JAKARTA | Buserinvestigasi24.com
Persoalan peredaran narkotika di Indonesia kembali mendapat sorotan tajam dari Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H.,M.H. Ia menilai pemberantasan narkoba harus dilakukan secara serius, menyeluruh, dan tanpa pandang bulu, terutama terhadap jaringan besar yang terorganisasi serta pihak-pihak yang terbukti terlibat. Menurut Sutan Nasomal, Indonesia tidak boleh menjadi pasar empuk bagi jaringan perdagangan narkotika internasional. Ia mendorong pemerintah dan aparat penegak hukum memperkuat pengawasan di seluruh jalur masuk narkotika, termasuk membongkar jaringan yang diduga memiliki keterkaitan lintas negara.
“Tidak boleh ada toleransi terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam jaringan narkoba, baik bandar besar, kurir, maupun pihak lain yang membantu kegiatan tersebut. Semuanya harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Sutan Nasomal kepada awak media, Jumat (04/09/2026). Ia juga menegaskan bahwa apabila terdapat oknum aparat penegak hukum yang terbukti terlibat dalam jaringan narkotika, proses hukum harus dilakukan secara tegas dan transparan. Menurutnya, status sebagai aparat tidak boleh menjadi alasan untuk mendapatkan perlakuan istimewa.
Sutan Nasomal berpandangan bahwa hukuman maksimal, termasuk pidana mati, harus diterapkan secara konsisten terhadap pelaku yang memang memenuhi ketentuan hukum dan telah melalui proses peradilan yang sah.
“Kalau memang terbukti secara hukum dan memenuhi unsur pidana yang diancam dengan hukuman maksimal, jangan ada intervensi ataupun perlakuan khusus. Hukum harus berdiri tegak,” ujarnya.
Narkoba Dinilai Mengancam Generasi Muda
Sutan Nasomal juga menyoroti dampak sosial dan kemanusiaan akibat penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, korban narkoba tidak hanya berasal dari kalangan dewasa, tetapi juga telah menyentuh generasi muda.
Ia menilai rehabilitasi terhadap korban penyalahgunaan narkotika membutuhkan waktu, biaya, tenaga, serta dukungan keluarga dan lingkungan yang tidak sedikit.
Karena itu, menurutnya, strategi pemberantasan narkoba tidak boleh hanya berorientasi pada penindakan setelah kejahatan terjadi. Pemerintah juga perlu memperkuat pencegahan, edukasi, rehabilitasi, pengawasan perbatasan, serta pemberantasan jaringan keuangan yang menopang bisnis narkotika.
“Yang kita selamatkan bukan hanya hari ini, tetapi masa depan generasi bangsa. Kalau peredaran narkoba dibiarkan berkembang, dampaknya akan jauh lebih besar terhadap keluarga, ekonomi, keamanan, dan kualitas generasi Indonesia,” katanya kepada awak media.
Minta Jaringan Internasional Dibongkar
Lebih lanjut, Sutan Nasomal menyebut masuknya narkotika dari luar negeri maupun produksi ilegal di dalam negeri sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional. Ia mendorong aparat untuk tidak berhenti pada penangkapan kurir atau pengguna, tetapi membongkar struktur jaringan hingga ke aktor intelektual, pemodal, pemasok, serta pihak yang diduga menyediakan fasilitas.
“Jangan hanya menangkap orang yang berada di lapangan. Bongkar siapa yang membiayai, siapa yang memasok, siapa yang mengendalikan, dan ke mana aliran uangnya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan internal di institusi penegak hukum. Menurutnya, apabila ada aparat yang terbukti menerima suap atau membantu jaringan narkotika, penegakan hukum harus dilakukan secara transparan dan setara.
Soroti Tanggung Jawab Pimpinan Wilayah
Sutan Nasomal turut meminta jajaran pimpinan kepolisian di daerah meningkatkan efektivitas pemberantasan narkotika di wilayah masing-masing.
Ia menilai evaluasi terhadap kinerja pimpinan wilayah perlu dilakukan apabila jaringan narkotika terus berkembang secara signifikan dan langkah pemberantasannya dinilai tidak efektif.
“Pimpinan aparat harus mampu menunjukkan bahwa wilayah hukumnya benar-benar diperangi dari jaringan narkoba. Kalau tidak mampu, tentu harus ada evaluasi terhadap kepemimpinannya,” katanya.
Namun demikian, ia menekankan bahwa setiap tindakan penegakan hukum harus tetap dilakukan berdasarkan prosedur, bukti, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Judi Online Juga Jadi Ancaman Ekonomi
Selain narkotika, Sutan Nasomal menyoroti persoalan judi online yang menurutnya telah menimbulkan dampak ekonomi dan sosial yang serius bagi masyarakat. Ia meminta pemerintah memperkuat pemberantasan terhadap operator, bandar, penyedia sistem pembayaran, pihak yang memfasilitasi, serta jaringan keuangan yang terbukti terlibat.
“Jangan hanya memblokir situsnya. Kalau ingin benar-benar memberantas judi online, bongkar juga aliran uang dan pihak-pihak yang berada di belakangnya,” ujarnya.
Menurutnya, perang terhadap narkoba dan judi online harus dilakukan secara simultan melalui pendekatan hukum, teknologi, intelijen keuangan, pengawasan perbatasan, serta edukasi masyarakat.
“Negara tidak boleh kalah dari jaringan kejahatan terorganisasi. Penegakan hukum harus tegas, profesional, terukur, dan berdasarkan bukti. Jangan sampai kejahatan terorganisasi justru lebih kuat daripada negara,” pungkas Sutan Nasomal.
Narasumber :
Prof.Dr.Sutan Nasomal, S.H., M.H. Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, Pendiri/Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (Association of Young Indonesian Advocates), Ketua YPLBH Prof. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Rektor Universitas STIA-STIH Pronass, serta Ketua Umum YPP Brigip.



















