SUMBAR | SOLOK | Buserinvestigasi24.com
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) di Nagari Dilam, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, menghadirkan program kerja unggulan bertajuk “Satu Langkah untuk Lingkungan, Satu Tugu untuk Kenangan” sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Program tersebut diwujudkan melalui penyediaan tujuh unit tong sampah organik dan anorganik di sejumlah titik strategis serta pembangunan tugu berbentuk bola di Lapangan Sepak Bola Nagari Dilam yang diharapkan dapat menjadi salah satu ikon baru nagari.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara seluruh mahasiswa KKN UNP Nagari Dilam bersama Pemerintah Nagari Dilam, perangkat jorong, pemuda, serta masyarakat setempat. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, mulai dari observasi kondisi lingkungan, perencanaan program, persiapan bahan dan perlengkapan, pembuatan serta pengecatan tong sampah, pembangunan pondasi dan tugu, hingga tahap penyelesaian akhir.
Seluruh proses tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan gotong royong sebagai bagian dari upaya menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Program ini berangkat dari hasil observasi mahasiswa bersama Pemerintah Nagari Dilam dan masyarakat yang menemukan bahwa pemahaman mengenai pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan. Sebagian masyarakat masih terbiasa membuang sampah tanpa melakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik. Di sisi lain, praktik membakar sampah masih menjadi salah satu cara yang umum dilakukan untuk mengurangi timbunan sampah.
Minimnya edukasi mengenai pengelolaan sampah juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan masyarakat belum sepenuhnya memahami perbedaan karakteristik sampah, termasuk waktu penguraian dan dampaknya terhadap lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN UNP untuk menghadirkan program yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran dan kebiasaan baru di tengah masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab.
Salah seorang warga Nagari Dilam, Sarwo Edi (59), menyambut baik program yang dihadirkan mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, sebagian masyarakat selama ini masih terbiasa mengumpulkan dan membakar sampah karena belum mendapatkan edukasi yang memadai mengenai pengelolaan sampah.
«“Kalau di sini biasanya kalau ada sampah langsung dikumpulkan, kemudian dibakar. Belum banyak masyarakat yang mengetahui bahwa ada sampah yang cepat terurai dan ada juga yang membutuhkan waktu sangat lama. Sampah organik dan anorganik juga masih banyak yang dicampur,” ujar Sarwo Edi kepada awak media Buserinvestigasi24.com.»
Ia berharap kehadiran program KKN tersebut dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk mulai memahami pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah.
«“Mudah-mudahan dengan adanya program dari adik-adik KKN ini, masyarakat menjadi lebih paham, mulai terbiasa memilah sampah, dan semakin peduli menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya.»
Sebagai bagian dari upaya tersebut, mahasiswa KKN UNP menyediakan tujuh unit tong sampah organik dan anorganik yang ditempatkan di sejumlah lokasi strategis, yakni Lapangan Sepak Bola Nagari Dilam, Kantor Wali Nagari Dilam, Jorong Batu Kijang, Jorong Batu Karak, SDN Kapalo Koto, SDN 21 Dilam, dan SDN 06 Dilam.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi tempat pembuangan sampah, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat untuk mulai membiasakan diri memilah sampah sejak dari sumbernya.
Selain program pengelolaan sampah, mahasiswa KKN UNP juga membangun sebuah tugu berbentuk bola dengan tinggi sekitar 130 sentimeter di Lapangan Sepak Bola Nagari Dilam. Tugu tersebut diharapkan menjadi landmark baru sekaligus simbol semangat kebersamaan, gotong royong, dan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah nagari, pemuda, serta masyarakat.
Dalam pelaksanaan program tersebut, setiap anggota kelompok KKN mengambil peran sesuai dengan tugas masing-masing. Mulai dari perencanaan, pengadaan bahan, pembuatan dan pengecatan tong sampah, pembangunan tugu, koordinasi dengan pemerintah nagari, hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan dilakukan secara bersama-sama.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari proses pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Program kerja tersebut juga mendapatkan arahan dan pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bd. Welly Handayani, S.ST., M.Keb. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tahapan kegiatan berjalan secara terarah serta program yang dilaksanakan dapat menjawab kebutuhan dan permasalahan yang ditemukan di tengah masyarakat.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa didorong untuk menghadirkan program yang tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga memiliki nilai keberlanjutan dan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat Nagari Dilam.
Ketua Kelompok KKN UNP Nagari Dilam, Aget Sapriadi, mengatakan bahwa program tersebut lahir dari hasil pengamatan langsung mahasiswa terhadap kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, penyediaan tong sampah organik dan anorganik merupakan langkah awal untuk mendorong masyarakat agar mulai membangun kebiasaan memilah sampah. Sementara itu, pembangunan tugu bola diharapkan dapat menjadi simbol kebersamaan sekaligus identitas baru bagi Nagari Dilam.
«“Program ini berangkat dari hasil observasi yang kami lakukan bersama pemerintah nagari dan masyarakat. Kami melihat masih perlunya peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Karena itu, kami berinisiatif menghadirkan tong sampah organik dan anorganik yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas, tetapi juga sebagai media edukasi,” ujar Aget Sapriadi.»
Ia berharap masyarakat dapat mulai membiasakan diri memilah sampah sejak dari sumbernya dan menjaga fasilitas yang telah disediakan secara bersama-sama.
«“Kami berharap masyarakat mulai terbiasa memilah sampah sejak dari sumbernya. Sementara itu, tugu bola yang kami bangun diharapkan dapat menjadi identitas baru sekaligus simbol kebersamaan antara mahasiswa KKN dan masyarakat Nagari Dilam,” lanjutnya.»
Apresiasi terhadap program tersebut juga disampaikan oleh warga Nagari Dilam, Gustanti (55). Ia menilai program yang dilaksanakan mahasiswa KKN UNP memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
«“Program ini sangat bagus dan bermanfaat bagi kami. Sekarang masyarakat memiliki tempat sampah yang lebih layak sehingga bisa mulai belajar membuang dan memilah sampah dengan benar. Tugu bola yang dibangun juga membuat lapangan terlihat lebih bagus dan memiliki ciri khas,” ungkap Gustanti.»
Ia berharap fasilitas yang telah dibangun mahasiswa KKN dapat dirawat dan dimanfaatkan secara bersama-sama.
«“Kami berharap apa yang sudah dibuat oleh adik-adik KKN ini dapat dijaga bersama agar manfaatnya bisa terus dirasakan masyarakat,” tambahnya.»
Melalui program “Satu Langkah untuk Lingkungan, Satu Tugu untuk Kenangan”, mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang berharap dapat mendorong tumbuhnya budaya peduli lingkungan di Nagari Dilam, khususnya melalui kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Penyediaan tong sampah organik dan anorganik diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Sementara itu, keberadaan tugu bola di Lapangan Sepak Bola Nagari Dilam diharapkan dapat menjadi simbol semangat gotong royong, kebersamaan, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Program tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah nagari, pemuda, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang semakin bersih, tertata, serta memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. (Jono.Ms)



















