Prof.Dr.KH. Sutan Nasomal Desak Presiden Minta Gubernur Jabar Segera Tuntaskan Pembangunan RSUD Limbangan

- Penulis

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enam Tahun Mangkrak, Anggaran Hampir Rp44 Miliar Telah Terserap, Prof. Sutan: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menunggu

GARUT | JAWA BARAT | Buserinvestigasi24.com

Mangkraknya pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Limbangan, Kabupaten Garut, yang disebut telah berlangsung selama enam tahun dan menyerap anggaran hampir Rp44 miliar, kembali mendapat sorotan.

Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., mendesak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut dan meminta Gubernur Jawa Barat segera turun tangan untuk memastikan pembangunan RSUD Limbangan dapat dituntaskan dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal melalui sambungan telepon seluler, saat memberikan tanggapan kepada sejumlah pemimpin redaksi media dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Cijantung, Jakarta.

Masyarakat Berhak Mendapat Kepastian

Prof. Sutan Nasomal menilai, masyarakat di wilayah Limbangan dan kawasan Garut Utara berhak mendapatkan kepastian mengenai kelanjutan pembangunan fasilitas kesehatan yang telah lama dinantikan tersebut.

“Selama enam tahun masyarakat wilayah Limbangan dan sekitarnya terus dibuat bertanya-tanya. Anggaran yang nilainya hampir Rp44 miliar telah disiapkan dan terserap, namun pembangunan belum juga selesai dan manfaat fasilitas kesehatan tersebut belum dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” ujar Prof. Sutan Nasomal.

Ia juga menyoroti peran para wakil rakyat dari daerah pemilihan Garut Utara yang mencakup sejumlah kecamatan dan desa. Menurutnya, persoalan pembangunan RSUD Limbangan seharusnya menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan.

“Para wakil rakyat harus ikut mengawal dan memastikan persoalan ini mendapatkan solusi. Masyarakat membutuhkan kepastian, bukan sekadar janji dan penjelasan yang berulang,” tegasnya.

Minta Presiden Berikan Perhatian dan Dorong Penyelesaian

Melihat belum tuntasnya pembangunan tersebut, Prof. Sutan Nasomal berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian dan mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret.

“Masyarakat sangat mengharapkan Bapak Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius dan mendorong Gubernur Jawa Barat untuk segera turun tangan. Pembangunan RS Limbangan harus memiliki kejelasan, baik mengenai status pembangunan, sumber pendanaan, maupun target penyelesaiannya,” katanya.

Ia menegaskan, fasilitas pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang tidak semestinya dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian.

“Jangan biarkan masyarakat terus menunggu. Jika pembangunan memang menghadapi kendala, sampaikan secara terbuka kepada publik apa persoalannya dan bagaimana langkah penyelesaiannya. Yang terpenting, harus ada kepastian dan tindakan nyata,” lanjutnya.

Dorong Transparansi dan Audit Penggunaan Anggaran

Prof. Sutan Nasomal juga meminta agar seluruh proses pembangunan RSUD Limbangan dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Menurutnya, apabila terdapat persoalan dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun penggunaan anggaran, maka harus dilakukan evaluasi secara menyeluruh sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kalau sebuah proyek pembangunan fasilitas publik berjalan bertahun-tahun tetapi belum juga selesai, tentu harus ada evaluasi secara menyeluruh. Pemerintah perlu membuka informasi yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai penggunaan anggaran, progres pembangunan, kendala yang dihadapi, serta pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam proses tersebut,” tegasnya.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Novi Renite Ingawati Ajukan Permohonan Pengawasan dan Perlindungan Hukum Terkait Pelaksanaan Eksekusi Ruko ‎

Ia menambahkan, apabila ditemukan dugaan penyimpangan atau kelalaian yang menimbulkan kerugian negara, maka persoalan tersebut harus ditindaklanjuti oleh aparat dan lembaga yang berwenang berdasarkan bukti serta hasil pemeriksaan yang sah.

“Jangan sampai uang rakyat telah dikeluarkan, tetapi fasilitas yang dijanjikan belum dapat digunakan. Apabila kemudian bangunan mengalami kerusakan karena terlalu lama terbengkalai, negara berpotensi kembali mengeluarkan anggaran untuk perbaikan. Karena itu, aspek perencanaan dan akuntabilitas harus menjadi perhatian serius,” jelasnya.

Pelayanan Kesehatan Merupakan Hak Masyarakat

Lebih lanjut, Prof. Sutan Nasomal menilai bahwa pembangunan fasilitas kesehatan harus ditempatkan sebagai bagian dari upaya negara memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara sebagaimana diatur dalam Pasal 28H UUD 1945.

“Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan mendasar masyarakat. Pemerintah harus memastikan pembangunan fasilitas kesehatan benar-benar memberikan manfaat nyata. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan justru harus menghadapi keterbatasan akses karena fasilitas yang seharusnya dapat digunakan belum juga selesai,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan RSUD Limbangan diharapkan dapat memperkuat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Limbangan dan wilayah Garut Utara serta mengurangi beban masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Pemerintah Diminta Segera Berikan Kepastian

Menutup pernyataannya, Prof. Sutan Nasomal kembali meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk segera memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai masa depan pembangunan RSUD Limbangan.

“Pemerintah harus hadir memberikan solusi. Buka informasi secara transparan, lakukan evaluasi dan audit sesuai kewenangan, pastikan setiap rupiah anggaran dapat dipertanggungjawabkan, dan yang paling penting segera tentukan langkah penyelesaian pembangunan RS Limbangan,” pungkasnya.

Ia berharap persoalan tersebut tidak lagi berlarut-larut sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaat dari fasilitas kesehatan yang telah lama dinantikan.

“Negara hukum bukan hanya berbicara mengenai aturan, tetapi juga bagaimana negara hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Rakyat berhak mendapatkan kepastian dan pelayanan publik yang berkualitas,” tutup Prof. Sutan Nasomal.

Catatan Redaksi :

Berita ini disusun berdasarkan pernyataan langsung Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H. terkait sorotan dan dorongan agar pembangunan RSUD Limbangan segera mendapatkan kepastian penyelesaian.

Pernyataan mengenai penggunaan anggaran, progres pembangunan, serta pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan proyek perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pemerintah daerah dan instansi terkait sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan verifikasi jurnalistik.

Sumber :

Pernyataan langsung Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H.

Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, Pendiri dan Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS, serta Ketua Umum YPLBH Profesor Doktor Sutan Nasomal.

Berita Terkait

PROF. DR. SUTAN NASOMAL GUNCANG PUBLIK: “PRESIDEN JANGAN TUTUP MATA! EMPAT BULAN HUTAN TERBAKAR, RAKYAT MENGHIRUP ASAP—APH WAJIB UNGKAP SIAPA DALANGNYA!”
PROF. DR. SUTAN NASOMAL: KARHUTLA ANCAM KESELAMATAN RAKYAT, PEMERINTAH DIMINTA BUKA PINTU BANTUAN INTERNASIONAL
PROF. DR. KH. SUTAN NASOMAL APRESIASI PRESTASI SDN CIBATOK 03: BARU ENAM BULAN BERLATIH, EKSKUL TAEKWONDO RAIH DUA MEDALI PERUNGGU BAPOPSI CUP 2026
PROF. DR. SUTAN NASOMAL: HUKUMAN BERAT BAGI KORUPTOR HARUS DITEGAKKAN, PEMISKINAN RAKYAT TAK BOLEH DIBIARKAN!
APBD SIAK AMBRUK HAMPIR Rp:1 TRILIUN! PROF. SUTAN NASOMAL DESAK PUSAT BUKA KARTU: JANGAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN RAKYAT JADI TUMBAL!
Prof. Dr. Sutan Nasomal Ajak Publik Bersikap Objektif soal Penurunan APBD Siak: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Kepentingan Rakyat Harus Diutamakan
SKANDAL KERACUNAN MBG! 103 SISWA SMPN 2 CISARUA DIDUGA TERDAMPAK : PROF. DR. SUTAN NASOMAL DESAK PRESIDEN PRABOWO TURUN TANGAN: USUT TUNTAS, PERIKSA PENGELOLA SPPG, JANGAN BIARKAN HUKUM TUMPUL KEBAWAH!
Peringati HUT 62 Tahun Partai Golkar; Pengurus Golkar Pelalawan Ziarah Taman Makam Pahlawan & Potong Tumpeng
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:11

PROF. DR. SUTAN NASOMAL GUNCANG PUBLIK: “PRESIDEN JANGAN TUTUP MATA! EMPAT BULAN HUTAN TERBAKAR, RAKYAT MENGHIRUP ASAP—APH WAJIB UNGKAP SIAPA DALANGNYA!”

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:48

PROF. DR. SUTAN NASOMAL: KARHUTLA ANCAM KESELAMATAN RAKYAT, PEMERINTAH DIMINTA BUKA PINTU BANTUAN INTERNASIONAL

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:41

PROF. DR. KH. SUTAN NASOMAL APRESIASI PRESTASI SDN CIBATOK 03: BARU ENAM BULAN BERLATIH, EKSKUL TAEKWONDO RAIH DUA MEDALI PERUNGGU BAPOPSI CUP 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:15

PROF. DR. SUTAN NASOMAL: HUKUMAN BERAT BAGI KORUPTOR HARUS DITEGAKKAN, PEMISKINAN RAKYAT TAK BOLEH DIBIARKAN!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:33

APBD SIAK AMBRUK HAMPIR Rp:1 TRILIUN! PROF. SUTAN NASOMAL DESAK PUSAT BUKA KARTU: JANGAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN RAKYAT JADI TUMBAL!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:28

SKANDAL KERACUNAN MBG! 103 SISWA SMPN 2 CISARUA DIDUGA TERDAMPAK : PROF. DR. SUTAN NASOMAL DESAK PRESIDEN PRABOWO TURUN TANGAN: USUT TUNTAS, PERIKSA PENGELOLA SPPG, JANGAN BIARKAN HUKUM TUMPUL KEBAWAH!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:18

Peringati HUT 62 Tahun Partai Golkar; Pengurus Golkar Pelalawan Ziarah Taman Makam Pahlawan & Potong Tumpeng

Rabu, 21 Oktober 2026 - 03:10

PROF. DR. SUTAN NASOMAL APRESIASI ASMIDAR, S.Pd. TERPILIH SEBAGAI KETUA PGRI PEREMPUAN PERTAMA DI KUTA BAHARU: MOMENTUM BERSEJARAH BAGI PENDIDIKAN ACEH SINGKIL

Berita Terbaru