MEDAN | Buserinvestigasi24.com
Setiap anak memiliki mimpi. Namun, tidak semua anak berani mengucapkan dan memperjuangkan mimpinya sejak usia dini. Bagi Davina Kirana Bintang, cita-cita untuk suatu hari menjadi pemimpin di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menjadi bagian dari perjalanan hidup yang ingin ia tempuh melalui pendidikan, prestasi, kedisiplinan, dan pengabdian.
Pelajar asal Medan, Sumatera Utara, tersebut memiliki cita-cita besar untuk kelak menjadi Kapolri perempuan. Sebuah impian yang dinilai inspiratif karena lahir dari semangat generasi muda untuk mengambil bagian dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pakar Hukum Internasional dan Ekonom, Prof. Sutan Nasomal, S.H., M.H., mengapresiasi semangat dan cita-cita Davina. Menurutnya, keberanian seorang pelajar dalam membangun mimpi besar harus dihargai dan didukung melalui pendidikan serta pembentukan karakter yang kuat.
«“Setiap anak memiliki mimpi, dan setiap mimpi membutuhkan keberanian untuk diperjuangkan. Davina memiliki cita-cita yang besar. Yang terpenting bukan sekadar menjadi Kapolri, tetapi bagaimana sejak sekarang ia mempersiapkan diri melalui pendidikan, integritas, kedisiplinan, kepemimpinan, dan pengabdian,” ujar Prof. Sutan Nasomal kepada awak media Buserinvestigasi24.com»
Hal tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan online melalui sambungan telepon seluler dari Markas Pusat Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), kawasan Cijantung, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Tumbuh dalam Lingkungan Pendidikan dan Pengabdian
Davina Kirana Bintang lahir di Medan pada 7 Juni 2011. Ia tumbuh dalam keluarga yang memberikan perhatian terhadap pendidikan, kedisiplinan, serta nilai-nilai pengabdian. Ayahnya, Davit Bintang, disebut merupakan anggota Polres Pelabuhan Belawan dengan pangkat Aiptu. Sementara ibunya, Masyarah Simatupang, S.Pd., M.M., merupakan seorang pendidik yang berdinas pada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah.
Dukungan keluarga tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pendidikan dan pengembangan karakter Davina. Dalam pendidikan, Davina mengawali proses belajarnya di Sekolah Wahidin Sudirohusodo sejak jenjang PG hingga sekolah dasar. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Maitreyawira Camara Asri pada jenjang SMP.
Saat ini, Davina tercatat sebagai pelajar SMA Negeri 1 Medan.
Di tengah aktivitas akademiknya, Davina juga aktif mengembangkan berbagai potensi. Ia memiliki ketertarikan dan kemampuan di bidang seni, antara lain bernyanyi, membaca puisi, modeling, dan acting. Ia juga menekuni cabang olahraga atletik. Kemampuan berbahasa asing turut menjadi salah satu bekalnya. Davina diketahui menguasai Bahasa Inggris dan Mandarin.
Finalis Duta Pelajar Antinarkoba Sumatera Utara
Semangat untuk terus berkembang juga tercermin dari kiprahnya sebagai Finalis Duta Pelajar Antinarkoba Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026.
Bagi Davina, prestasi tidak semata-mata diukur dari penghargaan yang diperoleh. Lebih dari itu, proses mengikuti berbagai kegiatan menjadi ruang untuk membangun keberanian, kedisiplinan, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kesadaran terhadap persoalan yang dihadapi generasi muda.
Prof. Sutan Nasomal menilai, perjalanan seperti itulah yang seharusnya menjadi fondasi bagi generasi muda yang memiliki cita-cita besar. Menurutnya, keinginan Davina untuk menjadi Kapolri perempuan harus ditempatkan sebagai cita-cita jangka panjang, bukan sekadar sebuah gelar atau jabatan yang ingin diraih.
«“Kalau seorang anak sejak muda sudah memiliki cita-cita untuk mengabdi kepada negara, tugas kita adalah memberikan ruang, pendidikan dan motivasi agar ia tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas. Jabatan adalah hasil dari proses panjang. Karena itu, yang harus dibangun sejak sekarang adalah karakter, kompetensi dan keteguhan moral,” tegasnya.»
Perempuan dan Masa Depan Kepemimpinan
Cita-cita Davina juga menjadi gambaran bahwa generasi perempuan muda memiliki keberanian untuk membayangkan dirinya berada di ruang-ruang kepemimpinan strategis. Menjadi pemimpin, termasuk di lingkungan kepolisian, membutuhkan proses panjang, persyaratan yang ketat, pendidikan, pengalaman, kemampuan kepemimpinan, serta rekam jejak pengabdian yang harus dibangun secara bertahap.
Karena itu, impian Davina untuk menjadi Kapolri perempuan di masa depan merupakan sebuah harapan yang masih panjang perjalanannya. Namun, setiap perjalanan besar memang selalu dimulai dari sebuah langkah kecil. Hari ini Davina adalah seorang pelajar. Ia masih memiliki perjalanan pendidikan dan pembentukan karakter yang panjang. Tetapi dari ruang pendidikan itulah mimpi tentang masa depan mulai dibangun.
Teruslah bermimpi, belajar, berprestasi dan mengabdi. Sebab masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh mereka yang telah menjadi pemimpin hari ini, tetapi juga oleh generasi muda yang sejak sekarang berani mempersiapkan dirinya untuk memimpin di masa depan.
Narasumber :
Prof. Sutan Nasomal, S.H., M.H.
Pakar Hukum Internasional dan Ekonom
Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID)



















