Klarifikasi Resmi Direktur BUMDes Sungai Tengah: Polemik Surat Tanah Desa Diselesaikan Secara Musyawarah, Situasi Kembali Kondusif

- Penulis

Kamis, 23 April 2026 - 15:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sabak Auh | Sungai Tengah | Siak | Buserinvestigasi24.com

Polemik berita yang sempat mencuat di tengah masyarakat Desa Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, terkait dugaan pemanfaatan surat tanah desa sebagai agunan pinjaman, kini telah menemukan titik terang. Melalui proses komunikasi dan musyawarah yang melibatkan pemerintah desa, pengelola BUMDes, serta perwakilan masyarakat dan awak media permasalahan tersebut dinyatakan telah diselesaikan secara baik dan damai. Kamis (20/04/2026)

Direktur BUMDes desa Sungai Tengah, Hary Tri Cahyono, secara terbuka memberikan klarifikasi atas isu yang beredar. Ia menegaskan bahwa informasi mengenai surat tanah desa yang disebut-sebut digadaikan sebagai agunan itu tidaklah benar.

“Perlu kami luruskan, bahwa surat tanah milik desa tersebut bukan digadaikan sebagai agunan pinjaman. Dokumen itu hanya bersifat titipan sementara dalam rangka administrasi internal, dan saat ini sudah sepenuhnya dikembalikan kepada pihak desa,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat desa sungai tengah atas kesalahpahaman yang sempat terjadi, serta mengakui bahwa kurangnya komunikasi sebelumnya menjadi salah satu faktor munculnya persepsi yang berkembang di tengah publik.

Kepala Desa Sungai Tengah, ibu Mestimaimunah, turut membenarkan bahwa dokumen yang dimaksud telah kembali berada dalam penguasaan pemerintah desa. Ia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan transparansi serta memperbaiki tata kelola administrasi ke depan agar lebih terbuka dan akuntabel.

Baca Juga:  Warga Meranti 3 Rayakan HUT RI ke-80 Dengan Dekorasi Sangat Meriah, Bikin Takjub!

“Kami menyadari pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat. Ke depan, kami akan lebih aktif menyampaikan setiap kebijakan dan pengelolaan aset desa agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.

Perwakilan masyarakat yang turut hadir dalam proses musyawarah menyatakan menerima penjelasan yang telah disampaikan. Mereka menilai bahwa penyelesaian secara kekeluargaan merupakan langkah yang bijak dan mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal desa.

Dengan adanya klarifikasi ini, situasi yang sebelumnya sempat memanas kini berangsur kondusif. Aktivitas pemerintahan dan kegiatan masyarakat di Desa Sungai Tengah kembali berjalan normal tanpa adanya ketegangan berarti.

Penyelesaian ini juga menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak akan perlunya komunikasi yang terbuka, transparan, dan berimbang dalam setiap pengelolaan aset desa. Dengan demikian, kepercayaan publik dapat terus terjaga dan pembangunan desa dapat berjalan secara harmonis.

Sebagai penutup, seluruh pihak sepakat untuk menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi bersama, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga tata kelola pemerintahan desa yang baik, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

(Tim Redaksi)

Berita Terkait

2.090 HEKTARE LAHAN ULAYAT PALAS MEMANAS! Dugaan Panjar Fantastis Mencuat, Aktivitas Panen Akasia Disorot — APH DITANTANG BONGKAR SIAPA YANG BERMAIN
LAHAN ULAYAT 2.090 HEKTARE DI DESA PALAS JADI SOROTAN: KADES SAMSARI DITUDING, PT ARARA ABADI DISOROT — APARAT DITANTANG BUKA-BUKAAN
Warga Geram! Galian C ilegal Diduga Milik “Muklis dan Darlin” di Rawang Kao Terus Beroperasi, Aparat Diminta Segera Turun Tangan dan Bertindak Tegas!
LAPOR PAK KAPOLRES! DUGAAN JUDI SABUNG AYAM SEMAKIN MENGGILA DAN MERESAHKAN WARGA DI BUKIT KESUMA, DISEBUT BEBAS BEROPERASI LEBIH DARI SATU TAHUN – WARGA MENYEBUT “NABABAN” SEBAGAI KORLAP
LAPOR PAK BUPATI! KASI PMD (ASN) KEC.LANGGAM DIDUGA MENELANTARKAN ISTRI SIRIH DAN ANAKNYA YANG MASIH KECIL | “SAAT DIKONFIRMASI SELAMA 24 JAM BELIAU MEMILIH BUNGKAM”
DUGAAN PENELANTARAN ANAK OLEH OKNUM ASN DI KEC.LANGGAM MEMANAS, APARAT DIMINTA TIDAK TUTUP MATA: “INTEGRITAS PELAYAN PUBLIK DIPERTARUHKAN”
PERSOALAN LINGKUNGAN PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY MEMANAS! TIGA PEJABAT UTAMA BUNGKAM, DUGAAN LIMBAH DAN SEMPADAN SUNGAI JADI SOROTAN — AKANKAH NEGARA DIAM?
BUNGKAMNYA 3 PEJABAT UTAMA PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, AKANKAH NEGARA TUTUP MATA? DESAKAN WARGA UNTUK MENGAUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENGUAT, APARAT JANGAN HANYA MENJADI PENONTON!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:18

“Jangan Biarkan Rakyat Kecil Kehilangan Harapan”: Mashuri Memohon Ketua DPRD Pelalawan Bantu Cari Jalan Keadilan atas Kebun Sawit Bersertifikat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:21

H. Yose Indrawan, ST Nyatakan Kesiapan Maju di Pilkada Pelalawan, Fokus Serap Aspirasi Masyarakat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:31

Kasus HIV di Pelalawan Bertambah 24 Orang hingga Juli 2026, Total Tercatat 600 Kasus

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:27

DUGAAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN PT MPP MENGGUNCANG KOLAKA: PROF SUTAN NASOMAL DESAK KAPOLDA SULTRA PERINTAHKAN KAPOLRES KOLAKA BUKA TERANG SELURUH RANTAI PERISTIWA

Selasa, 11 Agustus 2026 - 03:43

TIGA TAHUN NYAWA POREPADANG–SABRIANI TERENGGUT, KEADILAN MASIH DIPERTANYAKAN: PUBLIK MENAGIH JAWABAN POLDA SULBAR!

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:10

Tiga Warga Nias Meninggal dalam Rentang Tiga Bulan, Pemuda Demokrasi Indonesia Desak Pengusutan Transparan

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:04

Prof. Sutan Nasomal Dorong Presiden Prabowo Perintahkan Kemenlu dan Kemenaker Selamatkan TKW Asal Tangerang di Libya

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:42

Bupati Pelalawan terima penghargaan, pada peringatan HUT Propinsi Riau ke-69

Berita Terbaru