Timbunan Tanah Diduga Galian C ilegal Muncul di Ukui, Kapolsek Bungkam Saat dikonfirmasi, Publik Desak Aparat Bertindak Nyata

- Penulis

Sabtu, 18 April 2026 - 23:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riau | Pelalawan | Ukui | Buserinvestigasi24.com

Aktivitas penimbunan tanah yang diduga berasal dari galian C ilegal kembali mencuat di wilayah Kecamatan Ukui. Tumpukan material dalam jumlah besar ditemukan di Jalan Lintas Timur, Desa Ukui, Simpang Pulai, tepat di sekitar area publik yang ramai dilalui masyarakat. Fenomena ini memunculkan pertanyaan serius: bagaimana mungkin aktivitas yang diduga ilegal dapat berlangsung tanpa pengawasan? Awak media dan beberapa masyarakat yang menemukan lokasi tersebut mencatat bahwa timbunan tanah terlihat jelas dan tidak mungkin luput dari perhatian pihak yang berwenang. Namun hingga kini, belum terlihat adanya tindakan nyata di lapangan.

Beberapa orang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keresahannya. Ia menyebut aktivitas serupa bukan pertama kali terjadi. “Ini bukan kejadian baru. Sudah sering muncul tiba-tiba, bahkan sejak bulan puasa. Kami tidak tahu siapa pelakunya, tapi yang jelas masyarakat jadi bertanya-tanya, apakah ini dibiarkan?” ujarnya.Dugaan Pelanggaran Hukum

Jika benar berasal dari aktivitas tambang ilegal, maka hal ini berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Dalam Pasal 158, ditegaskan:

“Setiap orang yang melakukan usaha pertambangan tanpa izin dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.”

Selain itu:

Pasal 161: pihak yang menampung, memanfaatkan, atau memperdagangkan hasil tambang ilegal dapat dikenakan sanksi pidana. Pengambilan tanah tanpa izin juga bertentangan dengan ketentuan hukum agraria yang berlaku. Artinya, bukan hanya pelaku utama, tetapi pihak yang terlibat dalam rantai distribusi material ilegal juga berpotensi terseret hukum.

Baca Juga:  BHABINKAMTIBMAS DESA ANGKASA HADIRI PENYALURAN BLT DD, WUJUDKAN PELAYANAN HUMANIS DAN PENGAWALAN PROGRAM PEMERINTAH

Dampak Lingkungan Mulai Mengintai

Aktivitas galian C ilegal tidak hanya persoalan hukum, tetapi juga ancaman nyata bagi lingkungan

Kerusakan lahan dan ekosistem akibat penggalian tanpa reklamasi

Potensi banjir dan longsor, terutama saat musim hujan Kerusakan jalan umum akibat lalu lintas kendaraan bermuatan berat Pencemaran debu yang mengganggu kesehatan warga

Tanpa pengawasan dan izin resmi, aktivitas ini berpotensi meninggalkan kerusakan jangka panjang yang sulit dipulihkan.

Dampak Sosial: Ketidakpercayaan Publik

Di sisi lain, dampak sosial mulai terasa. Muncul persepsi negatif di tengah masyarakat, Menurunnya kepercayaan terhadap aparat penegak hukum Kesan adanya pembiaran terhadap aktivitas ilegalKecemburuan sosial bagi pelaku usaha legal yang taat aturan Situasi ini, jika dibiarkan, dapat memperlemah wibawa hukum di tengah masyarakat.

Aparat Didesak Bertindak Nyata

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum, khususnya pihak kepolisian di wilayah Ukui. Penertiban dan penelusuran asal-usul material menjadi langkah penting untuk memastikan hukum benar-benar ditegakkan. Hingga berita ini diterbitkan, AKP Ardi Surya Kusuma, S.T.K., S.I.K. sebagai Kapolsek Ukui yang telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan resmi. Publik kini menanti, apakah dugaan aktivitas ilegal ini akan ditindak, atau kembali berlalu tanpa kejelasan.(Red) (Bersambung)

Penulis Berita ; Khairul Anam di Pkl Lesung

Sumber Berita ; Warga ukui

Berita Terkait

Warga Geram! Galian C ilegal Diduga Milik “Muklis dan Darlin” di Rawang Kao Terus Beroperasi, Aparat Diminta Segera Turun Tangan dan Bertindak Tegas!
LAPOR PAK KAPOLRES! DUGAAN JUDI SABUNG AYAM SEMAKIN MENGGILA DAN MERESAHKAN WARGA DI BUKIT KESUMA, DISEBUT BEBAS BEROPERASI LEBIH DARI SATU TAHUN – WARGA MENYEBUT “NABABAN” SEBAGAI KORLAP
LAPOR PAK BUPATI! KASI PMD (ASN) KEC.LANGGAM DIDUGA MENELANTARKAN ISTRI SIRIH DAN ANAKNYA YANG MASIH KECIL | “SAAT DIKONFIRMASI SELAMA 24 JAM BELIAU MEMILIH BUNGKAM”
DUGAAN PENELANTARAN ANAK OLEH OKNUM ASN DI KEC.LANGGAM MEMANAS, APARAT DIMINTA TIDAK TUTUP MATA: “INTEGRITAS PELAYAN PUBLIK DIPERTARUHKAN”
PERSOALAN LINGKUNGAN PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY MEMANAS! TIGA PEJABAT UTAMA BUNGKAM, DUGAAN LIMBAH DAN SEMPADAN SUNGAI JADI SOROTAN — AKANKAH NEGARA DIAM?
BUNGKAMNYA 3 PEJABAT UTAMA PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, AKANKAH NEGARA TUTUP MATA? DESAKAN WARGA UNTUK MENGAUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENGUAT, APARAT JANGAN HANYA MENJADI PENONTON!
DUGAAN PENGABAIAN SEMPADAN SUNGAI DI AREAL PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, WARGA DESAK APARAT PENEGAK HUKUM TURUN TANGAN
Luar Biasa! Bupati Pelalawan Turun Langsung Tinjau Warganya Yang Kena macet di KM 83 Desa Kemang, Pekerjaan Jalan Dihentikan Sementara
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:18

Prof.Dr.KH. Sutan Nasomal Soroti Vonis Perkara Korupsi, Minta Presiden RI Evaluasi Kinerja KPK

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:10

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H.: Kiprah di Bidang Hukum, Pendidikan, Organisasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:01

Logo Perusahaan Terpampang di Event Berbiaya APBD Rp:200 Juta, Aktivis Desak APH dan Inspektorat Bongkar Total Aliran Dana Bono Fun Run–Ketinting Boat Racing Pelalawan

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:05

Prof.Dr.KH. Sutan Nasomal Desak APH Tindaklanjuti Temuan BPK Terkait KUR Bank Nagari Secara Menyeluruh dan Profesional

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:00

Pemdes Bagan Laguh Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Dirikan Posko Pakaian Layak Pakai, Wabup Husni Tamrin Beri Apresiasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:20

PROFESOR SUTAN NASOMAL SAMBUT POSITIF PENERTIBAN ANGKOT TUA, DORONG PEMKOT BOGOR SIAPKAN SOLUSI BAGI PEMILIK DAN SOPIR

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:39

Prof.Dr.Sutan Nasomal Usulkan Pembentukan Satgas Khusus Pertanahan untuk Percepat Penanganan Sengketa dan Dugaan Mafia Tanah

Senin, 13 Juli 2026 - 16:17

Bupati Pelalawan Resmi Tutup Kejuaraan Ketinting Boat Racing 2026, Jum Stepano Borong Tiga Gelar Juara

Berita Terbaru