Prof.DR.Sutan Nasomal: Presiden Harus Waspada, Daya Beli Melemah dan Pedagang Kecil Terancam Gulung Tikar

- Penulis

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Buserinvestigasi24.com

Kondisi daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha mikro serta pedagang kecil menjadi perhatian serius Prof. DR. Sutan Nasomal, SH., MH. Ia menilai pemerintah perlu lebih peka terhadap berbagai keluhan masyarakat di lapangan, khususnya pelaku usaha kecil yang mengaku mengalami penurunan omzet sejak pelaksanaan sejumlah program pemerintah di sektor ekonomi dan pangan.

Menurut Prof. DR. Sutan Nasomal, pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi perlu memastikan secara langsung bagaimana kondisi ekonomi masyarakat di tingkat bawah.

“Presiden harus menyadari bahwa apabila daya beli masyarakat terus melemah, pedagang kecil akan semakin kesulitan mempertahankan usahanya. Jika kondisi ini tidak segera mendapatkan perhatian serius, dampaknya dapat meluas terhadap kemiskinan dan pengangguran,” ujar Sutan Nasomal kepada awak media, Minggu (30/08/2026).

Pedagang Kecil Mengaku Omzet Menurun

Salah satu pelaku usaha yang menyampaikan keluhannya adalah Mas No, pedagang bakso yang telah menjalankan usahanya sejak 1994 di wilayah Kabupaten Bogor. Mas No mengisahkan, selama puluhan tahun menjalankan usaha, dirinya baru merasakan penurunan omzet yang menurut pengakuannya mencapai sekitar 80 persen.

“Dari tahun 1994 saya berdagang bakso sampai sekarang. Selama puluhan tahun, belum pernah merasakan kondisi seperti ini. Sekarang pembeli semakin sepi dan omzet turun sangat drastis,” ungkap Mas No.

Ia menyebut, kondisi serupa juga dirasakan sejumlah pedagang makanan dan pemilik warung yang berada di sekitar kawasan sekolah maupun pusat aktivitas masyarakat. Menurut Mas No, situasi tersebut semakin berat karena biaya operasional usaha tetap berjalan, sementara pendapatan mengalami penurunan. Ia sendiri mengaku telah menekuni usaha bakso selama sekitar 24 tahun dengan menyewa kios berukuran kurang lebih 5 x 10 meter di kawasan sekitar Pasar Cikreteg, Caringin, Bogor, dengan biaya sewa sekitar Rp35 juta per tahun.

Jika kondisi usaha terus mengalami penurunan, Mas No mengaku khawatir modal yang selama ini menjadi penopang usahanya akan semakin terkikis.

Kekhawatiran Terhadap Dampak Program MBG

Sutan Nasomal juga menyoroti keresahan sebagian pedagang kecil yang merasa aktivitas usahanya terdampak setelah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengatakan, pemerintah perlu memastikan agar program tersebut tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima program dan pelaku usaha bermodal besar, tetapi juga tetap memperhatikan keberlangsungan pedagang kecil yang selama ini menggantungkan kehidupan dari aktivitas ekonomi masyarakat.

“Program pemerintah tentu memiliki tujuan yang baik. Namun, setiap kebijakan juga perlu dilihat dampaknya secara menyeluruh. Jangan sampai ada kelompok masyarakat yang justru kehilangan sumber penghasilan karena perubahan pola konsumsi,” katanya.

Ia meminta pemerintah membuka ruang evaluasi dan dialog dengan pedagang kecil, warung makan, pedagang gorengan, pedagang makanan di sekitar sekolah, serta pelaku UMKM lainnya.

Daya Beli Menjadi Persoalan Utama

Keluhan mengenai melemahnya daya beli, menurut Sutan Nasomal, tidak hanya datang dari pedagang bakso. Sejumlah pedagang gorengan, tahu, tempe, dan pelaku usaha makanan lainnya juga disebut merasakan kondisi serupa. Ia menilai persoalan daya beli perlu mendapatkan perhatian serius karena menyangkut mata rantai ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas Desa Angkasa Gencarkan Green Policing, Ajak Warga Jaga Lingkungan dan Perangi Narkoba

“Kalau masyarakat tidak memiliki pendapatan yang cukup, maka pedagang kecil juga kehilangan pembeli. Pedagang tidak bisa berjualan, omzet turun, modal tergerus, kemudian usaha tutup. Kalau ini terjadi secara luas, dampaknya tentu bukan hanya kepada pedagang, tetapi juga terhadap tenaga kerja dan perekonomian secara keseluruhan,” jelasnya.

Sutan Nasomal menambahkan, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah merupakan salah satu kelompok yang paling rentan menghadapi tekanan ekonomi karena sebagian besar pendapatannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan, tempat tinggal, pendidikan, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Presiden Diminta Mendengar Keluhan Masyarakat

Atas kondisi tersebut, Prof. DR. Sutan Nasomal meminta Presiden RI Prabowo Subianto memastikan seluruh jajaran kabinet benar-benar memahami kondisi masyarakat di lapangan.

Ia juga meminta agar evaluasi terhadap kinerja para menteri dilakukan berdasarkan data, fakta, serta kondisi riil masyarakat.

“Presiden perlu memastikan bahwa informasi yang sampai ke meja Presiden benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat. Jangan sampai laporan terlihat baik secara administratif, tetapi kenyataan di lapangan berbeda,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan langkah konkret untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat sektor UMKM, membuka lapangan kerja, serta memastikan kebijakan ekonomi tidak menimbulkan tekanan baru terhadap pelaku usaha kecil.

Ia mengingatkan, persoalan ekonomi yang dibiarkan terlalu lama berpotensi menimbulkan persoalan sosial yang lebih luas.

“Ketika masyarakat kehilangan penghasilan dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar, persoalannya bukan lagi sekadar persoalan ekonomi. Bisa berkembang menjadi persoalan sosial. Karena itu pemerintah harus bertindak cepat sebelum keadaan semakin berat,” ujarnya.

Jangan Biarkan Pedagang Kecil Berjuang Sendirian

Sutan Nasomal menegaskan bahwa salah satu indikator kesehatan ekonomi suatu negara dapat dilihat dari kemampuan masyarakat kecil untuk mempertahankan usaha dan memenuhi kebutuhan hidup secara layak. Menurutnya, pedagang kaki lima, warung makan, pedagang pasar, pedagang gorengan, pelaku UMKM, dan usaha mikro lainnya merupakan bagian penting dari struktur ekonomi nasional.

“Negara tidak boleh hanya melihat pertumbuhan dari angka-angka besar. Kita juga harus melihat bagaimana kondisi pedagang kecil di pasar, warung, kios, dan lingkungan masyarakat. Kalau mereka mampu bertahan dan berkembang, berarti roda ekonomi masyarakat berjalan,” katanya. Ia berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ekonomi yang dinilai berdampak terhadap daya beli dan keberlangsungan usaha kecil.

“Ini harus menjadi alarm bagi pemerintah. Masyarakat membutuhkan kebijakan yang benar-benar terasa manfaatnya, terutama bagi mereka yang menggantungkan kehidupan dari usaha kecil,” pungkas Sutan Nasomal.

Narasumber :

Prof. DR. Sutan Nasomal, SH., MH.

Pakar Hukum Internasional; Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (Association of Young Indonesian Advocates); Ketua Umum YPLBH Prof. Sutan Nasomal, SH., MH.; Rektor Universitas STIA-STIH Probass; serta Pendiri dan Pengasuh Ponpes Ass-Saqwa Plus.

Berita Terkait

PROF. DR. SUTAN NASOMAL: KARHUTLA ANCAM KESELAMATAN RAKYAT, PEMERINTAH DIMINTA BUKA PINTU BANTUAN INTERNASIONAL
PROF. DR. KH. SUTAN NASOMAL APRESIASI PRESTASI SDN CIBATOK 03: BARU ENAM BULAN BERLATIH, EKSKUL TAEKWONDO RAIH DUA MEDALI PERUNGGU BAPOPSI CUP 2026
PROF. DR. SUTAN NASOMAL: HUKUMAN BERAT BAGI KORUPTOR HARUS DITEGAKKAN, PEMISKINAN RAKYAT TAK BOLEH DIBIARKAN!
APBD SIAK AMBRUK HAMPIR Rp:1 TRILIUN! PROF. SUTAN NASOMAL DESAK PUSAT BUKA KARTU: JANGAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN RAKYAT JADI TUMBAL!
Prof. Dr. Sutan Nasomal Ajak Publik Bersikap Objektif soal Penurunan APBD Siak: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Kepentingan Rakyat Harus Diutamakan
SKANDAL KERACUNAN MBG! 103 SISWA SMPN 2 CISARUA DIDUGA TERDAMPAK : PROF. DR. SUTAN NASOMAL DESAK PRESIDEN PRABOWO TURUN TANGAN: USUT TUNTAS, PERIKSA PENGELOLA SPPG, JANGAN BIARKAN HUKUM TUMPUL KEBAWAH!
Peringati HUT 62 Tahun Partai Golkar; Pengurus Golkar Pelalawan Ziarah Taman Makam Pahlawan & Potong Tumpeng
PROF. DR. SUTAN NASOMAL APRESIASI ASMIDAR, S.Pd. TERPILIH SEBAGAI KETUA PGRI PEREMPUAN PERTAMA DI KUTA BAHARU: MOMENTUM BERSEJARAH BAGI PENDIDIKAN ACEH SINGKIL
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:48

PROF. DR. SUTAN NASOMAL: KARHUTLA ANCAM KESELAMATAN RAKYAT, PEMERINTAH DIMINTA BUKA PINTU BANTUAN INTERNASIONAL

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:41

PROF. DR. KH. SUTAN NASOMAL APRESIASI PRESTASI SDN CIBATOK 03: BARU ENAM BULAN BERLATIH, EKSKUL TAEKWONDO RAIH DUA MEDALI PERUNGGU BAPOPSI CUP 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:15

PROF. DR. SUTAN NASOMAL: HUKUMAN BERAT BAGI KORUPTOR HARUS DITEGAKKAN, PEMISKINAN RAKYAT TAK BOLEH DIBIARKAN!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:33

APBD SIAK AMBRUK HAMPIR Rp:1 TRILIUN! PROF. SUTAN NASOMAL DESAK PUSAT BUKA KARTU: JANGAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN RAKYAT JADI TUMBAL!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:45

Prof. Dr. Sutan Nasomal Ajak Publik Bersikap Objektif soal Penurunan APBD Siak: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Kepentingan Rakyat Harus Diutamakan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:18

Peringati HUT 62 Tahun Partai Golkar; Pengurus Golkar Pelalawan Ziarah Taman Makam Pahlawan & Potong Tumpeng

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:10

PROF. DR. SUTAN NASOMAL APRESIASI ASMIDAR, S.Pd. TERPILIH SEBAGAI KETUA PGRI PEREMPUAN PERTAMA DI KUTA BAHARU: MOMENTUM BERSEJARAH BAGI PENDIDIKAN ACEH SINGKIL

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:50

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Sematkan Gelar CFLE kepada Rishki Nifayadi Garawn, Apresiasi Dedikasi di Bidang Jurnalistik dan Sosial

Berita Terbaru