Sumsel | Buserinvestigasi24.com
Insiden tragis terjadi di sebuah tempat hiburan malam di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Seorang anggota TNI AD dari Kesdam II/Sriwijaya, Pratu Ferischal, meninggal dunia usai diduga ditembak oleh rekan sesama anggota TNI, Serda Ronal, pada Sabtu dini hari (16/5/2026).
Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Cafe Panhead, Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Aparat Denpom II/Sriwijaya bergerak cepat dengan mengamankan terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan intensif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapendam II/Sriwijaya, Letkol Inf Yordania, membenarkan penangkapan tersebut.
“Yang bersangkutan sudah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Denpom II/Sriwijaya,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika korban dan pelaku berada di lokasi hiburan malam sambil menikmati pertunjukan live music. Keduanya diduga terlibat senggolan yang memicu cekcok hingga berujung perkelahian.
Sejumlah saksi mata menyebut suasana sempat memanas dengan aksi baku hantam yang melibatkan beberapa rekan lainnya. Dalam kondisi tersebut, pelaku diduga mengeluarkan senjata api dari pinggangnya dan melepaskan tembakan yang mengenai bagian perut kanan korban.
Korban yang bersimbah darah langsung dilarikan ke RS Permata Palembang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, nyawa Pratu Ferischal tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 03.30 WIB.
Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk menjalani proses autopsi.
Kepergian Pratu Ferischal meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan sejawatnya. Korban diketahui mulai berdinas sebagai prajurit TNI sejak tahun 2022 dan dikenal sebagai sosok aktif serta berdedikasi dalam menjalankan tugas.
Pihak keluarga meminta agar proses hukum terhadap pelaku dilakukan secara terbuka dan profesional tanpa ada upaya menutupi kasus tersebut.
Adik kandung korban, Faradita, menegaskan keluarga ingin keadilan ditegakkan seadil-adilnya.
“Kami minta kasus ini jangan ditutupi. Harus transparan karena ini menyangkut nyawa orang. Kakak saya meninggal karena ditembak, jadi pelaku harus dihukum setimpal sesuai perbuatannya,” tegasnya.
Hingga saat ini, Denpom II/Sriwijaya masih mendalami motif dan kronologi lengkap penembakan yang menewaskan anggota Kesdam II/Sriwijaya tersebut.
Sumber: Beritasatu.com























