PELALAWAN | PANGKALAN KURAS | HARAPAN JAYA | Buserinvestigasi24.com
Membangun desa tidak cukup hanya dengan pembangunan infrastruktur. Pemerintahan desa juga dituntut mampu menghadirkan pelayanan yang terbuka, memperkuat ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membuka ruang partisipasi warga dalam setiap proses pembangunan. Sabtu (03/10/2026).
Semangat tersebut menjadi bagian dari gagasan Suratman, calon Kepala Desa SP5 Harapan Jaya dengan masa jabatan 2026-2034, yang menawarkan visi pembangunan Desa Harapan Jaya melalui penguatan tata kelola pemerintahan, ekonomi masyarakat, UMKM, pertanian dan perkebunan, keagamaan, kepemudaan, olahraga, seni dan budaya.
Gagasan tersebut sejalan dengan kebutuhan pembangunan Desa Harapan Jaya yang memiliki sektor perkebunan sebagai salah satu basis ekonomi masyarakat. Berdasarkan profil desa yang tersedia secara daring, Desa Harapan Jaya berada di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, dengan sektor perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu sektor utama perekonomian masyarakat.
Desa Harapan Jaya
Membangun Desa dengan Integritas dan Keterbukaan Dalam konsep program Desa 2026 yang disampaikan, Suratman menempatkan integritas, transparansi dan pelayanan sebagai bagian penting dalam menjalankan pemerintahan desa.
Artinya, pemerintah desa diharapkan tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi mampu hadir di tengah masyarakat, mendengarkan persoalan warganya dan memberikan informasi yang mudah dipahami mengenai program pembangunan maupun pengelolaan anggaran desa sesuai ketentuan. Musyawarah desa juga dipandang penting sebagai ruang masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan, usulan, kritik dan aspirasi pembangunan.
Penguatan Ekonomi, UMKM dan Potensi Desa
Salah satu perhatian dalam visi dan misi tersebut adalah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui UMKM, pertanian dan perkebunan. Pembangunan ekonomi desa diarahkan agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga mempunyai kesempatan mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Pengembangan UMKM, keterampilan masyarakat, pemasaran produk lokal dan pemanfaatan potensi desa menjadi bagian yang dapat dikembangkan melalui kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat dan lembaga ekonomi desa.
Program Replanting Menjadi Perhatian Khusus
Hal lain yang disampaikan Suratman adalah komitmen untuk bersinergi dengan KUD Desa Harapan Jaya terkait program replanting atau peremajaan kelapa sawit.
Suratman menyatakan siap membangun komunikasi dan mengawal proses tersebut sesuai kewenangan pemerintah desa, mulai dari tahapan persiapan, koordinasi, pelaksanaan hingga penyelesaian program.
“Kita siap bersinergi dengan KUD Desa Harapan Jaya dalam program replanting dan mengawal prosesnya sampai pelaksanaan selesai,” demikian pokok gagasan yang disampaikan Suratman kepada Awak Media Buserinvestigasi24.com Saat di kediamannya.
Komitmen tersebut menjadi penting karena program peremajaan perkebunan berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor perkebunan.
Di tingkat Kabupaten Pelalawan sendiri, program pendampingan petani dan replanting telah menjadi bagian dari berbagai agenda pembangunan sektor perkebunan.
Dokumen Distanhor Riau pada 2025, misalnya, mencatat adanya dukungan pendanaan replanting bagi petani serta kegiatan penguatan kapasitas petani.
Distanhor Pemuda, Olahraga, Seni dan Budaya Suratman juga memasukkan kepemudaan sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan Desa Harapan Jaya.
Generasi muda diarahkan untuk mempunyai ruang mengembangkan kreativitas melalui:
olahraga, seni, budaya, kegiatan sosial, keterampilan
kewirausahaan dan kegiatan kepemudaan yang produktif.
Dengan demikian, pemuda tidak hanya ditempatkan sebagai penerima program, tetapi juga sebagai bagian dari sumber daya manusia yang ikut menggerakkan kemajuan desa.
Penguatan Kehidupan Keagamaan
Selain ekonomi dan kepemudaan, aspek keagamaan juga menjadi bagian dari visi pembangunan yang disampaikan. Kegiatan keagamaan diharapkan dapat terus menjadi sarana memperkuat silaturahmi, kebersamaan, kepedulian sosial dan pembentukan karakter generasi muda. Meningkatkan Kualitas SDM Pada akhirnya, seluruh program tersebut diarahkan pada satu tujuan besar, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia Desa Harapan Jaya.
Pendidikan, pelatihan, keterampilan, kewirausahaan dan kegiatan positif masyarakat diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi warga untuk berkembang secara mandiri.
Pemerintahan yang Hadir untuk Masyarakat
Konsep program Desa 2026 yang ditawarkan juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang cepat, ramah dan transparan, pengadaan serta pembangunan yang dapat diawasi masyarakat, laporan realisasi kegiatan dan anggaran secara berkala, hingga tersedianya kanal pengaduan masyarakat.
Prinsipnya sederhana:
masyarakat harus mengetahui, dapat menyampaikan aspirasi, dan mendapatkan penjelasan mengenai program yang menyangkut kepentingan desa.
Hal tersebut juga sejalan dengan arah tata kelola yang ditampilkan pada laman resmi Desa Harapan Jaya, yang menekankan pelayanan publik, pengembangan ekonomi lokal dan UMKM, pembangunan infrastruktur, transparansi pemerintahan serta pelestarian budaya dan kearifan lokal.
Desa Harapan Jaya Desa Maju Dibangun Bersama
Visi Suratman pada akhirnya menempatkan pembangunan desa sebagai pekerjaan bersama, bukan hanya pekerjaan pemerintah desa.
Pemerintah desa, BPD, KUD, kelompok masyarakat, pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, petani dan seluruh warga memiliki ruang untuk mengambil bagian sesuai fungsi dan kewenangannya.
Semangat tersebut dapat dirangkum dalam gagasan:
“Mewujudkan Desa Harapan Jaya yang maju, mandiri dan sejahtera melalui pemerintahan yang berintegritas dan transparan, penguatan ekonomi masyarakat dan UMKM, sinergi program replanting bersama KUD, peningkatan kualitas SDM, serta pengembangan agama, kepemudaan, olahraga, seni dan budaya.”
Dengan visi tersebut, Program Desa 2026 tidak hanya diarahkan pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembangunan manusia, ekonomi dan tata kelola pemerintahan. Sebab desa yang maju bukan hanya desa yang memiliki pembangunan yang terlihat, tetapi desa yang masyarakatnya merasa dilibatkan, dilayani, diberdayakan dan memperoleh manfaat dari pembangunan.
Penulis Berita : Jono.Ms,C.L.F.E.



















