Profesor.Dr,Sutan Nasomal: Presiden RI Jangan Sembarangan Menyetujui Wacana Jalan Provinsi Berbayar di Jawa Barat

- Penulis

Jumat, 15 Mei 2026 - 02:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung | Buserinvestigasi24.com

Wacana penerapan jalan provinsi berbayar di wilayah Jawa Barat yang disebut akan diajukan oleh Gubernur Jawa Barat menuai sorotan tajam dari Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH. Ia meminta Presiden RI Prabowo Subianto agar tidak serta-merta menyetujui kebijakan tersebut apabila benar diajukan ke pemerintah pusat.

Menurut Prof. Sutan Nasomal, masyarakat saat ini sudah cukup terbebani dengan keberadaan jalan tol berbayar. Karena itu, rencana menjadikan jalan provinsi sebagai jalan berbayar dinilai berpotensi semakin menyulitkan rakyat, khususnya masyarakat kecil di Jawa Barat.

“Yth. Bapak Presiden, jangan langsung diteken atau disetujui. Jalan tol berbayar saja selama ini sudah memberatkan masyarakat.

Jangan sampai jalan provinsi juga ikut berbayar,” ujar Prof. Dr. Sutan Nasomal, Pakar Hukum Internasional dan Ekonom yang juga Ketua Umum Perkumpulan Advocate Muda Indonesia (Association of Young Indonesian Advocate), saat menjawab pertanyaan sejumlah pimpinan redaksi media cetak dan online nasional maupun internasional di Kantor Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Cijantung, Jakarta, Selasa (13/05/2025) melalui sambungan telepon seluler.

Ia juga menilai Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi perlu mengkaji ulang wacana tersebut secara matang agar tidak menambah tekanan ekonomi masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat yang sudah terjepit ekonominya malah ditambah beban baru. Tolong dipikirkan dan dikaji ulang, jangan dipaksakan,” tegasnya.

Prof. Sutan Nasomal menyampaikan bahwa kondisi ekonomi masyarakat, khususnya di Jawa Barat, hingga saat ini masih belum stabil. Daya beli masyarakat di pasar-pasar tradisional disebut masih menurun akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas Desa Angkasa Ajak Warga Hidupkan Kembali Poskamling, Wujudkan Kamtibmas yang Aman, Humanis, dan Presisi

Menurutnya, tekanan ekonomi yang berkepanjangan dapat berdampak pada kondisi sosial dan kesehatan masyarakat.

“Saat ini banyak masyarakat mengalami stres karena tekanan ekonomi. Daya beli di pasar tradisional masih lemah. Kondisi ini jangan diperparah dengan kebijakan yang menambah beban rakyat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Jawa Barat membutuhkan pemimpin yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, membuka lapangan pekerjaan, serta menciptakan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil.

“Jawa Barat butuh pemimpin yang cerdas dan memiliki ilmu keseimbangan serta tata negara. Semua keputusan harus mempertimbangkan sisi kemanusiaan,” katanya.

Menurut Prof. Sutan Nasomal, harapan masyarakat sebenarnya sederhana, yakni tersedianya lapangan kerja, kemudahan mencari penghasilan, pendidikan anak yang terjamin, serta kondisi daerah yang aman dan nyaman.

“Tuntutan masyarakat tidak banyak. Mereka hanya ingin hidup layak, dapur tetap ngebul, anak-anak bisa sekolah, dan ekonomi berjalan baik,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan yang berdampak pada meningkatnya biaya distribusi dapat menyebabkan harga kebutuhan pokok ikut naik. Jika jalan provinsi diberlakukan berbayar, maka biaya transportasi dan distribusi barang dipastikan meningkat dan berpotensi memperburuk kondisi ekonomi masyarakat.

“Kalau jalan provinsi berbayar, harga kebutuhan pokok pasti naik lagi. Dampaknya masyarakat kecil semakin miskin,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH meminta Presiden RI untuk bersikap tegas terhadap kepala daerah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil dan tidak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sikap tegas Presiden RI yang benar-benar mencintai rakyat sangat dinantikan masyarakat Jawa Barat,” tutupnya.

Narasumber: Prof.Dr.Sutan Nasomal,SH,MH.

Berita Terkait

Terjebak dalam Hubungan Manipulatif: “Pria Perlu Waspada terhadap Rayuan, Tekanan Emosional, dan Tuntutan Finansial Wanita”
Anggun dan Berwibawa, Busana Melayu Wakil Bupati Husni Tamrin Bersama Istri Curi Perhatian di Kirab Budaya Helat Pelalawan ke-27
Mengenal AIPDA Feggi, Sosok WALPRI yang tegas disiplin serta Setia Mendampingi Wabup Pelalawan H. Husni Tamrin
Malam Ketiga Helat Pelalawan ke-27 Membara! Parade Tari Suguhkan Pesona Budaya Melayu, Dewan Kesenian Angkat Bakat Lokal
Prof. Dr. Sutan Nasomal Soroti Beban Pajak di Tengah Tekanan Ekonomi: “Jangan Sampai Rakyat Kecil Semakin Terjepit”
Resmi Mendaftar Calon Kades Sungai Buluh, Awaludin Remis Siap Lanjutkan Pembangunan dan Wujudkan Pemerataan Kesejahteraan
“Membangun Desa Dengan Hati, Melayani Rakyat Dengan Amanah: ‘Ubairillah Sirambe’ Sampaikan Komitmen Untuk Sp5 Desa Harapan Jaya”
ARUNGI SUNGAI KAMPAR – KAPOLRES PELALAWAN JADI AGEN PERLINSOS, SAMBANGI WARGA KUALA TERUSAN SEBERANG
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 05:08

Terjebak dalam Hubungan Manipulatif: “Pria Perlu Waspada terhadap Rayuan, Tekanan Emosional, dan Tuntutan Finansial Wanita”

Minggu, 11 Oktober 2026 - 03:09

Anggun dan Berwibawa, Busana Melayu Wakil Bupati Husni Tamrin Bersama Istri Curi Perhatian di Kirab Budaya Helat Pelalawan ke-27

Minggu, 11 Oktober 2026 - 03:00

Mengenal AIPDA Feggi, Sosok WALPRI yang tegas disiplin serta Setia Mendampingi Wabup Pelalawan H. Husni Tamrin

Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:54

Malam Ketiga Helat Pelalawan ke-27 Membara! Parade Tari Suguhkan Pesona Budaya Melayu, Dewan Kesenian Angkat Bakat Lokal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:24

Prof. Dr. Sutan Nasomal Soroti Beban Pajak di Tengah Tekanan Ekonomi: “Jangan Sampai Rakyat Kecil Semakin Terjepit”

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:21

“Membangun Desa Dengan Hati, Melayani Rakyat Dengan Amanah: ‘Ubairillah Sirambe’ Sampaikan Komitmen Untuk Sp5 Desa Harapan Jaya”

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:52

ARUNGI SUNGAI KAMPAR – KAPOLRES PELALAWAN JADI AGEN PERLINSOS, SAMBANGI WARGA KUALA TERUSAN SEBERANG

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:41

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal: Sertifikasi Kompetensi Wartawan Tidak Hanya Melalui UKW, Jalur BNSP Juga Tersedia

Berita Terbaru