Malam Ketiga Helat Pelalawan ke-27 Membara! Parade Tari Suguhkan Pesona Budaya Melayu, Dewan Kesenian Angkat Bakat Lokal

- Penulis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELALAWAN – Semarak Helat Pelalawan ke-27 semakin terasa pada malam ketiga, Sabtu (10/10/2026). Panggung perayaan yang megah berubah menjadi ruang ekspresi seni dan budaya ketika parade tari yang digagas Dewan Kesenian Pelalawan sukses memukau pengunjung dengan ragam pertunjukan bernuansa Melayu yang sarat makna.

Tabuhan gendang yang menggema berpadu dengan gerak gemulai para penari, menghadirkan suasana penuh pesona. Bukan sekadar hiburan, parade tari ini menjadi panggung bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Pelalawan.

Berbagai sanggar tari umum dan sekolah dari sejumlah wilayah di Kabupaten Pelalawan turut ambil bagian. Mereka tampil membawa identitas, kreativitas, serta semangat untuk menjaga warisan budaya Melayu agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Ketua Dewan Kesenian Pelalawan, H. Rozali, FE, menyampaikan bahwa parade tari tersebut bukan semata-mata perlombaan, melainkan bagian dari upaya membangun kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya daerah.

Melalui panggung Helat Pelalawan, para peserta diberikan ruang untuk mengembangkan bakat, menampilkan karya, serta memperkenalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Ajang ini menjadi wadah bagi anak-anak dan generasi muda untuk menampilkan bakat serta kreativitas mereka. Kita ingin seni dan budaya Melayu Pelalawan terus tumbuh, dikenal, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” demikian semangat yang tercermin dari penyelenggaraan parade tari tersebut.

Sejumlah karya tari bernuansa kearifan lokal tampil memikat, di antaranya Tari Mano Sialang, Orek Boeh, hingga Surut Berpantang. Setiap pertunjukan menghadirkan karakter dan pesan tersendiri melalui olah gerak, iringan musik, serta koreografi yang digarap dengan penuh kreativitas.

Baca Juga:  Profesor.Dr,Sutan Nasomal: Presiden RI Jangan Sembarangan Menyetujui Wacana Jalan Provinsi Berbayar di Jawa Barat

Karya-karya tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kebudayaan Melayu Pelalawan memiliki kekayaan ekspresi yang layak terus digali dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Antusiasme penonton semakin terasa ketika dewan juri mengumumkan para pemenang perlombaan. Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi momen tersebut, menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja keras para penari, pelatih, koreografer, serta seluruh pihak yang terlibat.

Parade tari dalam rangka Helat Pelalawan ke-27 ini menjadi bukti bahwa perayaan hari jadi kabupaten bukan hanya tentang kemeriahan panggung, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas daerah.

Di tengah derasnya arus modernisasi, seni tradisi membutuhkan ruang, perhatian, dan dukungan agar tidak sekadar menjadi kenangan masa lalu. Keterlibatan sanggar seni dan sekolah menjadi langkah penting untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini.

Melalui kegiatan ini, Dewan Kesenian Pelalawan turut mengambil peran dalam membuka ruang kreativitas sekaligus menjaga kesinambungan regenerasi pelaku seni daerah.

Semangat tersebut sejalan dengan tema Helat Pelalawan ke-27, “Mo La, Awak Bangun Pelalawan”. Membangun Pelalawan bukan hanya melalui pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga dengan merawat kebudayaan, memperkuat jati diri, serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya.

Sebab, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari megahnya pembangunan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakatnya mampu menjaga akar budaya dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus. (Red)

Berita Terkait

Terjebak dalam Hubungan Manipulatif: “Pria Perlu Waspada terhadap Rayuan, Tekanan Emosional, dan Tuntutan Finansial Wanita”
Anggun dan Berwibawa, Busana Melayu Wakil Bupati Husni Tamrin Bersama Istri Curi Perhatian di Kirab Budaya Helat Pelalawan ke-27
Mengenal AIPDA Feggi, Sosok WALPRI yang tegas disiplin serta Setia Mendampingi Wabup Pelalawan H. Husni Tamrin
Prof. Dr. Sutan Nasomal Soroti Beban Pajak di Tengah Tekanan Ekonomi: “Jangan Sampai Rakyat Kecil Semakin Terjepit”
Resmi Mendaftar Calon Kades Sungai Buluh, Awaludin Remis Siap Lanjutkan Pembangunan dan Wujudkan Pemerataan Kesejahteraan
“Membangun Desa Dengan Hati, Melayani Rakyat Dengan Amanah: ‘Ubairillah Sirambe’ Sampaikan Komitmen Untuk Sp5 Desa Harapan Jaya”
ARUNGI SUNGAI KAMPAR – KAPOLRES PELALAWAN JADI AGEN PERLINSOS, SAMBANGI WARGA KUALA TERUSAN SEBERANG
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal: Sertifikasi Kompetensi Wartawan Tidak Hanya Melalui UKW, Jalur BNSP Juga Tersedia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 05:08

Terjebak dalam Hubungan Manipulatif: “Pria Perlu Waspada terhadap Rayuan, Tekanan Emosional, dan Tuntutan Finansial Wanita”

Minggu, 11 Oktober 2026 - 03:09

Anggun dan Berwibawa, Busana Melayu Wakil Bupati Husni Tamrin Bersama Istri Curi Perhatian di Kirab Budaya Helat Pelalawan ke-27

Minggu, 11 Oktober 2026 - 03:00

Mengenal AIPDA Feggi, Sosok WALPRI yang tegas disiplin serta Setia Mendampingi Wabup Pelalawan H. Husni Tamrin

Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:54

Malam Ketiga Helat Pelalawan ke-27 Membara! Parade Tari Suguhkan Pesona Budaya Melayu, Dewan Kesenian Angkat Bakat Lokal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:24

Prof. Dr. Sutan Nasomal Soroti Beban Pajak di Tengah Tekanan Ekonomi: “Jangan Sampai Rakyat Kecil Semakin Terjepit”

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:21

“Membangun Desa Dengan Hati, Melayani Rakyat Dengan Amanah: ‘Ubairillah Sirambe’ Sampaikan Komitmen Untuk Sp5 Desa Harapan Jaya”

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:52

ARUNGI SUNGAI KAMPAR – KAPOLRES PELALAWAN JADI AGEN PERLINSOS, SAMBANGI WARGA KUALA TERUSAN SEBERANG

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:41

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal: Sertifikasi Kompetensi Wartawan Tidak Hanya Melalui UKW, Jalur BNSP Juga Tersedia

Berita Terbaru