PELALAWAN | Buserinvestigasi24.com
Kepolisian Sektor (Polsek) Pangkalan Kuras melakukan pengecekan kesiapan lahan seluas 7 hektare yang berada di lingkungan SMK Negeri 1 Pangkalan Kuras, Desa Terantang Manuk, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan. Lahan tersebut dipersiapkan untuk mendukung program penanaman jagung pipil secara serentak sekaligus menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Pangkalan Kuras.
Kegiatan pengecekan dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026, sekitar pukul 11.00 WIB hingga selesai, dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Pangkalan Kuras KOMPOL RINALDI PARLINDUNGAN, S.H.
Pengecekan tersebut merupakan bentuk dukungan dan keterlibatan Polri dalam mendorong program swasembada pangan 2026, khususnya melalui pemanfaatan lahan produktif serta penguatan sinergi antara kepolisian, dunia pendidikan dan sektor pertanian.
Lahan yang berada di lingkungan SMKN 1 Pangkalan Kuras tersebut direncanakan tidak hanya untuk mendukung produksi jagung, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana praktik dan pembelajaran bagi para siswa, khususnya dalam bidang pertanian.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, proses penggemburan lahan saat ini terus dilakukan. Dari total 7 hektare, sekitar 5 hektare telah selesai digemburkan, sedangkan 2 hektare lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Untuk mendukung proses tersebut, digunakan satu unit traktor jenis Yanmar.
Kegiatan turut dihadiri Kepala SMKN 1 Pangkalan Kuras, guru produktif bidang pertanian, perwakilan penyuluh pertanian, serta pengelola lahan sekolah. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mengoptimalkan lahan sekolah agar memberikan manfaat bagi pendidikan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Kapolsek Pangkalan Kuras KOMPOL RINALDI PARLINDUNGAN, S.H., mengatakan bahwa kesiapan lahan menjadi salah satu faktor penting agar program penanaman jagung dapat berjalan secara optimal.
«“Lahan seluas 7 hektare ini kita siapkan untuk penanaman jagung pipil secara serentak. Selain mendukung ketahanan pangan, keberadaan lahan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa SMK. Kita pastikan seluruh tahapan, mulai dari penggemburan lahan, kesiapan benih hingga pelaksanaan penanaman, dapat berjalan sesuai rencana,” ujar Kapolsek kepada awak Media Buserinvestigasi24.com.»
Menurutnya, setelah seluruh proses penggemburan selesai, kegiatan akan dilanjutkan dengan tahapan penanaman, pemeliharaan dan perawatan tanaman hingga masa panen. Dalam pelaksanaannya, sinergi antara pihak sekolah, penyuluh pertanian, kelompok tani dan Polri akan terus diperkuat.
Dengan luas lahan mencapai 7 hektare, SMKN 1 Pangkalan Kuras diharapkan dapat menjadi salah satu lokasi potensial pengembangan produksi jagung di Kecamatan Pangkalan Kuras. Program tersebut sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada siswa dalam mengelola pertanian dari tahap persiapan lahan hingga panen. Kapolsek Pangkalan Kuras menegaskan bahwa Polri akan terus memberikan pendampingan dan pengawalan terhadap program tersebut secara berkelanjutan.
“Kita akan terus mengawal dan mendukung program ini dari tahap awal hingga panen. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan produksi jagung, tetapi juga memberikan keterampilan dan pengalaman nyata kepada para siswa dalam bidang pertanian,” tegasnya.
Melalui kolaborasi antara Polri, dunia pendidikan dan sektor pertanian, pemanfaatan lahan produktif di SMKN 1 Pangkalan Kuras diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan sekaligus menciptakan generasi muda yang memiliki keterampilan dan kepedulian terhadap sektor pertanian. (Jono.Ms).



















