Prof.Dr.Sutan Nasomal Soroti Pelemahan Daya Beli Masyarakat: “Lapor Pak Prabowo, Rakyat Terancam Semakin Sulit”

- Penulis

Kamis, 30 Juli 2026 - 03:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Buserinvestigasi24.com

Kondisi perekonomian dan melemahnya daya beli masyarakat menjadi perhatian serius Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H. Ia meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar memberikan perhatian lebih besar terhadap kondisi ekonomi masyarakat kecil, khususnya para pedagang dan pelaku usaha mikro di berbagai daerah.

Menurut Prof. Sutan Nasomal, keluhan mengenai sepinya pembeli, meningkatnya harga kebutuhan pokok, serta tingginya biaya bahan baku menjadi tantangan yang semakin berat bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari usaha kecil.

«“Lapor kepada Presidenku, Bapak Prabowo Subianto. Saya berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk memperkuat dan menstabilkan perekonomian nasional. Banyak masyarakat mengeluhkan harga kebutuhan yang semakin tinggi, sementara daya beli mereka semakin terbatas. Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian bersama,” ujar Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan daring melalui sambungan telepon seluler, Rabu (29/7/2026).»

Ia menegaskan, masyarakat pada dasarnya memiliki keinginan kuat untuk bekerja dan mencari rezeki yang halal. Namun, ketika daya beli masyarakat menurun, pelaku usaha kecil ikut merasakan dampaknya karena jumlah pembeli berkurang dan perputaran ekonomi menjadi semakin lambat.

Prof. Sutan Nasomal meminta pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan usaha kecil, baik yang berada di perkotaan maupun pedesaan. Menurutnya, penguatan daya beli masyarakat harus menjadi salah satu prioritas dalam kebijakan ekonomi nasional.

«“Masyarakat kecil membutuhkan ruang untuk terus berusaha. Pemerintah perlu menciptakan kebijakan ekonomi yang mampu menjaga daya beli masyarakat, memperkuat sektor usaha mikro dan kecil, serta memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau,” tegasnya.»

Pedagang Kecil Keluhkan Sepinya Pembeli

Gambaran mengenai melemahnya daya beli masyarakat juga disampaikan oleh sejumlah pedagang kecil di wilayah Bogor.

Salah satunya adalah Ibad, pedagang siomay yang berjualan di kawasan Jalan Sukasari 1, Kota Bogor. Ia mengaku merasakan langsung penurunan jumlah pembeli dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Ibad, kondisi tersebut berdampak terhadap pendapatan harian. Tidak jarang dagangan yang dibawa untuk dijual masih tersisa karena tidak seluruhnya habis terjual.

Selain persoalan sepinya pembeli, pedagang juga menghadapi kenaikan harga bahan baku. Ia mencontohkan harga kacang goreng yang sebelumnya sekitar Rp28.000 per kilogram, kini disebut telah mencapai sekitar Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, harga sejumlah jenis sayuran juga mengalami kenaikan yang menurutnya cukup signifikan.

Baca Juga:  Ketua DPRD Riau Sambut Silaturahmi Habib HDW, Siap Bahas Penguatan Ekosistem Digital

Keluhan serupa disampaikan sejumlah pedagang yang berjualan di kawasan lapak belakang halte Sukasari. Mereka mengaku telah merasakan penurunan daya beli masyarakat yang berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan sehari-hari.

Kondisi tersebut, menurut Prof. Sutan Nasomal, perlu mendapatkan perhatian pemerintah agar tidak semakin membebani masyarakat kecil yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi di tingkat akar rumput.

Minta Pemerintah Perkuat Daya Beli dan Lindungi Usaha Kecil

Prof. Sutan Nasomal meyakini Presiden Prabowo Subianto memahami berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, ia berharap pemerintah dapat terus memperkuat kebijakan ekonomi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, melemahnya daya beli dapat memberikan dampak berantai terhadap pelaku usaha. Ketika masyarakat mengurangi belanja, pedagang berpotensi mengalami penurunan omzet. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat menyulitkan keberlangsungan usaha dan meningkatkan beban ekonomi keluarga.

«“Saya berharap pemerintah hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat kecil. Jangan sampai masyarakat kehilangan kemampuan untuk berusaha dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Daya beli harus diperkuat agar roda ekonomi di tingkat bawah kembali bergerak,” kata Prof. Sutan Nasomal.»

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya menerima berbagai keluhan masyarakat mengenai kondisi ekonomi di sejumlah wilayah. Menurutnya, aspirasi tersebut harus menjadi bahan evaluasi dan perhatian bersama bagi pemerintah maupun seluruh pemangku kepentingan.

Prof. Sutan Nasomal berharap pemerintah dapat menyusun strategi ekonomi yang tepat, terukur, dan berkelanjutan untuk memperkuat sektor usaha mikro dan kecil, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, serta meningkatkan daya beli masyarakat.

«“Masyarakat kecil tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin dapat bekerja, berdagang, dan menjalani kehidupan dengan layak. Karena itu, saya berharap pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.»

Ia pun menyampaikan doa dan harapan dari masyarakat Bogor agar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah kepemimpinan, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan perekonomian nasional.

Narasumber :

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Internasional dan Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), Rektor STIH Profesor Sutan Nasomal, Pendiri dan Pengasuh Ponpes Ass-Saqwa Plus, serta Ketua Umum YPLBH Profesor Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H.

Berita Terkait

GMPI Riau Desak APH Bongkar Tuntas Dugaan Persoalan Keuangan Perumda Tuah Sekata: Jangan Biarkan Uang Rakyat Menguap Tanpa Kejelasan, Sisa Kewajiban Disebut Rp18 Miliar
GMPI RIAU DESAK APH BONGKAR TUNTAS DUGAAN PERSOALAN KEUANGAN PERUMDA TUAH SEKATA: SISA UTANG Rp18 MILIAR JANGAN DIBIARKAN JADI TANDA TANYA PUBLIK
Prof.Dr.KH.Sutan Nasomal : Sertifikasi Wartawan Tidak Terbatas pada UKW, Jalur BNSP Juga Diakui Negara
Sholat Zuhur dan Ashar Berjemaah, ASN Diharapkan dapat Meningkatkan Displin dan Memperkuat Silaturahmi
Prof.Dr.Sutan Nasomal Imbau Organisasi Pers Perkuat Sertifikasi dan Kompetensi Profesi Wartawan
Ratusan Warga Kembali Kepung Ampang-Ampang PT CAS, Desak Pengembalian 92,8 Hektare Lahan yang Tak Kunjung Tuntas
Pria 25 Tahun Diamankan Usai Diduga Setubuhi Anak Di Bawah Umur di Pkl.Kuras Pelalawan
Prof. Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Wujudkan Harapan Masyarakat: Tegakkan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:48

GMPI Riau Desak APH Bongkar Tuntas Dugaan Persoalan Keuangan Perumda Tuah Sekata: Jangan Biarkan Uang Rakyat Menguap Tanpa Kejelasan, Sisa Kewajiban Disebut Rp18 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:31

GMPI RIAU DESAK APH BONGKAR TUNTAS DUGAAN PERSOALAN KEUANGAN PERUMDA TUAH SEKATA: SISA UTANG Rp18 MILIAR JANGAN DIBIARKAN JADI TANDA TANYA PUBLIK

Kamis, 30 Juli 2026 - 03:52

Prof.Dr.Sutan Nasomal Soroti Pelemahan Daya Beli Masyarakat: “Lapor Pak Prabowo, Rakyat Terancam Semakin Sulit”

Kamis, 30 Juli 2026 - 03:42

Prof.Dr.KH.Sutan Nasomal : Sertifikasi Wartawan Tidak Terbatas pada UKW, Jalur BNSP Juga Diakui Negara

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:44

Sholat Zuhur dan Ashar Berjemaah, ASN Diharapkan dapat Meningkatkan Displin dan Memperkuat Silaturahmi

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:26

Ratusan Warga Kembali Kepung Ampang-Ampang PT CAS, Desak Pengembalian 92,8 Hektare Lahan yang Tak Kunjung Tuntas

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:32

Pria 25 Tahun Diamankan Usai Diduga Setubuhi Anak Di Bawah Umur di Pkl.Kuras Pelalawan

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:56

Prof. Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Wujudkan Harapan Masyarakat: Tegakkan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Berita Terbaru