Jakarta Utara|Buserinvestigasi24.com
Suasana tenang di lingkungan SMA Negeri 72 Kodamar, Kelapa Gading, mendadak berubah mencekam pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.00 WIB, setelah terdengar suara ledakan keras dari arah masjid sekolah. Berdasarkan laporan masyarakat dan aparat di lapangan, insiden tersebut diduga melibatkan aksi kekerasan bersenjata oleh seorang laki-laki yang kemudian ditemukan tewas di lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan sementara, ledakan terjadi sesaat sebelum salat Jumat. Tak lama berselang, petugas keamanan sekolah dan warga sekitar menemukan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di area belakang sekolah, dengan luka berat dan genangan darah di sekitarnya.
Di dekat jasad tersebut, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa senjata api laras panjang menyerupai AR-15 atau replika airsoft gun, pistol revolver, serta sabuk taktis warna hijau berisi kantong magazen.
Hingga berita ini diterbitkan, tim gabungan dari Polsek Kelapa Gading, Polres Metro Jakarta Utara, Tim Jihandak, dan Inafis telah melakukan sterilisasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pihak Damkar Jakarta Utara juga melakukan penyemprotan serta pembersihan area untuk memastikan keamanan.
Korban Jiwa dan Luka
Data sementara menyebutkan:
1 orang meninggal dunia di lokasi (diduga pelaku).
1 siswa luka berat, kini dirawat di RS YARSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
7 siswa lainnya mengalami luka ringan dan telah mendapat perawatan di Puskesmas Kelapa Gading.
Pihak sekolah langsung mengevakuasi seluruh siswa ke area aman dengan pendampingan aparat keamanan.
Barang Bukti dan Indikasi Ideologis
Menarik perhatian publik, senjata laras panjang yang ditemukan bertuliskan sejumlah frasa dan nama pelaku penembakan massal di luar negeri, di antaranya:
“WELCOME TO HELL” (Selamat Datang di Neraka)
“For Agartha”
“Brenton Tarrant”, pelaku penembakan masjid di Selandia Baru (2019)
“Natural Selection”
“Luca Traini” dan “Alexandre Bissonnette”
Tulisan-tulisan tersebut menunjukkan kemungkinan adanya inspirasi atau peniruan (copycat) dari pelaku kekerasan ekstrem di luar negeri. Pihak kepolisian tengah mendalami motif dan asal-usul senjata, serta latar belakang pribadi korban/pelaku.
Analisa Awal dan Tindakan Aparat
Menurut sumber aparat di lokasi, indikasi awal menunjukkan bahwa pelaku terpapar ideologi ekstrem kekerasan yang berkembang di ruang digital. Dugaan sementara, tindakan ini dilakukan secara individual tanpa keterlibatan kelompok besar.
Namun demikian, untuk memastikan hal tersebut, penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan oleh Densus 88, Puslabfor, dan BIN, termasuk pemeriksaan aktivitas digital, riwayat keluarga, serta kemungkinan jaringan yang terlibat.
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Koramil Kelapa Gading dan Puspomad, mengingat lokasi sekolah berada dalam kompleks Kodamar (Komando Daerah Maritim).
Langkah Pengamanan dan Seruan Publik
Sebagai langkah antisipatif, pengamanan di sekolah-sekolah sekitar Kodamar dan wilayah Jakarta Utara ditingkatkan, khususnya pada jam kegiatan keagamaan dan pelajaran.
Kapolres Metro Jakarta Utara mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta mempercayakan proses hukum kepada aparat berwenang.
> “Kami mohon masyarakat tidak berspekulasi. Semua langkah penyelidikan sedang dilakukan secara menyeluruh,” ujar salah satu pejabat kepolisian di lokasi.
Pandangan Keagamaan dan Sosial
Dari sisi kemanusiaan dan ajaran agama, tindakan kekerasan dan teror terhadap sesama manusia sangat bertentangan dengan nilai-nilai moral dan agama.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menegaskan:
> “Barang siapa membunuh seorang manusia bukan karena orang itu (membunuh) orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia.”
(QS. Al-Maidah: 32)
Para tokoh masyarakat diharapkan turut berperan aktif dalam memb





















