Prof.Dr.Sutan Nasomal Minta Presiden RI dan Kementerian Luar Negeri Serius Upayakan Pembebasan WNI yang Ditahan Israel

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Buserinvestigasi24.com

Sutan Nasomal meminta Presiden Republik Indonesia serta Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) mengambil langkah serius dan cepat dalam mengupayakan pembebasan warga negara Indonesia (WNI) yang dilaporkan ditahan oleh pasukan militer Israel di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah. Rabu (20/05/2026)

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal menyusul beredarnya kabar mengenai penangkapan sejumlah WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla.

Adapun sembilan WNI yang dilaporkan berada dalam rombongan tersebut yakni:

Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa),

Kapal Zapyro

Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa), Kapal Zapyro

Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat), Kapal Josef

Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso), Kapal Kasr-1

Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171), Kapal Kasr-1

Bambang Noroyono (Republika), Kapal BoraLize

Thoudy Badai Rifan Billah (Republika), Kapal Ozgurluk

Andre Prasetyo Nugroho (Tempo), Kapal Ozgurluk

Rahendro Herubowo (GPCI – iNewsTV), Kapal Ozgurluk

Menurut Prof. Sutan Nasomal, situasi konflik yang memanas antara Israel dan Iran membuat seluruh kawasan berada dalam pengawasan ketat militer, sehingga setiap pergerakan warga negara asing di wilayah konflik berpotensi menghadapi tindakan keamanan dari pihak berwenang setempat.

“Kondisi perang membuat pengawasan keamanan semakin ketat. Karena itu, pemerintah Indonesia harus bergerak cepat melalui jalur diplomasi untuk memastikan keselamatan seluruh WNI yang berada di kawasan konflik,” ujar Prof. Sutan Nasomal kepada tim media.

Baca Juga:  Pelantikan DPC AKPERSI ROHUL, DPD LSM PENJARA Turut hadir

Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antara perusahaan media dan pemerintah pusat apabila terdapat jurnalis Indonesia yang ditugaskan meliput di wilayah perang atau zona konflik internasional.

“Seharusnya perusahaan media di Indonesia memberikan pemberitahuan resmi kepada pemerintah pusat apabila ada wartawan atau jurnalis yang ditugaskan memasuki wilayah konflik. Dengan demikian, Kementerian Luar Negeri dapat lebih awal melakukan komunikasi diplomatik kepada negara terkait guna memberikan perlindungan terhadap WNI,” jelasnya.

Prof. Sutan Nasomal turut meminta Presiden RI segera menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan langkah diplomasi intensif melalui negara-negara sahabat yang memiliki hubungan baik dengan Israel, termasuk negara-negara di kawasan Eropa dan Amerika.

Ia berharap pendekatan diplomatik tersebut dapat membuka jalan bagi pembebasan seluruh WNI yang saat ini dikabarkan berada dalam tahanan pihak militer Israel.

“Presiden RI diharapkan segera mengutus Kementerian Luar Negeri untuk melakukan komunikasi diplomatik melalui negara-negara sahabat agar seluruh WNI yang saat ini ditahan dapat segera dibebaskan dan dipulangkan dengan selamat,” tegasnya.

Situasi ini pun menjadi perhatian serius publik Indonesia, khususnya terkait perlindungan warga negara di kawasan konflik internasional. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah cepat, terukur, dan diplomatis demi memastikan keselamatan seluruh WNI yang berada di wilayah rawan konflik.

Narasumber:

Prof.Dr.Sutan Nasomal, SH.,MH.

Berita Terkait

Menteri Kehutanan RI Tinjau Lokasi Karhutla dan Gelar Bakti Kesehatan di Ukui Pelalawan
Polsek Tambusai Utara Tangkap Dua Pengedar Narkotika di Mahato, Sita Barang Bukti 22 Paket Sabu
2.090 HEKTARE LAHAN ULAYAT PALAS MEMANAS! Dugaan Panjar Fantastis Mencuat, Aktivitas Panen Akasia Disorot — APH DITANTANG BONGKAR SIAPA YANG BERMAIN
LAHAN ULAYAT 2.090 HEKTARE DI DESA PALAS JADI SOROTAN: KADES SAMSARI DITUDING, PT ARARA ABADI DISOROT — APARAT DITANTANG BUKA-BUKAAN
LAPOR PAK BUPATI! KASI PMD (ASN) KEC.LANGGAM DIDUGA MENELANTARKAN ISTRI SIRIH DAN ANAKNYA YANG MASIH KECIL | “SAAT DIKONFIRMASI SELAMA 24 JAM BELIAU MEMILIH BUNGKAM”
DUGAAN PENELANTARAN ANAK OLEH OKNUM ASN DI KEC.LANGGAM MEMANAS, APARAT DIMINTA TIDAK TUTUP MATA: “INTEGRITAS PELAYAN PUBLIK DIPERTARUHKAN”
PERSOALAN LINGKUNGAN PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY MEMANAS! TIGA PEJABAT UTAMA BUNGKAM, DUGAAN LIMBAH DAN SEMPADAN SUNGAI JADI SOROTAN — AKANKAH NEGARA DIAM?
BUNGKAMNYA 3 PEJABAT UTAMA PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, AKANKAH NEGARA TUTUP MATA? DESAKAN WARGA UNTUK MENGAUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENGUAT, APARAT JANGAN HANYA MENJADI PENONTON!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21

“Carim Diduga Menjual Lahan Joris Manatar Hutabarat kepada Kalengi Kaban Tanpa Sepengetahuan Joris, Aparat Penegak Hukum Wajib Bertindak Tegas!”

Sabtu, 26 September 2026 - 07:06

Semangat Gotong Royong untuk Kamtibmas, Pos Kamling CSR PT Serikat Putra Hadir di RT 05 Desa Angkasa

Jumat, 25 September 2026 - 10:43

Wujudkan Kepedulian Umat dan Eratkan Silaturahmi, Komunitas Maxim Pekanbaru Bersatu Gelar Bakti Sosial Bersihkan Masjid Darul Hikmah

Jumat, 25 September 2026 - 10:28

Sambang Nusa di Selat Guntung Perkuat Sinergi Polairud, Pemerintah Kampung dan Masyarakat

Jumat, 25 September 2026 - 04:16

Prof. Sutan Nasomal: Menkeu Baru Diharapkan Bawa Terobosan Fiskal dan Perkuat Ekonomi Nasional

Rabu, 23 September 2026 - 11:49

Ratusan Jamaah Padati Masjid Al Munawwarah, Wabup Husni Tamrin Konsisten Tebar Sedekah Subuh

Selasa, 22 September 2026 - 12:43

Wabup Husni Tamrin kepada Mahasiswa Baru ITP2I: Setinggi Apa Pun Cita-Cita, Jangan Pernah Lupakan Orang Tua

Selasa, 22 September 2026 - 10:57

Puslitbang Polri Laksanakan Penelitian Evaluasi Mutu Pengadaan di Polres Pelalawan

Berita Terbaru