Demi Menyenangkan Orang Tua, Cewek Cantik Ini Rela Berbohong Mengaku Pramugari Batik Air

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026 - 15:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta|Buserinvestigasi24.com

Kesedihan kadang tidak datang seperti badai, tapi seperti kabut di landasan, perlahan, dingin, dan menutup pandangan. Di dalam kabut itulah Khairun Nisya berdiri. Seorang cewek cantik 23 tahun asal Palembang, membawa koper besar, seragam rapi, dan kebohongan yang beratnya melebihi batas bagasi kabin. la bukan kriminal. la hanya anak yang terlalu ingin pulang sebagai “orang berhasil”.

Data berbicara jujur, bahkan ketika hati tak sanggup. Dikutip dari Kompas.com, Nisya sempat mendaftar sebagai pramugari Batik Air, namun tidak lolos seleksi. Kegagalan itu bukan akhir, tapi rasa malu menjadikannya jurang. la takut pada satu hal yang paling manusiawi, mengecewakan orang tua. Maka ia memilih jalan sunyi yang keliru, menyamar sebagai pramugari Batik Air dengan membeli seragam, name tag, dan koper melalui online shop.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasat Reskrim Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, menyebut motifnya sederhana sekaligus menyayat, “Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai dalam rangka supaya keluarganya percaya.” Kalimat itu seperti lonceng duka. Betapa dunia memaksa anak-anaknya berbohong demi terlihat berhasil. Nisya memakai seragam itu saat menuju bandara di Palembang, dengan niat berganti pakaian setelah tiba. Namun waktu tak memihak Jadwal mepet, la naik pesawat tetap berseragam hingga mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

Secara teknis, Nisya membeli tiket sebagai penumpang. Namun penampilannya membuat ia disangka extra crew. la lolos hingga onboard, sebelum akhirnya penyamaran runtuh. la tak bisa menjawab pertanyaan dasar sebagai awak kabin. Kebohongan yang dibangun rapi oleh kain dan aksesori ambruk oleh satu hal, kenyataan. Saat pesawat mendarat, petugas avsec sudah menunggu.

Polisi menyatakan tidak ditemukan indikasi tindak pidana maupun pelanggaran lain. Batik Air memilih jalan damai. “Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ujar Yandri. Hukum selesai. Tapi duka baru dimulai.

Baca Juga:  Tugas Pokok Satintelkam Polri : Garda Terdepan Deteksi Dini Gangguan Keamanan dan Makna Logo Arti Filosofis Sejarahnya

Kasus ini viral berawal dari unggahan akun X @ndymanoballl pada Selasa, 7 Januari 2026. Akun tersebut memperingatkan publik tentang FA palsu Batik Air, disertai empat foto yang menunjukkan betapa sempurnanya penyamaran Nisya. Seragam putih, bawahan batik merah, tanda pengenal, rambut disanggul rapi, koper besar, ikon-ikon profesionalisme yang ternyata menyimpan air mata.

Identitasnya kemudian terungkap. Nama lengkapnya Khairun Nisya, berasal dari Muara Kuang, Sumatera Selatan. la diduga membuat ID card palsu bertuliskan nama “Nisya”. Jejak digitalnya di TikTok @callmesyaaa memperlihatkan konten seolah ia pramugari sungguhan, sebelum akun itu dihapus usai viral.

Dalam video klarifikasinya, Nisya berkata dengan suara bergetar. la mengakui penerbangan Batik Air rute Palembang-Jakarta ID 2058 pada 6 Januari 2026, menggunakan atribut pramugari. la menegaskan, bukan pramugari Batik Air. la meminta maaf kepada Batik Air dan Lion Group.

Ini bukan sekadar data kriminal, karena tak ada kriminal. Ini data kesedihan. Tentang anak yang gagal seleksi, lalu gagal jujur. Tentang seragam yang lebih dipercaya daripada air mata. Tentang sebuah kebohongan kecil yang lahir dari cinta besar, lalu runtuh di hadapan publik, meninggalkan satu ikon paling pedih, anak yang ingin membanggakan orang tuanya, tapi justru patah di landasan hidup.

la jahit malu di dada perih, Gagal seleksi jadi luka pedih, Seragam dibeli menutup sedih, Demi orang tua, ia rela tersisih

Di langit palsu ia sempat lirih, Topeng senyum rapuh retak letih, Viral menghujam tanpa belas kasih, Tinggal tangis dengan moral ringkih

(Red)

Berita Terkait

LAPOR PAK KAPOLRES! JUDI SABUNG AYAM & JUDI DADU DIDUGA BEBAS BEROPERASI DI SP1 LEMBAH SUBUR, KECAMATAN KRUMUTAN~HUKUM SEAKAN TAK BERTAJI
Media Bukan Alat Pelindung Kejahatan, Dugaan Mafia Tanah Tuding Masyarakat Lubuk Batu Tinggal Curi TBS, Siap Tempuh Jalur Hukum
UPACARA APEL BULAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA NASIONAL TAHUN 2026
Ketua Aliansi Pemuda Desa Kubangan Memberi Tempo tenggang Waktu kepada PT.Mitra Hutani Jaya dan SPA
Ketua PAC GRIB Jaya Seberida Dukung Polri Tetap di Bawah Pimpinan Presiden RI 
Baru Bebas Penjara, Pria di Kepenuhan Sejati Kembali Diciduk Polsek Kepnuhan dengan 23 Paket Sabu
Gajah diBunuh di Konsesi: Negara Absen, Korporasi Lalai
Kapolda Riau Tinjau Lokasi Gajah Mati dan berjanji Ungkap Pelaku
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:35

LAPOR PAK KAPOLRES! JUDI SABUNG AYAM & JUDI DADU DIDUGA BEBAS BEROPERASI DI SP1 LEMBAH SUBUR, KECAMATAN KRUMUTAN~HUKUM SEAKAN TAK BERTAJI

Selasa, 10 Februari 2026 - 04:20

Media Bukan Alat Pelindung Kejahatan, Dugaan Mafia Tanah Tuding Masyarakat Lubuk Batu Tinggal Curi TBS, Siap Tempuh Jalur Hukum

Selasa, 10 Februari 2026 - 03:17

UPACARA APEL BULAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA NASIONAL TAHUN 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 16:12

Ketua Aliansi Pemuda Desa Kubangan Memberi Tempo tenggang Waktu kepada PT.Mitra Hutani Jaya dan SPA

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:41

Ketua PAC GRIB Jaya Seberida Dukung Polri Tetap di Bawah Pimpinan Presiden RI 

Minggu, 8 Februari 2026 - 08:53

Gajah diBunuh di Konsesi: Negara Absen, Korporasi Lalai

Minggu, 8 Februari 2026 - 07:38

Kapolda Riau Tinjau Lokasi Gajah Mati dan berjanji Ungkap Pelaku

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:45

Tugas Pokok Satintelkam Polri : Garda Terdepan Deteksi Dini Gangguan Keamanan dan Makna Logo Arti Filosofis Sejarahnya

Berita Terbaru