Jakarta | Buserinvestigasi24.com
Kondisi guru honorer di Indonesia dinilai semakin memprihatinkan di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah. Hal tersebut disampaikan oleh Sutan Nasomal kepada media pada Rabu (21/05/2026).
Menurutnya, profesi guru yang seharusnya menjadi pilar utama kemajuan bangsa justru masih jauh dari kata sejahtera. Ia menilai, ironi besar terjadi di negeri yang dikenal kaya sumber daya alam, namun masih banyak guru honorer hidup dalam keterbatasan ekonomi.
“Puluhan tahun sejak kemerdekaan Republik Indonesia, nasib ribuan guru honorer atau guru paruh waktu masih sangat memprihatinkan. Banyak di antara mereka kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar Prof Dr Sutan Nasomal.
Ia menyoroti rendahnya pendapatan guru honorer yang dinilai tidak sebanding dengan peran besar mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahkan, menurutnya, sebagian guru harus mencari pekerjaan tambahan demi bertahan hidup.
“Guru adalah fondasi kemajuan bangsa. Dari tangan para guru lahir pejabat, pemimpin, ilmuwan hingga Presiden. Namun sangat ironis ketika penghasilan mereka masih berada di bawah standar kelayakan,” tambahnya.
Prof Dr Sutan Nasomal juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK. Meski demikian, ia menilai perhatian terhadap kesejahteraan guru masih perlu terus ditingkatkan agar profesi pendidik kembali menjadi pekerjaan yang bermartabat dan diminati generasi muda.
Ia menegaskan bahwa kemajuan sebuah negara dan peradaban tidak akan pernah terlepas dari jasa para guru. Karena itu, pemerintah diminta memberikan perhatian khusus terhadap guru honorer, terutama di tengah tekanan ekonomi nasional saat ini.
Selain itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk pakar ekonomi, akademisi, dan pemangku kebijakan untuk menjadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sebagai gerakan bersama dalam memperjuangkan kesejahteraan guru honorer.
“Negara yang besar lahir dari pendidikan yang kuat, dan pendidikan yang kuat lahir dari guru yang sejahtera,” tegasnya.
Prof Dr Sutan Nasomal juga berharap pemerintah mampu menghadirkan kebijakan ekonomi yang benar-benar berdampak bagi masyarakat luas, sehingga kesejahteraan tidak hanya menjadi slogan, tetapi dapat dirasakan secara nyata oleh rakyat, termasuk para tenaga pendidik.
Narasumber:
Sutan Nasomal – Pakar Hukum Internasional, Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, serta Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus.






















