SUMBAR | SOLOK | Buserinvestigasi24.com
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) Nagari Indudur, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, menghadirkan inovasi edukasi kesehatan masyarakat melalui program kerja bertajuk “Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Aplikasi Augmented Reality (AR)”.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026, di Postu (Pos Pelayanan Terpadu) Nagari Indudur tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNP dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Program ini merupakan hasil kolaborasi seluruh anggota kelompok KKN dengan mengintegrasikan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media edukasi yang interaktif, inovatif, dan menarik. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu menghadirkan metode penyampaian informasi kesehatan yang lebih mudah dipahami dan dapat menarik perhatian masyarakat.
Aplikasi Augmented Reality yang digunakan dalam kegiatan ini dikembangkan oleh Nico Danuarta, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika. Ia berperan dalam proses pembuatan dan pengembangan aplikasi sebagai bagian dari kontribusinya dalam mendukung program kerja kelompok.
Sementara itu, anggota kelompok KKN lainnya turut mengambil peran dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari penyusunan konsep, pengembangan materi edukasi, persiapan media pendukung, koordinasi, hingga pelaksanaan kegiatan edukasi secara langsung di lapangan.
Melalui aplikasi Augmented Reality tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan berbagai informasi mengenai stunting, mulai dari pengertian, faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.
Pemanfaatan teknologi AR menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk menghadirkan pendekatan edukasi yang lebih modern dan interaktif. Dengan metode tersebut, informasi mengenai kesehatan dan pencegahan stunting diharapkan dapat diterima masyarakat secara lebih menarik serta mudah dipahami.
Selain aplikasi Augmented Reality, mahasiswa KKN juga menghadirkan banner edukasi stunting sebagai media informasi pendukung. Banner tersebut memuat berbagai informasi dan pesan edukatif mengenai stunting yang disajikan secara sederhana, visual, dan informatif.
Kombinasi antara teknologi digital dan media visual tersebut menjadi bagian dari rangkaian edukasi yang dirancang secara bersama oleh seluruh anggota kelompok KKN. Kehadiran kedua media tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan penyampaian informasi serta memberikan pengalaman edukasi yang lebih beragam kepada masyarakat.
Ketua Kelompok KKN Nagari Indudur, Fahrel Maulanna, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan hasil kreativitas dan kerja sama seluruh anggota kelompok dalam menghadirkan inovasi yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi Augmented Reality yang dipadukan dengan media banner edukasi menjadi salah satu cara untuk menyampaikan informasi mengenai stunting dengan pendekatan yang lebih menarik dan mudah diterima masyarakat.
“Program ini merupakan hasil kerja sama seluruh anggota kelompok. Kami berupaya menghadirkan inovasi edukasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, setiap anggota kelompok memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Nico Danuarta bertanggung jawab terhadap pembuatan dan pengembangan aplikasi Augmented Reality, sementara anggota kelompok lainnya berkontribusi dalam penyusunan materi, desain dan persiapan banner, perencanaan kegiatan, koordinasi, hingga pelaksanaan edukasi kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata semangat kebersamaan mahasiswa KKN UNP Nagari Indudur dalam menghasilkan sebuah program kerja yang inovatif, edukatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Program ini juga mendapat arahan serta pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Zulbahri, S.Pd., M.Pd. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik dan tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui program “Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Aplikasi Augmented Reality”, mahasiswa KKN UNP Nagari Indudur berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting, pemenuhan gizi yang baik, penerapan pola hidup sehat, serta perhatian terhadap tumbuh kembang anak.
Lebih dari sekadar kegiatan edukasi, program tersebut juga menjadi bukti bahwa teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendukung penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat.
Dengan menggabungkan aplikasi Augmented Reality, banner edukasi, serta kolaborasi seluruh anggota kelompok, mahasiswa KKN UNP Nagari Indudur berharap program ini dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat sekaligus mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah bersama dalam mendukung terciptanya generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan memiliki masa depan yang lebih baik. (Red)



















