TEKANAN PUBLIK MENGUAT, SELAT PANJANG MEMANAS : WARGA SEBUT SIREGAR & AKIONG MENIMBUN BBM BERSUBSIDI ; KAPOLRES KEPRI DIMINTA AMBIL LANGKAH TEGAS TANPA KOMPROMI

- Penulis

Selasa, 2 Desember 2025 - 14:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEPRI|Buserinvestigasi24.com

Selatpanjang kembali bergolak. Suara masyarakat seperti kawah yang mendidih, menekan aparat penegak hukum untuk tidak lagi berjalan di atas rem tangan. Sejumlah warga menyebut dua nama, Siregar dan Akiong, sebagai pihak yang diduga memiliki dua gudang yang terlibat dalam aktivitas penimbunan BBM bersubsidi. Penegasan penting: semua informasi ini masih berupa aduan dan dugaan warga, dan aparatlah yang berwenang menguji kebenaran melalui proses hukum yang sah.

Namun satu hal jelas: masyarakat menolak diam.

“Kami minta Kapolres Kepri AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., beserta jajarannya untuk turun langsung ke lapangan mengecek kebenaran tersebut. Jangan biarkan dugaan seperti ini menggantung di udara,” tegas salah seorang warga bernama pandi yang meminta proses penindakan dilakukan secara transparan dan profesional.

Lokasi temuan ini juga tercatat pada koordinat GPS: 1.01848° LU dan 102.72834° BT, sesuai dengan dokumentasi lapangan pada Rabu, 12 November 2025 pukul 17.00 WIB.

BBM bersubsidi bukan barang mainan. Ia adalah urat nadi rakyat kecil. Jika benar terjadi penimbunan, maka praktik ini dapat menyeret pelakunya pada jerat pasal yang tidak main-main:

Pasal 55 UU Migas: penyalahgunaan pengangkutan atau niaga BBM bersubsidi dipidana hingga 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 60 miliar.

Pasal 40 Perpres No. 191/2014: mengatur distribusi BBM bersubsidi yang tidak boleh dipindahtangankan untuk keuntungan pribadi.

Pasal 480 ; Menimbun,memperdagangkan, menyimpan, atau menerima BBM subsidi yang diketahui atau seharusnya diduga bukan untuk diperjualbelikan, maka mereka dapat dijerat sebagai penadah

KUHP Pasal 55–56: ancaman bagi pihak yang ikut serta atau turut membantu.

Proses hukum menjadi kunci. Warga menuntut agar tidak ada tebang pilih, tidak ada bayangan kompromi, dan tidak ada ruang bagi “jalan belakang”.

SEPERTI API DI BAWAH SEKAM Masyarakat Selatpanjang merasakan langsung tekanan rantai pasok yang terganggu akibat dugaan ini. Harga melonjak, antrean memanjang, nelayan tertekan, pekerja harian terhimpit. Ketika BBM bersubsidi ditarik dari rakyat, yang terbakar adalah perut orang miskin.

Lalu dampak lingkungan? Penyimpanan BBM yang tidak standar dapat menyebabkan:

kebocoran tanah dan perairan,

Baca Juga:  Operasi Antik LK 2026, Satresnarkoba Polres Rohul Amankan Pengedar Sabu 54,74 Gram di Kepenuhan Hulu

kontaminasi ekosistem pesisir,

potensi kebakaran yang membahayakan permukiman,

risiko ledakan yang bisa merenggut nyawa dan menghancurkan ekonomi lokal.

Dugaan semacam ini bukan sekadar soal uang, melainkan soal keselamatan publik.

Dalam konteks moral, agama berdiri sebagai cermin yang tajam.

Kitab-kitab suci memberi peringatan keras terhadap perilaku yang merampas hak publik ;

“Celakalah orang-orang yang mengurangi hak orang lain.” (QS. Al-Muthaffifin: 1–3)

“Janganlah kamu menahan sesuatu yang menjadi hak saudaramu.” (Amsal 3:27)

“Siapa yang berbuat curang, bukanlah ia golongan kami.” (HR. Muslim)

Dalil-dalil ini menjadi alarm etik: penimbunan yang merugikan masyarakat, jika benar terbukti, bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pengkhianatan moral dan spiritual.

HUKUM HARUS BERJALAN, KEBENARAN HARUS DIUNGKAP Masyarakat Selatpanjang tidak meminta banyak:

ungkap fakta, tindak pelaku bila terbukti, dan jaga kepercayaan publik dengan langkah yang konkret dan tegas.

Menimbun kebutuhan publik adalah perbuatan zalim yang merampas hak orang banyak demi keuntungan pribadi.

Jika dugaan ini terbukti benar, maka ini bukan sekadar pelanggaran hukum—

ini pengkhianatan terang-terangan terhadap rakyat yang sedang berjuang menyambung hidup.

Di tengah riuh kecurigaan, masyarakat tetap memegang asas penting: setiap orang harus dianggap tidak bersalah sebelum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Karena itu, warga tidak menuntut penghakiman, tetapi meminta proses yang tegas dan transparan.

Malam di Selatpanjang terasa lebih panas dari biasanya.

Dan publik sedang menunggu:

Akankah Kapolres Kepri menjawab tuntutan ini dengan tindakan nyata?

Warga selatpanjang tidak butuh janji—warga butuh tindakan yang nyata

Jika aparat tidak bergerak, maka rakyat akan mengingat:

keadilan yang dibiarkan mati hari ini, akan menuntut balas besok.

Tim Redaksi Buserinvestigasi24.com menegaskan bahwa pemberitaan ini dibuat berdasarkan hasil dan data faktual yang diperoleh dari sumber terpercaya dari warga Selatpanjang dan Ketua Tim Satgasus KPK Tipikor Julianto

Kami tetap membuka ruang klarifikasi bagi semua pihak yang disebutkan dalam berita ini untuk memberikan hak jawab sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis Berita ; Jono.Ms

Sumber Berita ; Julianto Ketua Satgasus KPK Tipikor

Berita Terkait

PERSOALAN LINGKUNGAN PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY MEMANAS! TIGA PEJABAT UTAMA BUNGKAM, DUGAAN LIMBAH DAN SEMPADAN SUNGAI JADI SOROTAN — AKANKAH NEGARA DIAM?
BUNGKAMNYA 3 PEJABAT UTAMA PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, AKANKAH NEGARA TUTUP MATA? DESAKAN WARGA UNTUK MENGAUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENGUAT, APARAT JANGAN HANYA MENJADI PENONTON!
DUGAAN PENGABAIAN SEMPADAN SUNGAI DI AREAL PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, WARGA DESAK APARAT PENEGAK HUKUM TURUN TANGAN
Luar Biasa! Bupati Pelalawan Turun Langsung Tinjau Warganya Yang Kena macet di KM 83 Desa Kemang, Pekerjaan Jalan Dihentikan Sementara
K.Yose Silaban,S.H. & Partner Desak Kasat Reskrim Polres Siak Segera Tangkap dan Proses Hukum “AMARONES NDURU Cs” — Tokoh Adat Nias Bersuara: “Kalau Tak Sanggup Bekerja Untuk Rakyat, Mundur Saja Pak!”
Aipda Marmin,S.H, Bersama Pemerintah Desa Salurkan Sembako untuk Warga Kurang Mampu, Wujud Kepedulian HUT Bhayangkara ke-80
PT.MERIDAN SEJATI SURYA PLANTATION/ANAK PERUSAHAAN SURYA DUMAI GROUP DIDUGA MELINDUNGI DAN MEMELIHARA SEORANG “PERAMPOK/BEGAL”
PT.Meridan Sejati Surya Plantation (PT.MSSP) Diduga MELINDUNGI dan MEMELIHARA “Amarones Nduru Cs” Pelaku Perampasan 2 Unit Motor Milik Firman Jaya Lase & Diana Rohani Laia
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:31

PERSOALAN LINGKUNGAN PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY MEMANAS! TIGA PEJABAT UTAMA BUNGKAM, DUGAAN LIMBAH DAN SEMPADAN SUNGAI JADI SOROTAN — AKANKAH NEGARA DIAM?

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:07

BUNGKAMNYA 3 PEJABAT UTAMA PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, AKANKAH NEGARA TUTUP MATA? DESAKAN WARGA UNTUK MENGAUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENGUAT, APARAT JANGAN HANYA MENJADI PENONTON!

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:59

DUGAAN PENGABAIAN SEMPADAN SUNGAI DI AREAL PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, WARGA DESAK APARAT PENEGAK HUKUM TURUN TANGAN

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:31

Luar Biasa! Bupati Pelalawan Turun Langsung Tinjau Warganya Yang Kena macet di KM 83 Desa Kemang, Pekerjaan Jalan Dihentikan Sementara

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:11

K.Yose Silaban,S.H. & Partner Desak Kasat Reskrim Polres Siak Segera Tangkap dan Proses Hukum “AMARONES NDURU Cs” — Tokoh Adat Nias Bersuara: “Kalau Tak Sanggup Bekerja Untuk Rakyat, Mundur Saja Pak!”

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:35

PT.MERIDAN SEJATI SURYA PLANTATION/ANAK PERUSAHAAN SURYA DUMAI GROUP DIDUGA MELINDUNGI DAN MEMELIHARA SEORANG “PERAMPOK/BEGAL”

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:25

PT.Meridan Sejati Surya Plantation (PT.MSSP) Diduga MELINDUNGI dan MEMELIHARA “Amarones Nduru Cs” Pelaku Perampasan 2 Unit Motor Milik Firman Jaya Lase & Diana Rohani Laia

Selasa, 23 Juni 2026 - 04:25

Jeritan Korban dari Balik Kebun Sawit: Dua Motor Dirampas, Seorang Istri Diduga Ditahan, Warga Desak Polisi Segera Tangkap! “AMARONES NDURU CS”

Berita Terbaru