Sumbawa, NTB|Buserinvestigasi24.com
Kematian tragis seorang pekerja perempuan muda asal Bintan berinisial R (20) di lokasi kerjanya di Kabupaten Sumbawa menyisakan luka sosial, tanda tanya besar, dan kegelisahan publik. Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih gelap, sementara berbagai dugaan liar mulai beredar di tengah masyarakat. Sabtu (27/12/2025)
Korban yang merantau jauh dari kampung halaman demi mencari penghidupan justru menghembuskan napas terakhir di tanah orang, tanpa kejelasan penyebab kematian yang tegas. Ia ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di lokasi kerja pada Rabu malam, 10 Desember 2025, sekitar pukul 23.50 WITA, lalu dinyatakan meninggal dunia beberapa jam kemudian di Puskesmas Poto Tano.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yang menjadi sorotan publik bukan hanya kematian itu sendiri, melainkan kejanggalan-kejanggalan yang menyertainya:
Apa yang sebenarnya terjadi di lokasi kerja? Apakah benar tidak ada unsur kelalaian, tekanan kerja, atau faktor lain yang berkontribusi?
Mengapa hingga kini belum ada kesimpulan resmi yang disampaikan ke publik? Isu dugaan bunuh diri yang beredar di masyarakat dinilai terlalu dini dan berbahaya bila tidak didukung hasil penyelidikan ilmiah dan forensik.
Labelisasi sepihak semacam ini berpotensi mencederai martabat korban dan keluarga, sekaligus menutup kemungkinan adanya fakta lain yang lebih serius.
Tanggung Jawab Hukum Tidak Bisa Dihindari Dalam kasus kematian seseorang di lingkungan kerja, aparat penegak hukum wajib bekerja ekstra transparan dan profesional.
Bila dalam proses penyelidikan ditemukan unsur:
Kelalaian (Pasal 359 KUHP): “Barang siapa karena kelalaiannya menyebabkan orang lain meninggal dunia, diancam pidana penjara paling lama 5 tahun.”
Pembiaran atau pengabaian kewajiban pertolongan (Pasal 531 KUHP) Pelanggaran norma ketenagakerjaan dan keselamatan kerja (UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja)
maka penegakan hukum harus dilakukan tanpa kompromi.
Negara tidak boleh kalah oleh kabut misteri. Setiap nyawa warga negara memiliki nilai yang sama di hadapan hukum, terlebih ketika korban adalah pekerja muda yang berada dalam posisi rentan jauh dari keluarga dan daerah asalnya.
Dampak Sosial dan Psikologis Menganga Kasus ini bukan sekadar catatan kriminal biasa.
Ia membawa dampak sosial serius:
Menimbulkan ketakutan dan trauma di kalangan pekerja perantauan
Memicu ketidakpercayaan publik terhadap sistem perlindungan tenaga kerja Mencederai rasa keadilan keluarga korban dan masyarakat luas
Jika kasus ini dibiarkan berlarut tanpa kejelasan, maka preseden buruk akan tercipta: seolah kematian pekerja di perantauan dapat berlalu tanpa pertanggungjawaban yang terang.
Desakan Terbuka kepada Aparat Penegak Hukum Publik kini menunggu langkah nyata, bukan pernyataan normatif. Aparat kepolisian dituntut segera:
Menyampaikan perkembangan penyelidikan secara terbuka dan berkala Mengungkap kronologi lengkap berbasis fakta dan hasil medis Menjamin tidak ada fakta yang ditutup-tutupi Kasus ini adalah ujian integritas hukum.
Keadilan untuk R bukan sekadar tuntutan keluarga, melainkan hak publik. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengumumkan hasil resmi penyelidikan. Masyarakat mendesak agar tabir misteri ini segera dibuka seterang-terangnya, setegas-tegasnya.
Penulis Berita : Jono.Ms





















