Mahasiswa KKN UNP Nagari Indudur Hadirkan Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Augmented Reality

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAR | SOLOK | Buserinvestigasi24.com

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) Nagari Indudur, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, menghadirkan inovasi edukasi kesehatan masyarakat melalui program kerja bertajuk “Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Aplikasi Augmented Reality (AR)”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 13 Juli 2026, di Postu (Pos Pelayanan Terpadu) Nagari Indudur tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNP dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Program ini merupakan hasil kolaborasi seluruh anggota kelompok KKN dengan mengintegrasikan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media edukasi yang interaktif, inovatif, dan menarik. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu menghadirkan metode penyampaian informasi kesehatan yang lebih mudah dipahami dan dapat menarik perhatian masyarakat.

Aplikasi Augmented Reality yang digunakan dalam kegiatan ini dikembangkan oleh Nico Danuarta, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika. Ia berperan dalam proses pembuatan dan pengembangan aplikasi sebagai bagian dari kontribusinya dalam mendukung program kerja kelompok.

Sementara itu, anggota kelompok KKN lainnya turut mengambil peran dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari penyusunan konsep, pengembangan materi edukasi, persiapan media pendukung, koordinasi, hingga pelaksanaan kegiatan edukasi secara langsung di lapangan.

Melalui aplikasi Augmented Reality tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan berbagai informasi mengenai stunting, mulai dari pengertian, faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

Pemanfaatan teknologi AR menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk menghadirkan pendekatan edukasi yang lebih modern dan interaktif. Dengan metode tersebut, informasi mengenai kesehatan dan pencegahan stunting diharapkan dapat diterima masyarakat secara lebih menarik serta mudah dipahami.

Selain aplikasi Augmented Reality, mahasiswa KKN juga menghadirkan banner edukasi stunting sebagai media informasi pendukung. Banner tersebut memuat berbagai informasi dan pesan edukatif mengenai stunting yang disajikan secara sederhana, visual, dan informatif.

Kombinasi antara teknologi digital dan media visual tersebut menjadi bagian dari rangkaian edukasi yang dirancang secara bersama oleh seluruh anggota kelompok KKN. Kehadiran kedua media tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan penyampaian informasi serta memberikan pengalaman edukasi yang lebih beragam kepada masyarakat.

Baca Juga:  Prof.Sutan Nasomal: Presiden RI Harus Waspada, Jangan Terjebak Permainan Kepentingan Elit Global

Ketua Kelompok KKN Nagari Indudur, Fahrel Maulanna, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan hasil kreativitas dan kerja sama seluruh anggota kelompok dalam menghadirkan inovasi yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi Augmented Reality yang dipadukan dengan media banner edukasi menjadi salah satu cara untuk menyampaikan informasi mengenai stunting dengan pendekatan yang lebih menarik dan mudah diterima masyarakat.

“Program ini merupakan hasil kerja sama seluruh anggota kelompok. Kami berupaya menghadirkan inovasi edukasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, setiap anggota kelompok memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Nico Danuarta bertanggung jawab terhadap pembuatan dan pengembangan aplikasi Augmented Reality, sementara anggota kelompok lainnya berkontribusi dalam penyusunan materi, desain dan persiapan banner, perencanaan kegiatan, koordinasi, hingga pelaksanaan edukasi kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata semangat kebersamaan mahasiswa KKN UNP Nagari Indudur dalam menghasilkan sebuah program kerja yang inovatif, edukatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Program ini juga mendapat arahan serta pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Zulbahri, S.Pd., M.Pd. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik dan tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui program “Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Aplikasi Augmented Reality”, mahasiswa KKN UNP Nagari Indudur berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting, pemenuhan gizi yang baik, penerapan pola hidup sehat, serta perhatian terhadap tumbuh kembang anak.

Lebih dari sekadar kegiatan edukasi, program tersebut juga menjadi bukti bahwa teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendukung penyampaian informasi kesehatan kepada masyarakat.

Dengan menggabungkan aplikasi Augmented Reality, banner edukasi, serta kolaborasi seluruh anggota kelompok, mahasiswa KKN UNP Nagari Indudur berharap program ini dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat sekaligus mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah bersama dalam mendukung terciptanya generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan memiliki masa depan yang lebih baik. (Red)

Berita Terkait

Prof.Dr.Sutan Nasomal : Tak Perlu Takut dengan Aksi Demo Besar, Jadikan Ruang Komunikasi Sehat antara Rakyat dan Pemerintah
Diduga 2 Kapal Milik BUMD Pelalawan Beroperasi di Kuala Kampar, GMPI Pertanyakan Status Aset
Mahasiswa KKN UNP Hadirkan Tong Sampah Organik–Anorganik dan Tugu Bola, Dorong Kepedulian Lingkungan di Nagari Dilam
Satresnarkoba Polres Rohul Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Ujung Batu, Sita Barang Bukti 3,89 Gram
Luar Biasa! Tak Pandang Bulu, Dalam Empat Bulan AKP Dr.Raja Kosmos Ungkap Beragam Perkara Menonjol, Tegaskan! Penegakan Hukum Harus Berikan Kepastian, Keadilan, dan Kemanfaatan
Klarifikasi Dugaan Penyalahgunaan Identitas Wartawan dan Dugaan Pemerasan, Prof.Dr.Sutan Nasomal: Laporan Polisi Bukan Vonis, Fakta Harus Diuji Melalui Proses Hukum
Disiplin ASN di Pelalawan Diperketat, Kebijakan Shalat Berjemaah Pemkab Pelalawan Tuai Apresiasi Lembaga Anti Korupsi
LAPORAN DUGAAN PENYALAHGUNAAN DANA DESA SALUASSING MASUK POLRES MAMASA, PUBLIK MENANTI JAWABAN TERBUKA
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:12

Prof.Dr.Sutan Nasomal : Tak Perlu Takut dengan Aksi Demo Besar, Jadikan Ruang Komunikasi Sehat antara Rakyat dan Pemerintah

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:46

Mahasiswa KKN UNP Nagari Indudur Hadirkan Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Augmented Reality

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:35

Diduga 2 Kapal Milik BUMD Pelalawan Beroperasi di Kuala Kampar, GMPI Pertanyakan Status Aset

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:18

Mahasiswa KKN UNP Hadirkan Tong Sampah Organik–Anorganik dan Tugu Bola, Dorong Kepedulian Lingkungan di Nagari Dilam

Minggu, 2 Agustus 2026 - 04:24

Satresnarkoba Polres Rohul Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Ujung Batu, Sita Barang Bukti 3,89 Gram

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:34

Klarifikasi Dugaan Penyalahgunaan Identitas Wartawan dan Dugaan Pemerasan, Prof.Dr.Sutan Nasomal: Laporan Polisi Bukan Vonis, Fakta Harus Diuji Melalui Proses Hukum

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:15

Disiplin ASN di Pelalawan Diperketat, Kebijakan Shalat Berjemaah Pemkab Pelalawan Tuai Apresiasi Lembaga Anti Korupsi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:55

LAPORAN DUGAAN PENYALAHGUNAAN DANA DESA SALUASSING MASUK POLRES MAMASA, PUBLIK MENANTI JAWABAN TERBUKA

Berita Terbaru