ACEH SINGKIL |NANGGROE ACEH DARUSSALAM | Buserinvestigasi24.com
Komitmen untuk memperkuat organisasi profesi guru sekaligus meningkatkan kualitas, kompetensi, perlindungan hukum, dan kesejahteraan guru menjadi salah satu perhatian utama dalam Konferensi Kerja Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2026.
Sebagai Dewan Pakar sekaligus Ketua Advokasi Hukum PD PGRI Kabupaten Aceh Singkil, Prof. Dr. K.H. Sutan Nasomal, S.H., M.H., LL.B., LL.M., Ph.D., menegaskan pentingnya membangun soliditas organisasi dan menyatukan langkah seluruh jajaran pengurus dalam memperjuangkan kepentingan serta kemajuan profesi guru. Menurutnya, PGRI bukan hanya organisasi profesi, tetapi juga wadah perjuangan yang memiliki tanggung jawab moral dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kapasitas dan kesejahteraan para pendidik.
«“Kita harus memiliki satu hati, satu tekad, dan satu tujuan. Seluruh jajaran pengurus dan komponen PGRI harus bersama-sama berjuang memajukan organisasi profesi guru, meningkatkan pengetahuan, wawasan, kualitas pendidikan, status pendidikan, serta kesejahteraan guru,” ujar Prof. Sutan Nasomal.»
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pimpinan redaksi media cetak dan online melalui sambungan telepon seluler dari kantornya di Markas Pusat Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (Association of Young Indonesian Advocates), Cijantung, Jakarta, Sabtu (29/08/2026).
Prof. Sutan Nasomal yang dikenal sebagai pakar hukum internasional dan ekonomi tersebut juga berharap PGRI Kabupaten Aceh Singkil dapat berkembang menjadi salah satu barometer organisasi profesi guru di Provinsi Aceh.
“Harapan kita, PGRI Aceh Singkil mampu menjadi barometer organisasi profesi guru di Provinsi Aceh. Untuk mewujudkannya tentu diperlukan soliditas, profesionalisme, kebersamaan, serta program kerja yang benar-benar menyentuh kebutuhan para guru,” tegasnya.
Tujuh Agenda Strategis Hasil Konferensi Kerja
Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2026 menghasilkan sejumlah agenda strategis yang diarahkan untuk memperkuat kelembagaan organisasi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi anggota.
Pertama, pembentukan pengurus PGRI cabang kecamatan se-Kabupaten Aceh Singkil. Proses pembentukan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 29 Agustus hingga 5 September 2026 sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan.
Kedua, penetapan pelaksanaan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2026. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada 25 November 2026 di Kecamatan Singkil, yang merupakan ibu kota Kabupaten Aceh Singkil.
Ketiga, penguatan advokasi dan pendampingan hukum bagi anggota PGRI. Program ini akan diperkuat melalui LBH PGRI Aceh Singkil sebagai bentuk perlindungan serta pendampingan hukum bagi anggota organisasi. Pelaksanaan program advokasi hukum tersebut berada di bawah koordinasi Prof. Dr. K.H. Sutan Nasomal, S.H., M.H., LL.B., LL.M., Ph.D., selaku Dewan Pakar PGRI Kabupaten Aceh Singkil.
Keempat, pendataan pengurus dan anggota PGRI serta penerapan Kartu Digitalisasi Elektronik Guru. Langkah ini diharapkan dapat mendukung modernisasi administrasi sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan organisasi kepada seluruh anggota PGRI di Kabupaten Aceh Singkil.
Kelima, peningkatan kompetensi dan jenjang pendidikan guru. PGRI akan melakukan pendataan terhadap anggota yang belum menyelesaikan pendidikan Strata 1 (S1), sekaligus mendata anggota yang memiliki minat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 2 (S2).
Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia guru sehingga mampu menghadapi tuntutan dan perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis. Keenam, memperkuat kegiatan sosial dan kemanusiaan. PGRI Aceh Singkil berkomitmen memberikan perhatian terhadap anggota dan keluarga besar PGRI yang menghadapi kemalangan, bencana alam, musibah, maupun persoalan sosial lainnya.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam membangun solidaritas dan kepedulian antarsesama anggota organisasi. Ketujuh, pendirian Koperasi Guru Aceh Singkil. Koperasi tersebut diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat kemandirian dan kesejahteraan ekonomi para guru melalui semangat kebersamaan.
Koperasi Guru Aceh Singkil diharapkan dapat memberikan sejumlah manfaat, antara lain:
– meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian anggota;
– menyediakan layanan simpan pinjam yang mudah dan terpercaya;
– membuka peluang usaha bersama yang produktif;
– memperkuat budaya gotong royong dan solidaritas antarguru; serta
– menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi anggota dan keluarga.
Dari Konferensi Menuju Aksi Nyata
Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Aceh Singkil Tahun 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai forum musyawarah dan penyusunan program semata. Lebih dari itu, seluruh hasil konferensi diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat langsung bagi guru, anggota organisasi, serta kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Singkil.
Prof. Sutan Nasomal menilai, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas gagasan yang dirumuskan dalam forum, tetapi juga oleh kemampuan seluruh jajaran pengurus dalam mengimplementasikan keputusan secara konsisten, transparan, dan bertanggung jawab.
“Organisasi yang kuat lahir dari kebersamaan. Program yang baik harus diwujudkan dengan kerja nyata. Karena itu, seluruh pengurus harus memiliki komitmen yang sama untuk menjaga marwah organisasi, memperjuangkan kepentingan guru, dan memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan,” ungkapnya.
Dengan semangat solidaritas, profesionalisme, kolaborasi, dan pengabdian, PGRI Kabupaten Aceh Singkil diharapkan semakin solid serta mampu menjadi organisasi profesi yang kuat, bermartabat, dan memberikan manfaat nyata bagi para guru dan masyarakat.
Konferensi Kerja tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat tekad bersama dalam membangun organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, meningkatkan kompetensi guru, memperkuat perlindungan profesi, serta mendorong peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
InsyaAllah, menuju PGRI Aceh Singkil yang solid, profesional, mandiri, dan berdaya.
Hidup Guru! Hidup PGRI! Solidaritas!



















