Balita Batuk Tak Diberi Obat, Warga Soroti Pelayanan Puskesmas 2 Pangkalan Kerinci

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 03:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangkalan Kerinci, Senin (27/4/2026) — Pelayanan kesehatan di Puskesmas 2 Pangkalan Kerinci menjadi sorotan warga setelah seorang ibu mengeluhkan penanganan terhadap anaknya yang masih balita dan mengalami batuk berkepanjangan.

Ibu tersebut mengaku telah mengantre cukup lama dengan harapan anaknya mendapatkan penanganan medis yang tepat. Namun, setibanya giliran pemeriksaan, ia menyebut tidak menerima obat seperti yang diharapkan.

“Saya datang karena anak batuk sudah lama, tapi tidak dikasih obat. Hanya disuruh minum air jeruk,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut penuturannya, tenaga kesehatan hanya menyarankan pengobatan alami seperti konsumsi air jeruk, madu, atau kecap untuk meredakan tenggorokan anaknya. Ia juga mengaku belum mendapatkan penjelasan medis yang jelas terkait kondisi sang anak.

Keluhan ini pun memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga menilai, meskipun metode alami dapat menjadi bagian dari terapi, pemeriksaan medis yang menyeluruh serta penjelasan yang transparan tetap sangat dibutuhkan, terlebih untuk pasien balita.

Menanggapi hal tersebut, Gerakan Pemuda Peduli Pelalawan (GP3), Juhendri, menegaskan bahwa penanganan kasus batuk pada anak, terutama yang sudah berlangsung lama, seharusnya melalui pemeriksaan medis yang lebih detail.

“Kalau ingin memastikan apakah mengarah ke pneumonia, harus dilakukan pemeriksaan pernapasan seperti mendengarkan bunyi napas. Dari situ baru bisa ditentukan kondisi pasien dan triase, apakah hijau, kuning, atau merah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pangkalan Kerinci II, dr. Diding, memberikan klarifikasi bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pasien sebelum memberikan saran penanganan.

Meski demikian, kasus ini tetap menjadi perhatian publik. Warga berharap adanya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, terutama dalam hal komunikasi antara tenaga medis dan pasien, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya pelayanan yang tidak hanya tepat secara medis, tetapi juga mampu memberikan rasa aman dan pemahaman yang utuh bagi masyarakat.

Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 10:46

Dicari! BPKB Mobil Mazda BT-50 A/N “Jasmiartuti” Telah Hilang di Jalur Sorek–Dundangan, Pemilik Mohon Bantuan Masyarakat

Selasa, 28 April 2026 - 01:47

Parah! Motor Dinas Diduga Dialihkan Jadi Aset Milik Pribadi, Kades Sungai Tengah Terancam Jerat Hukum,Warga Murka: “Ini Aset Desa, Bukan Warisan!”

Senin, 27 April 2026 - 16:55

Dugaan Jual-Beli Ijazah di MTsN 2 Pangkalan Lesung Kian Menguat — Dampak Meluas, Publik Tekan Polres dan Kemenag Bertindak Tegas

Senin, 27 April 2026 - 08:37

Sinergi Presisi untuk Desa, Bhabinkamtibmas Angkasa Tinjau Perbaikan Jalan, Wujud Nyata Kepedulian untuk Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 - 03:19

Ketum PPWI Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA. Mendesak Bupati Siak, Dr. Afni S.AP., M.Si, Agar Segera MengEvaluasi Kinerja Kades Sungai Tengah “MESTIMAIMUNAH”

Sabtu, 25 April 2026 - 05:23

Satresnarkoba Polres Rohul Ringkus Pengedar dan Kurir 46,36 Gram Sabu di Kepenuhan

Sabtu, 25 April 2026 - 05:13

Wabup H. Husni Tamrin Jadi Narasumber Training Organization III BEM Universitas Riau di Kuala Terusan

Sabtu, 25 April 2026 - 04:17

Dimana Tanggung Jawab dan Integritasnya! Disaat Desa Sedang Berpolemik, Penghulu Sungai Tengah Justru Liburan Keluar Daerah— Publik Desak Inspektorat Untuk Evaluasi Kinerja Mestimaimunah

Berita Terbaru