Prof.Sutan Nasomal Dukung Penertiban, Minta Pemerintah Perhatikan Masyarakat Terdampak

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 07:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jabar | Bandung | Buserinvestigasi24.com

Pakar Hukum Internasional, ekonom, sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMI), Prof. Dr. Sutan Nasomal, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melakukan penertiban bangunan yang melanggar peruntukan tata ruang. Namun demikian, ia mengingatkan agar pemerintah juga memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak oleh kebijakan tersebut. Senin (08/06/2026)

Pernyataan itu disampaikan Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pimpinan redaksi media cetak dan media daring nasional maupun internasional dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di kawasan Cijantung, Jakarta, pada 6 Juni 2026 melalui sambungan telepon seluler.

Menurutnya, berbagai bentuk pelanggaran tata ruang yang selama ini terjadi memang perlu ditertibkan. Mulai dari pedagang yang berjualan di area jalan protokol hingga menyebabkan kesemrawutan, pembangunan jembatan pribadi di atas aliran sungai, hingga pendirian rumah, kios, dan toko di bantaran sungai yang berpotensi menghambat arus air.

“Secara kasat mata, pelanggaran seperti itu memang salah dan sudah sewajarnya diberikan sanksi serta dilakukan penertiban. Bangunan yang berdiri di bantaran sungai atau di atas aliran air dapat mempersempit saluran, menyebabkan pendangkalan, dan berpotensi menimbulkan banjir saat musim hujan. Pada akhirnya yang menjadi korban adalah masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Meski mendukung langkah penegakan aturan, Prof. Sutan menilai pemerintah perlu mengedepankan pendekatan dialogis dengan masyarakat agar kebijakan yang dijalankan dapat diterima dengan baik.

Menurutnya, setiap program yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat sebaiknya diawali dengan musyawarah dan komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan warga. Dengan demikian akan tercipta saling pengertian, kesadaran hukum, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan kepatuhan terhadap aturan.

Baca Juga:  Apdesi Kecamatan Bunut Gelar Turnamen Sepak Bola U-40, Perkuat Silaturahmi Antar Kepala Desa

“Ke depan, pemerintah dan masyarakat perlu duduk bersama membahas berbagai program pembangunan. Jika kesadaran masyarakat tumbuh, maka mereka yang melakukan pelanggaran akan memahami kesalahannya dan secara sukarela memperbaikinya. Hal ini akan mengurangi berbagai bentuk pelanggaran di tengah masyarakat,” katanya.

Prof. Sutan menambahkan bahwa penataan wilayah di Jawa Barat akan memberikan dampak positif bagi keseimbangan antara lingkungan dan kehidupan manusia. Saluran air akan berfungsi lebih baik, risiko banjir dapat ditekan, dan tata ruang menjadi lebih tertib serta berkelanjutan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan penataan wilayah tidak hanya diukur dari aspek fisik dan lingkungan semata, melainkan juga dari kesejahteraan masyarakat.

“Kebijaksanaan dan keadilan harus berjalan beriringan untuk menciptakan Jawa Barat yang harmonis dan masyarakat yang bahagia. Penertiban memang penting, tetapi pemerintah juga harus memikirkan nasib masyarakat yang terdampak. Jangan sampai penataan berjalan baik, tetapi masyarakat kehilangan sumber penghidupan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap pemerintah daerah mampu membuka peluang investasi dan lapangan pekerjaan yang luas sehingga masyarakat memiliki alternatif penghasilan yang layak setelah proses penertiban dilakukan.

“Setidaknya pemimpin daerah harus mampu membuka ruang bagi terciptanya lapangan pekerjaan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan ekonomi dan tidak ada yang kelaparan. Penataan lingkungan dan kesejahteraan rakyat harus berjalan seimbang,” pungkasnya.

Narasumber:

Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH. – Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, dan Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMI).

Berita Terkait

2.090 HEKTARE LAHAN ULAYAT PALAS MEMANAS! Dugaan Panjar Fantastis Mencuat, Aktivitas Panen Akasia Disorot — APH DITANTANG BONGKAR SIAPA YANG BERMAIN
LAHAN ULAYAT 2.090 HEKTARE DI DESA PALAS JADI SOROTAN: KADES SAMSARI DITUDING, PT ARARA ABADI DISOROT — APARAT DITANTANG BUKA-BUKAAN
Warga Geram! Galian C ilegal Diduga Milik “Muklis dan Darlin” di Rawang Kao Terus Beroperasi, Aparat Diminta Segera Turun Tangan dan Bertindak Tegas!
LAPOR PAK KAPOLRES! DUGAAN JUDI SABUNG AYAM SEMAKIN MENGGILA DAN MERESAHKAN WARGA DI BUKIT KESUMA, DISEBUT BEBAS BEROPERASI LEBIH DARI SATU TAHUN – WARGA MENYEBUT “NABABAN” SEBAGAI KORLAP
LAPOR PAK BUPATI! KASI PMD (ASN) KEC.LANGGAM DIDUGA MENELANTARKAN ISTRI SIRIH DAN ANAKNYA YANG MASIH KECIL | “SAAT DIKONFIRMASI SELAMA 24 JAM BELIAU MEMILIH BUNGKAM”
DUGAAN PENELANTARAN ANAK OLEH OKNUM ASN DI KEC.LANGGAM MEMANAS, APARAT DIMINTA TIDAK TUTUP MATA: “INTEGRITAS PELAYAN PUBLIK DIPERTARUHKAN”
PERSOALAN LINGKUNGAN PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY MEMANAS! TIGA PEJABAT UTAMA BUNGKAM, DUGAAN LIMBAH DAN SEMPADAN SUNGAI JADI SOROTAN — AKANKAH NEGARA DIAM?
BUNGKAMNYA 3 PEJABAT UTAMA PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, AKANKAH NEGARA TUTUP MATA? DESAKAN WARGA UNTUK MENGAUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENGUAT, APARAT JANGAN HANYA MENJADI PENONTON!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:18

“Jangan Biarkan Rakyat Kecil Kehilangan Harapan”: Mashuri Memohon Ketua DPRD Pelalawan Bantu Cari Jalan Keadilan atas Kebun Sawit Bersertifikat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:21

H. Yose Indrawan, ST Nyatakan Kesiapan Maju di Pilkada Pelalawan, Fokus Serap Aspirasi Masyarakat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:31

Kasus HIV di Pelalawan Bertambah 24 Orang hingga Juli 2026, Total Tercatat 600 Kasus

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:27

DUGAAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN PT MPP MENGGUNCANG KOLAKA: PROF SUTAN NASOMAL DESAK KAPOLDA SULTRA PERINTAHKAN KAPOLRES KOLAKA BUKA TERANG SELURUH RANTAI PERISTIWA

Selasa, 11 Agustus 2026 - 03:43

TIGA TAHUN NYAWA POREPADANG–SABRIANI TERENGGUT, KEADILAN MASIH DIPERTANYAKAN: PUBLIK MENAGIH JAWABAN POLDA SULBAR!

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:10

Tiga Warga Nias Meninggal dalam Rentang Tiga Bulan, Pemuda Demokrasi Indonesia Desak Pengusutan Transparan

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:04

Prof. Sutan Nasomal Dorong Presiden Prabowo Perintahkan Kemenlu dan Kemenaker Selamatkan TKW Asal Tangerang di Libya

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:42

Bupati Pelalawan terima penghargaan, pada peringatan HUT Propinsi Riau ke-69

Berita Terbaru