RIAU | PELALAWAN | Buserinvestigasi24.com
Pesona adat dan budaya Melayu berpadu dengan semangat kebersamaan dalam Kirab Budaya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pelalawan ke-27. Di antara kemeriahan tersebut, penampilan Wakil Bupati Pelalawan, H. Husni Tamrin, S.H., bersama istri, Hj. Rohani Tamrin, S.E., turut mencuri perhatian dengan balutan busana Melayu yang anggun, serasi, dan berwibawa. Jum’at (09/10/2026).
Mengenakan busana tradisional khas Melayu dengan perpaduan corak dan warna yang harmonis, pasangan ini menghadirkan kesan elegan sekaligus mencerminkan nilai kesantunan dan kehormatan yang melekat dalam tradisi Melayu. Penampilan keduanya tidak sekadar menjadi bagian dari kemeriahan acara, tetapi juga menghadirkan gambaran tentang pentingnya menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
Kirab Budaya Helat Pelalawan ke-27 dimulai pada pukul 07.00 WIB, dengan rute dari Taman Kenangan menuju Lapangan Mini Soccer. Para peserta mengenakan busana Melayu lengkap sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan adat dan budaya yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah serta kehidupan masyarakat Kabupaten Pelalawan.
Bagi masyarakat Melayu, busana tradisional bukan sekadar pakaian untuk menghadiri acara seremonial. Di dalamnya terkandung nilai filosofi tentang kesopanan, tata krama, kehormatan, dan penghargaan terhadap adat istiadat. Setiap unsur busana menjadi pengingat bahwa identitas budaya tidak hanya diwariskan melalui cerita dan sejarah, tetapi juga dihidupkan melalui sikap, perilaku, serta kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran Wakil Bupati Husni Tamrin bersama istri dalam balutan busana Melayu turut memperkuat nuansa kebudayaan dalam perayaan hari jadi Kabupaten Pelalawan. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata berbicara tentang kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat tetap menjaga akar budaya yang membentuk karakter dan jati diri daerah.
Kirab budaya pun menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk mengenal, merawat, dan menumbuhkan kecintaan terhadap kekayaan tradisi lokal. Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda diharapkan semakin memahami bahwa adat dan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan warisan berharga yang perlu dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
Sejalan dengan semangat “Mo La Kito Membangun Pelalawan”, peringatan HUT Kabupaten Pelalawan ke-27 diharapkan menjadi momentum untuk mempererat persatuan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas Melayu sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah dan karakter masyarakat Pelalawan.
Pada akhirnya, kemajuan sebuah daerah akan terasa lebih bermakna ketika masyarakatnya tidak melupakan akar sejarah dan budayanya. Sebab, di balik keindahan busana Melayu, tersimpan pesan tentang kesantunan, kehormatan, dan kebersamaan yang patut terus dijaga. Busana boleh mengikuti perkembangan zaman, tetapi adat dan budaya Melayu harus tetap hidup, lestari, dan menjadi kebanggaan sepanjang masa.
(Jono.Ms).



















