda tua bernama Bu Nursiam, tersimpan luka dan kesedihan mendalam. Usianya yang sudah senja, tubuh renta, dan kehidupan yang serba kekurangan membuatnya hanya bisa berharap pada uluran tangan pemerintah, khususnya melalui program PKH (Program Keluarga Harapan) yang seharusnya menjadi penopang hidupnya.Kamis (25/09/2025)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, sejak lama bantuan PKH yang ia dambakan tak kunjung lancar. Bu Nursiam hanya bisa menatap kosong, seolah bertanya dalam hati: “Apakah seorang janda tua miskin sepertiku tak lagi dianggap penting?”
Harapan itu mulai kembali muncul ketika Kepala Desa Pasir Ringgit, Bapak Sumarji, dengan ketulusan hati menyambut baik kehadiran Jono, Pimpinan Redaksi Buserinvestigasi24.com yang juga menantu Bu Nursiam. Dalam pertemuan penuh harapan tersebut, Kades Sumarji berjanji akan membantu menyelesaikan persoalan PKH yang macet, sehingga Bu Nursiam bisa kembali merasakan haknya sebagai warga miskin yang dijamin negara.

Seorang kepala desa adalah pemimpin sekaligus orang tua bagi seluruh warganya. Tidak sepatutnya ada warga yang miskin, tua, janda, dan terlantar tanpa kepedulian dari pemimpinnya. Apalagi seorang Bu Nursiam yang jelas-jelas membutuhkan perhatian lebih.
Dalam Islam, pemimpin yang lalai terhadap rakyat miskin akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa saja yang tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, maka ia bukan bagian dari mereka.” (HR. Abu Dawud).
Bahkan Allah menjanjikan pahala besar bagi siapa saja yang bersedekah dan membantu kaum dhuafa. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 267 Allah berfirman:

> “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik…”
Dan dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda:
“Sedekah itu memadamkan murka Allah dan menolak mati dengan cara yang buruk.” (HR. Thabrani).
Harapan Terakhir Bu Nursiam
Air mata Bu Nursiam adalah doa, jeritan hatinya adalah amanah besar yang wajib dipikul seorang pemimpin. Jangan biarkan seorang janda tua miskin di desa Pasir Ringgit ini terus menunggu tanpa adanya kepastian.

Masyarakat pun berharap, janji baik dan tulus bapak Kades Sumarji bukan hanya kata-kata manis, tetapi segera diwujudkan dalam tindakan nyata: mengembalikan hak PKH Bu Nursiam tanpa pamrih, tanpa pilih kasih, dan tanpa pandang bulu dan bu nursiam berterima kasih yang mendalam kepada kades sumarji jika bantuan PKH itu bisa terlaksana dengan baik tanpa ada kendala sedikitpun hingga ke tangannya dan bu nursiam akan selalu mendoakan bapak kades Sumarji semoga bapak di berikan panjang umur sehat selalu dan dimudahkan segala urusannya.
Karena sejatinya, kekuasaan hanyalah sementara, namun amal baik dan keikhlasan membantu kaum miskin akan menjadi bekal abadi di hadapan Allah SWT.
Tim Redaksi





















