Pangkalan Kerinci, Senin (27/4/2026) — Pelayanan kesehatan di Puskesmas 2 Pangkalan Kerinci menjadi sorotan warga setelah seorang ibu mengeluhkan penanganan terhadap anaknya yang masih balita dan mengalami batuk berkepanjangan.
Ibu tersebut mengaku telah mengantre cukup lama dengan harapan anaknya mendapatkan penanganan medis yang tepat. Namun, setibanya giliran pemeriksaan, ia menyebut tidak menerima obat seperti yang diharapkan.
“Saya datang karena anak batuk sudah lama, tapi tidak dikasih obat. Hanya disuruh minum air jeruk,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut penuturannya, tenaga kesehatan hanya menyarankan pengobatan alami seperti konsumsi air jeruk, madu, atau kecap untuk meredakan tenggorokan anaknya. Ia juga mengaku belum mendapatkan penjelasan medis yang jelas terkait kondisi sang anak.
Keluhan ini pun memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga menilai, meskipun metode alami dapat menjadi bagian dari terapi, pemeriksaan medis yang menyeluruh serta penjelasan yang transparan tetap sangat dibutuhkan, terlebih untuk pasien balita.
Menanggapi hal tersebut, Gerakan Pemuda Peduli Pelalawan (GP3), Juhendri, menegaskan bahwa penanganan kasus batuk pada anak, terutama yang sudah berlangsung lama, seharusnya melalui pemeriksaan medis yang lebih detail.
“Kalau ingin memastikan apakah mengarah ke pneumonia, harus dilakukan pemeriksaan pernapasan seperti mendengarkan bunyi napas. Dari situ baru bisa ditentukan kondisi pasien dan triase, apakah hijau, kuning, atau merah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Pangkalan Kerinci II, dr. Diding, memberikan klarifikasi bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pasien sebelum memberikan saran penanganan.
Meski demikian, kasus ini tetap menjadi perhatian publik. Warga berharap adanya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, terutama dalam hal komunikasi antara tenaga medis dan pasien, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya pelayanan yang tidak hanya tepat secara medis, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dan pemahaman yang utuh bagi masyarakat.





















