PELALAWAN | Buserinvestigasi24.com
Kabar menggembirakan datang dari kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan. Seekor anak gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) berjenis kelamin betina yang lahir di Camp Elephant Flying Squad resmi diberi nama “Nona Seroja” oleh Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan, dalam kunjungan kerja yang turut didampingi Wakil Bupati Pelalawan, Husni Tamrin, Kamis (11/06/2026).
Momen tersebut menjadi simbol harapan baru bagi upaya pelestarian satwa langka di Provinsi Riau. Di tengah berbagai tantangan yang mengancam keberlangsungan habitat gajah Sumatera, kelahiran seekor anak gajah dalam kondisi sehat menjadi kabar yang membahagiakan sekaligus membangkitkan optimisme bagi masa depan konservasi.
“Nona Seroja” lahir dari induk bernama Mama Ria pada Rabu (10/6/2026) di Camp Elephant Flying Squad Balai Taman Nasional Tesso Nilo. Anak gajah betina tersebut lahir dalam keadaan sehat dan saat ini berada dalam pengawasan intensif para petugas konservasi.
Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas Flying Squad dan jajaran Balai TNTN yang selama ini bekerja keras menjaga kesehatan serta keberlangsungan hidup satwa dilindungi tersebut.
Menurutnya, kelahiran Nona Seroja merupakan bukti nyata bahwa upaya konservasi yang dilakukan secara konsisten mampu memberikan hasil yang positif.
“Ini adalah kabar bahagia bagi kita semua. Kehadiran Nona Seroja menjadi simbol harapan baru bagi kelestarian gajah Sumatera. Semoga semakin banyak pihak yang peduli dan turut menjaga keberadaan satwa yang menjadi kebanggaan Indonesia ini,” ujar Kapolda kepada awak media Buserinvestigasi24.com
Nama “Nona Seroja” dipilih sebagai simbol keindahan, kelembutan, serta harapan baru bagi masa depan konservasi gajah Sumatera di Bumi Lancang Kuning.
Sementara itu, Wakil Bupati Pelalawan, Husni Tamrin, menyambut penuh sukacita kelahiran anak gajah tersebut. Ia menilai kehadiran Nona Seroja menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keseimbangan alam dan meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
“Kelahiran Nona Seroja bukan hanya menjadi kebahagiaan bagi Tesso Nilo, tetapi juga kebanggaan bagi masyarakat Pelalawan. Semoga ia tumbuh sehat dan menjadi simbol keberhasilan upaya pelestarian satwa liar yang harus terus kita jaga bersama,” kata Husni Tamrin kepada awak media Buserinvestigasi24.com
Dalam kunjungan tersebut turut hadir unsur Forkopimda Kabupaten Pelalawan, jajaran Balai Taman Nasional Tesso Nilo, serta para petugas Flying Squad yang selama ini menjadi garda terdepan dalam merawat dan melindungi populasi gajah di kawasan konservasi tersebut.
Kelahiran Nona Seroja menjadi secercah harapan di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi gajah Sumatera, mulai dari penyusutan habitat hingga konflik antara manusia dan satwa liar. Peristiwa ini sekaligus mempertegas peran strategis Taman Nasional Tesso Nilo sebagai salah satu benteng terakhir pelestarian gajah Sumatera di Indonesia.
Di balik langkah kecil Nona Seroja, tersimpan harapan besar agar generasi mendatang tetap dapat menyaksikan gajah Sumatera hidup lestari, berkembang biak, dan bebas berkeliaran di habitat alaminya.
(Jono.Ms)






















