KUTA BAHARU|ACEH SINGKIL | Buserinvestigasi24.com
Terpilihnya Asmidar, S.Pd., sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Kuta Baharu dalam Konferensi XXIII PGRI Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi perjalanan organisasi profesi guru di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Kepemimpinan Asmidar, yang disebut sebagai perempuan pertama yang memimpin PGRI Cabang Kuta Baharu, diharapkan menjadi energi baru dalam memperkuat solidaritas guru, memperjuangkan aspirasi anggota, serta mendorong pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas.
Apresiasi atas terpilihnya Asmidar disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., yang disebut menjabat sebagai Ketua Dewan Pakar sekaligus Ketua Advokasi LBH PGRI Kabupaten Aceh Singkil.
Dalam keterangannya kepada sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan online melalui sambungan telepon seluler dari kantornya di kawasan Cijantung, Jakarta, Rabu (21/10/2026), Sutan Nasomal menilai terpilihnya Asmidar merupakan cerminan kepercayaan anggota sekaligus peluang untuk memperkuat peran PGRI dalam memajukan dunia pendidikan.
“Kami meyakini terpilihnya Ibu Asmidar merupakan bukti bahwa semangat kebersamaan dan solidaritas di tubuh PGRI Cabang Kuta Baharu terus tumbuh. Ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan amanah besar untuk memperjuangkan kepentingan guru dan meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Ia berharap kepemimpinan baru tersebut mampu menjadi inspirasi bagi para pendidik, terutama perempuan, untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan pendidikan di daerah.
Mengemban Amanah di Tengah Tantangan Pendidikan
Asmidar, S.Pd., diketahui mengemban tugas sebagai kepala sekolah di UPTD SPF SD Negeri Lentong, Kecamatan Kuta Baharu, yang berada di wilayah dengan tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam memahami kebutuhan para guru, memperjuangkan aspirasi tenaga pendidik, serta mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih baik.
Kepemimpinan perempuan dalam organisasi profesi guru juga menjadi pesan bahwa kompetensi, integritas, dedikasi, dan kemampuan merangkul anggota merupakan unsur penting dalam membangun organisasi yang kuat. PGRI Cabang Kuta Baharu diharapkan semakin aktif menjadi wadah komunikasi, pengembangan kompetensi, perlindungan profesi, dan penguatan solidaritas bagi seluruh anggotanya.
Dihadiri Unsur PGRI, Pemerintah Kecamatan, dan Kepolisian
Konferensi XXIII PGRI Cabang Kuta Baharu Tahun 2026 berlangsung dalam suasana kebersamaan dan semangat persatuan. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Aceh Singkil, Zainal Abidin, S.Pd.; Ketua Perempuan PGRI Kabupaten Aceh Singkil, Amelia, S.Pd.; Wakil Ketua I Purwanti Ginting, S.Pd.Gr.; Wakil Ketua II Satriadi, S.Pd.; serta Wakil Ketua III Rusman, S.Pd., M.Pd.
Turut hadir Sekretaris PGRI Cabang Kuta Baharu, Suriadi, S.Pd., M.Pd.; Ketua Bidang Pengembangan Profesi dan Karier Guru serta Tenaga Kependidikan, Mustafa, S.Pd.; dan Ketua Bidang Pembinaan Mental dan Karakter, Ayu Linawati, S.Pd.
Hadir pula Camat Kuta Baharu, Drs. Rahim; Kapolsek Kuta Baharu, Iptu Muhammad Amin; Kepala Desa Sumber Mukti; Ketua PGRI Cabang Kuta Baharu masa bakti sebelumnya, Mustolih, S.Pd.; Ketua Panitia, Sumarno, S.Pd.; serta para kepala sekolah dan guru dari berbagai satuan pendidikan di Kecamatan Kuta Baharu.
Ketua Panitia, Sumarno, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada unsur Muspika, pemerintah desa, para kepala sekolah, serta seluruh guru yang telah memberikan dukungan sehingga konferensi dapat terselenggara. Ia berharap forum tersebut menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjaga kekompakan, memperkuat koordinasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Kecamatan Kuta Baharu.
Mustolih Ajak Anggota Menjaga Kekompakan
Ketua PGRI Cabang Kuta Baharu masa bakti 2020–2024, Mustolih, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dirinya selama menjalankan amanah organisasi.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa kepemimpinannya terdapat kekurangan. Menurutnya, dinamika dalam organisasi merupakan bagian dari proses pembelajaran yang harus disikapi dengan kedewasaan, kebersamaan, dan semangat untuk terus memperbaiki diri.
Mustolih mengajak seluruh anggota untuk menyukseskan konferensi serta tetap menjaga persatuan dalam menjalankan program dan arahan organisasi.
Baginya, keberlanjutan perjuangan PGRI tidak hanya bergantung pada sosok pemimpin, tetapi juga pada komitmen seluruh anggota untuk bekerja bersama demi kepentingan guru dan masa depan pendidikan.
Zainal Abidin: Konferensi Bukan Sekadar Pergantian Kepemimpinan
Ketua PGRI Kabupaten Aceh Singkil, Zainal Abidin, S.Pd., menegaskan bahwa konferensi merupakan momentum strategis untuk memperkuat komitmen organisasi, mempererat solidaritas, dan melanjutkan perjuangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Ia juga memperkenalkan Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., yang disebut sebagai pakar hukum internasional serta Ketua LBH PGRI dan Dewan Pakar PGRI Kabupaten Aceh Singkil.
Zainal berharap kepemimpinan yang baru dapat menjalankan amanah secara bertanggung jawab, merangkul seluruh anggota, serta memperkuat peran PGRI sebagai wadah aspirasi, perlindungan profesi, dan peningkatan kompetensi guru.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan salam hormat dan ucapan selamat atas terselenggaranya Konferensi XXIII PGRI Cabang Kuta Baharu dari Ibunda Guru Kabupaten Aceh Singkil, Hj. Habibahtussania.
Pesan yang disampaikan kepada para guru adalah agar senantiasa menjaga semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Ilmu yang diajarkan dengan keikhlasan, kesabaran, dan ketulusan diharapkan menjadi amal kebaikan yang memberikan manfaat bagi generasi penerus.
Zainal juga mengajak seluruh insan pendidikan mendukung program Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, berkualitas, dan mampu melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas.
Camat dan Kapolsek Tekankan Pentingnya Sinergi
Kapolsek Kuta Baharu, Iptu Muhammad Amin, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran guru dan PGRI dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia mengajak para pendidik, masyarakat, dan unsur kepolisian memperkuat sinergi untuk menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta kondusif bagi berlangsungnya proses pendidikan.
Menurutnya, solidaritas dan kerja sama lintas sektor menjadi modal penting untuk membangun generasi yang berkarakter, berprestasi, dan bertanggung jawab. Sementara itu, Camat Kuta Baharu, Drs. Rahim, menyampaikan bahwa PGRI memiliki peran strategis dalam membentuk generasi penerus bangsa yang beriman, bertakwa, cerdas, dan berkarakter.
Ia mengingatkan bahwa profesi guru bukan sekadar pekerjaan menyampaikan ilmu pengetahuan, melainkan juga amanah moral untuk membimbing, mendidik, dan memberikan teladan kepada peserta didik. Camat berharap PGRI terus memperkuat solidaritas, menumbuhkan semangat gotong royong, menjunjung tinggi disiplin, serta meningkatkan mutu pembelajaran dan prestasi peserta didik di seluruh satuan pendidikan.
“PGRI yang kuat adalah PGRI yang solid, bersatu, dan mampu bergerak bersama untuk kemajuan pendidikan,” demikian pesan yang disampaikan.
Camat Kuta Baharu kemudian membuka secara resmi Konferensi XXIII PGRI Cabang Kuta Baharu Tahun 2026. Ia berharap konferensi tersebut menghasilkan kepengurusan yang amanah, solid, dan mampu membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan.
Asmidar Diharapkan Membawa Semangat Baru bagi PGRI
Terpilihnya Asmidar, S.Pd., menjadi titik awal bagi kepemimpinan baru PGRI Cabang Kuta Baharu. Kepercayaan yang diberikan anggota diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang konkret, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan guru.
Sejumlah hal yang menjadi harapan ke depan antara lain penguatan komunikasi antaranggota, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, perlindungan profesi guru, serta perhatian terhadap tantangan yang dihadapi sekolah-sekolah di wilayah terpencil.
Kepemimpinan yang terbuka dan mampu merangkul seluruh elemen organisasi diharapkan dapat menjadikan PGRI semakin dekat dengan anggotanya sekaligus berperan aktif dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil.
Konferensi XXIII ini menjadi pengingat bahwa pergantian kepemimpinan bukanlah akhir dari perjuangan organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk menjaga marwah profesi guru dan memperjuangkan masa depan pendidikan.
Sutan Nasomal: Persatuan Guru Adalah Kekuatan Bangsa
Menutup keterangannya, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., mengajak seluruh anggota PGRI untuk menyambut kepemimpinan baru dengan semangat persatuan, saling menghormati, dan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan.
Ia berharap Asmidar dapat menjalankan amanah dengan penuh integritas, mengutamakan kepentingan anggota, serta menjadikan PGRI sebagai organisasi yang semakin solid dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Pendidikan yang hebat membutuhkan guru yang bermartabat, organisasi yang kuat, dan kepemimpinan yang memiliki komitmen. Mari kita dukung bersama kemajuan pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil. Dengan persatuan dan kerja nyata, kita dapat membangun generasi bangsa yang berilmu, berkarakter, berdaya saing, serta memiliki cita-cita menjadi pemimpin di negeri tercinta, Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh insan pendidikan untuk terus menanamkan semangat pengabdian, menjaga kehormatan profesi, dan memperkuat kolaborasi demi masa depan generasi penerus bangsa.
Hidup Guru! Hidup PGRI! Salam Solidaritas!
Redaksi



















