PROF.DR.SUTAN NASOMAL: AMERIKA PANIK HINGGA DATANG KE CHINA, IRAN DISEBUT MENANG DALAM KONFLIK PERANG

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 04:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Buserinvestigasi24.com

Dinamika geopolitik dunia kembali menjadi sorotan tajam setelah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Profesor Doktor Sutan Nasomal SH MH menilai, langkah Amerika Serikat mendekati China menunjukkan adanya kepanikan geopolitik akibat melemahnya posisi Amerika dan sekutunya dalam menghadapi Iran.

Menurut Prof Dr Sutan Nasomal, kedatangan Presiden Amerika Serikat ke China dapat dimaklumi sebagai bagian dari upaya membangun kembali hubungan perdagangan dan diplomasi bilateral yang sebelumnya mengalami ketegangan cukup panjang.

“Amerika kini berupaya membuka catatan baru hubungan dagang dengan China, termasuk membahas penurunan tarif dan kemudahan perdagangan kedua negara. Situasi ini menunjukkan bahwa Amerika membutuhkan dukungan strategis dalam menghadapi kondisi global yang semakin rumit,” ujar Prof Dr Sutan Nasomal SH MH, Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional sekaligus Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia, saat diwawancarai para pimpinan redaksi media nasional dan internasional di kantornya kawasan Cijantung, Jakarta, Kamis (22/05/2026).

Ia menilai, salah satu kepentingan utama Amerika mendekati China adalah agar Negeri Tirai Bambu tersebut dapat membantu menciptakan komunikasi yang lebih lunak dengan Iran, khususnya terkait keamanan jalur perdagangan internasional di Selat Hormuz.

“Amerika membutuhkan stabilitas di Selat Hormuz agar kembali aman dilintasi kapal-kapal dunia. Karena itu, hubungan dengan China menjadi sangat penting dalam membangun keseimbangan baru,” tegasnya.

Prof Sutan Nasomal juga menyebut, selama ini Amerika Serikat dikenal sebagai negara adidaya dunia. Namun, menurut pandangannya, konflik berkepanjangan dengan Iran pada tahun 2026 telah mengubah persepsi global terhadap kekuatan militer Amerika.

“Kehebatan militer Amerika bagi Iran saat ini dianggap tidak lagi menakutkan. Berbulan-bulan konflik berlangsung, namun Amerika bersama Israel dinilai belum mampu melumpuhkan kekuatan militer Iran secara penuh,” katanya.

Baca Juga:  Wabup Husni Tamrin Raih Juara 1 Plak A pada Farewell Golf Game Kakanwil Ditjenpas Riau

Potensi Konflik Global Semakin Besar

Lebih lanjut, Prof Sutan Nasomal mengungkapkan adanya indikasi penguatan komunikasi strategis antara Iran, China, Rusia, dan Korea Utara dalam menghadapi dominasi Amerika Serikat dan Israel di berbagai kawasan dunia.

Ia bahkan memperingatkan kemungkinan munculnya konflik yang lebih besar, termasuk ancaman perang nuklir berskala menengah maupun besar apabila situasi global terus memanas tanpa solusi diplomatik yang jelas.

“Konflik dunia saat ini sangat berbahaya. Jika tidak dikendalikan melalui jalur diplomasi internasional, maka risiko perang besar akan semakin terbuka,” ujarnya.

Menurutnya, perang yang berlangsung telah menimbulkan ribuan korban jiwa di berbagai pihak, termasuk Iran, Lebanon, Yaman, Israel, dan Amerika Serikat. Selain itu, biaya perang disebut telah mencapai angka triliunan rupiah dengan dampak kehancuran ekonomi global yang sangat besar.

Dampak Ekonomi dan Ancaman Revolusi Sosial

Prof Sutan Nasomal juga menyoroti dampak ekonomi global akibat konflik geopolitik tersebut. Kenaikan harga minyak dan energi dinilai berpotensi memicu krisis sosial di banyak negara berkembang.

“Banyak negara akan kesulitan mempertahankan stabilitas nasional karena mahalnya energi dan kebutuhan pokok. Kenaikan harga dapat menjadi pemicu revolusi sosial apabila para pemimpin negara tidak peka terhadap kondisi rakyatnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, dunia saat ini tengah memasuki fase perubahan besar yang akan melahirkan sistem dan tatanan baru dalam bidang politik, hukum, ekonomi, hingga sosial masyarakat internasional.

“Dunia sedang bergerak menuju keseimbangan baru. Sistem lama perlahan akan ditinggalkan dan diganti dengan pola baru yang dianggap lebih kuat dalam mengendalikan kehidupan global,” tutupnya.

Narasumber:

Prof Dr Sutan Nasomal SH MH

Pakar Hukum Internasional

Ekonom Nasional

Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia

Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia

Call Center: 0877-1902-1960

Berita Terkait

2.090 HEKTARE LAHAN ULAYAT PALAS MEMANAS! Dugaan Panjar Fantastis Mencuat, Aktivitas Panen Akasia Disorot — APH DITANTANG BONGKAR SIAPA YANG BERMAIN
LAHAN ULAYAT 2.090 HEKTARE DI DESA PALAS JADI SOROTAN: KADES SAMSARI DITUDING, PT ARARA ABADI DISOROT — APARAT DITANTANG BUKA-BUKAAN
Warga Geram! Galian C ilegal Diduga Milik “Muklis dan Darlin” di Rawang Kao Terus Beroperasi, Aparat Diminta Segera Turun Tangan dan Bertindak Tegas!
LAPOR PAK KAPOLRES! DUGAAN JUDI SABUNG AYAM SEMAKIN MENGGILA DAN MERESAHKAN WARGA DI BUKIT KESUMA, DISEBUT BEBAS BEROPERASI LEBIH DARI SATU TAHUN – WARGA MENYEBUT “NABABAN” SEBAGAI KORLAP
LAPOR PAK BUPATI! KASI PMD (ASN) KEC.LANGGAM DIDUGA MENELANTARKAN ISTRI SIRIH DAN ANAKNYA YANG MASIH KECIL | “SAAT DIKONFIRMASI SELAMA 24 JAM BELIAU MEMILIH BUNGKAM”
DUGAAN PENELANTARAN ANAK OLEH OKNUM ASN DI KEC.LANGGAM MEMANAS, APARAT DIMINTA TIDAK TUTUP MATA: “INTEGRITAS PELAYAN PUBLIK DIPERTARUHKAN”
PERSOALAN LINGKUNGAN PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY MEMANAS! TIGA PEJABAT UTAMA BUNGKAM, DUGAAN LIMBAH DAN SEMPADAN SUNGAI JADI SOROTAN — AKANKAH NEGARA DIAM?
BUNGKAMNYA 3 PEJABAT UTAMA PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, AKANKAH NEGARA TUTUP MATA? DESAKAN WARGA UNTUK MENGAUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENGUAT, APARAT JANGAN HANYA MENJADI PENONTON!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:18

“Jangan Biarkan Rakyat Kecil Kehilangan Harapan”: Mashuri Memohon Ketua DPRD Pelalawan Bantu Cari Jalan Keadilan atas Kebun Sawit Bersertifikat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:21

H. Yose Indrawan, ST Nyatakan Kesiapan Maju di Pilkada Pelalawan, Fokus Serap Aspirasi Masyarakat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:31

Kasus HIV di Pelalawan Bertambah 24 Orang hingga Juli 2026, Total Tercatat 600 Kasus

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:27

DUGAAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN PT MPP MENGGUNCANG KOLAKA: PROF SUTAN NASOMAL DESAK KAPOLDA SULTRA PERINTAHKAN KAPOLRES KOLAKA BUKA TERANG SELURUH RANTAI PERISTIWA

Selasa, 11 Agustus 2026 - 03:43

TIGA TAHUN NYAWA POREPADANG–SABRIANI TERENGGUT, KEADILAN MASIH DIPERTANYAKAN: PUBLIK MENAGIH JAWABAN POLDA SULBAR!

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:10

Tiga Warga Nias Meninggal dalam Rentang Tiga Bulan, Pemuda Demokrasi Indonesia Desak Pengusutan Transparan

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:04

Prof. Sutan Nasomal Dorong Presiden Prabowo Perintahkan Kemenlu dan Kemenaker Selamatkan TKW Asal Tangerang di Libya

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:42

Bupati Pelalawan terima penghargaan, pada peringatan HUT Propinsi Riau ke-69

Berita Terbaru