JAKARTA | Buserinvestigasi24.com
Pergantian Menteri Keuangan Republik Indonesia diharapkan menjadi momentum menghadirkan arah baru dalam pengelolaan keuangan negara, khususnya dalam memperkuat stabilitas ekonomi, meningkatkan pemerataan pembangunan, serta memperkokoh hubungan fiskal antara pemerintah pusat dan daerah. Harapan tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Internasional dan Ekonom sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), Rabu (17/9/2026).
Menurut Prof. Sutan Nasomal, posisi Menteri Keuangan memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan fiskal nasional. Karena itu, pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan diharapkan tidak hanya menjadi perubahan administratif, tetapi juga mampu melahirkan kebijakan yang memberikan dampak nyata terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai, salah satu tantangan penting yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana kebijakan fiskal nasional dapat berjalan seimbang antara kepentingan pemerintah pusat dengan kebutuhan pembangunan di daerah.
«“Kita berharap Menteri Keuangan yang baru membawa harapan baru bagi daerah. Kebijakan keuangan negara harus mampu memperkuat hubungan fiskal antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih adil, merata, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Prof. Sutan Nasomal.»
Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik, potensi ekonomi, kebutuhan pembangunan, serta tantangan yang berbeda. Oleh sebab itu, kebijakan fiskal dan transfer ke daerah idealnya mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan pembangunan, kemampuan fiskal, luas wilayah, jumlah penduduk, kondisi geografis hingga kontribusi daerah terhadap perekonomian nasional.
Kapasitas Fiskal Daerah
Prof. Sutan Nasomal juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas fiskal daerah. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memiliki ruang yang cukup untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Namun, ruang fiskal tersebut, kata dia, harus berjalan beriringan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, serta keberlanjutan pengelolaan keuangan negara.
«“Keadilan pembangunan bukan berarti semua daerah mendapatkan perlakuan yang sama persis. Setiap daerah memiliki kebutuhan dan karakteristik yang berbeda sehingga dukungan kebijakan juga perlu disesuaikan secara proporsional,” katanya.»
Ia mencontohkan daerah yang menghadapi tantangan geografis, keterbatasan infrastruktur maupun kapasitas fiskal membutuhkan perhatian kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Karena itu, Prof. Sutan Nasomal mendorong Kementerian Keuangan untuk terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan fiskal.
Menurutnya, masukan dari daerah penting agar kebijakan nasional tidak hanya tepat secara makro, tetapi juga efektif ketika diterapkan di tingkat daerah.
Dorong Sektor Produktif
Selain penguatan hubungan fiskal pusat dan daerah, Prof. Sutan Nasomal berharap kebijakan keuangan negara semakin diarahkan untuk mendorong sektor-sektor produktif yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Beberapa sektor yang dinilainya strategis antara lain pembangunan infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, kelautan dan perikanan, penguatan UMKM, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
«“Daerah jangan hanya dipandang sebagai penerima kebijakan dari pusat. Daerah adalah bagian penting dari mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika daerah tumbuh kuat, maka ekonomi nasional juga akan semakin kuat,” tegasnya.»
Ia juga berharap Menteri Keuangan yang baru mampu menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal, kebutuhan pembangunan, dan daya beli masyarakat. Menurutnya, kebijakan fiskal yang kuat tidak semata-mata diukur dari kemampuan pemerintah menjaga anggaran, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan tersebut mampu menciptakan ruang pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Harapan terhadap Menteri Keuangan Baru
Prof. Sutan Nasomal menyampaikan harapan agar kepemimpinan Menteri Keuangan yang baru dapat menghadirkan energi dan pendekatan baru dalam mengelola perekonomian nasional.
«“Harapan kita sederhana. Kehadiran Menteri Keuangan yang baru dapat menjadi energi baru dalam memperkuat hubungan pusat dan daerah. Fiskal negara harus menjadi instrumen pemerataan dan pembangunan, sekaligus tetap menjaga kesehatan serta keberlanjutan keuangan negara,” ujarnya.»
Ia menambahkan, penguatan ekonomi nasional membutuhkan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas sekaligus membuka ruang pertumbuhan bagi sektor produktif di berbagai daerah.
«“Kalau ekonomi daerah bergerak, masyarakat produktif, UMKM berkembang, investasi tumbuh dan pembangunan berjalan merata, maka fondasi ekonomi nasional juga akan semakin kuat,” tutup Prof. Sutan Nasomal.»
Prof. Sutan Nasomal, S.H., M.H. dikenal sebagai Pakar Hukum Internasional dan Ekonom. Selain menjabat Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), ia juga aktif dalam sejumlah kegiatan pendidikan, hukum dan sosial kemasyarakatan. (Red)



















