Horor Antrean BBM Jadi Sorotan, Prof. Dr. Sutan Nasomal: Pemerintah Harus Pastikan Ketersediaan Stok dan Lindungi Masyarakat

- Penulis

Senin, 20 Juli 2026 - 16:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 20 Juli 2026 – Fenomena antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai daerah menjadi perhatian publik. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama di tengah meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) dan kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan.

Menanggapi situasi tersebut, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, menyampaikan bahwa pemerintah perlu memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai keamanan stok BBM agar tidak menimbulkan kepanikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal saat memberikan tanggapan kepada sejumlah awak media cetak dan media daring, baik nasional maupun internasional, dari Jakarta, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, antrean panjang di SPBU telah menjadi persoalan yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Warga harus menghabiskan waktu hingga satu sampai dua jam hanya untuk memperoleh BBM, bahkan harus menghadapi teriknya matahari, khususnya pengguna kendaraan roda dua.

“Antrean panjang BBM tidak hanya menguras waktu dan tenaga masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi, produktivitas kerja, serta pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Prof. Sutan Nasomal menilai bahwa Indonesia sebagai negara yang memiliki sumber daya alam melimpah, termasuk minyak bumi, seharusnya mampu menjaga stabilitas distribusi energi sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara baik.

Baca Juga:  Semarak HUT RI ke-81, Bhabinkamtibmas Desa Angkasa Bersama Kades dan Mahasiswa KKN UIN Riau Pasang Bendera Merah Putih

Selain persoalan antrean BBM, ia juga menyoroti dampak lanjutan terhadap perekonomian. Menurutnya, kenaikan harga BBM turut memengaruhi harga berbagai kebutuhan pokok dan biaya hidup masyarakat.

Oleh karena itu, ia mengimbau pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan stok BBM tetap aman serta memperkuat langkah-langkah pengendalian harga melalui program pasar murah dan berbagai kebijakan yang dapat menjaga daya beli masyarakat.

Di sisi lain, Prof. Sutan Nasomal juga mengajak pemerintah agar meningkatkan perhatian terhadap kelompok masyarakat rentan, khususnya para lanjut usia (lansia), anak-anak yatim, serta warga kurang mampu yang terdampak kondisi ekonomi.

“Kelompok masyarakat yang sudah tidak produktif dan memiliki keterbatasan ekonomi perlu mendapatkan perhatian serta bantuan yang memadai. Demikian pula anak-anak yatim yang membutuhkan perlindungan dan dukungan dari negara,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas pasokan energi, mengendalikan harga kebutuhan pokok, serta memastikan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Narasumber :

Narasumber:Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H.

Pakar Hukum Internasional

Ekonom Nasional

Presiden Partai Oposisi Merdeka

Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMI)

Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS

Berita Terkait

Prof. Sutan Nasomal Apresiasi Kinerja Bea Cukai Tangerang, Ungkap 445 Penindakan Rokok Ilegal Senilai Rp;18,04 Miliar
Propam Ungkap Dugaan Oknum Jatanras Bekingi Debt Collector, Kuasa Hukum Desak Polisi Bongkar Tuntas Perampasan Mobil Emak-Emak
Kapolda Riau didampingi Kapolres Pelalawan Pimpin Pemadaman Karhutla di Pelalawan, Gunakan Formula X-Fire
Menapaki Mimpi Menjadi Kapolri Perempuan, Prof Sutan Nasomal Apresiasi Cita-Cita Davina Kirana Bintang
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Wabup Husni Tamrin Ajak Masyarakat Perbanyak Doa dan Introspeksi Diri
Pelalawan Menuju “Kota Aren”, Dorong Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir
Cegah Karhutla Sejak Dini, Bhabinkamtibmas Desa Angkasa Sosialisasikan Bahaya dan Ancaman Pidana Pembakaran Hutan dan Lahan
Ratusan Jamaah Padati Masjid Fajar Akbar, Wabup Husni Tamrin: GSB Harus Menjadi Gerakan yang Hidup di Tengah Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:11

Prof. Sutan Nasomal Apresiasi Kinerja Bea Cukai Tangerang, Ungkap 445 Penindakan Rokok Ilegal Senilai Rp;18,04 Miliar

Jumat, 11 September 2026 - 08:37

Propam Ungkap Dugaan Oknum Jatanras Bekingi Debt Collector, Kuasa Hukum Desak Polisi Bongkar Tuntas Perampasan Mobil Emak-Emak

Jumat, 11 September 2026 - 03:10

Kapolda Riau didampingi Kapolres Pelalawan Pimpin Pemadaman Karhutla di Pelalawan, Gunakan Formula X-Fire

Kamis, 10 September 2026 - 10:57

Menapaki Mimpi Menjadi Kapolri Perempuan, Prof Sutan Nasomal Apresiasi Cita-Cita Davina Kirana Bintang

Kamis, 10 September 2026 - 08:30

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Wabup Husni Tamrin Ajak Masyarakat Perbanyak Doa dan Introspeksi Diri

Kamis, 10 September 2026 - 07:58

Cegah Karhutla Sejak Dini, Bhabinkamtibmas Desa Angkasa Sosialisasikan Bahaya dan Ancaman Pidana Pembakaran Hutan dan Lahan

Kamis, 10 September 2026 - 05:36

Ratusan Jamaah Padati Masjid Fajar Akbar, Wabup Husni Tamrin: GSB Harus Menjadi Gerakan yang Hidup di Tengah Masyarakat

Kamis, 10 September 2026 - 03:26

Saksi Ralat Keterangan BAP di Persidangan, Kuasa Hukum Armaita Soroti Akurasi Penyidikan Kasus Pupuk Subsidi

Berita Terbaru