Prof.Dr.Sutan Nasomal Minta Presiden Prabowo Rumuskan Strategi Penguatan Rupiah dan Pemulihan Ekonomi Nasional

- Penulis

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Profesor Dr. Sutan Nasomal, SH., MH., menyampaikan pandangannya terkait kondisi nilai tukar rupiah yang terus menghadapi tekanan terhadap mata uang asing, khususnya dolar Amerika Serikat. Menurutnya, pemerintah perlu segera merumuskan langkah strategis untuk memperkuat fundamental ekonomi nasional dan menjaga stabilitas nilai rupiah.

Dalam keterangannya kepada sejumlah pimpinan redaksi media cetak dan online, Jumat (12/6/2026), Prof. Sutan Nasomal menilai bahwa pelemahan rupiah tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi domestik, tetapi juga dinamika pasar global, pergerakan modal internasional, serta perkembangan geopolitik dunia yang turut memberikan tekanan terhadap perekonomian Indonesia.

“Saya berharap Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, bersama para pakar ekonomi, penasehat, dan pejabat terkait dapat merumuskan strategi yang efektif untuk memperkuat nilai tukar rupiah agar lebih stabil dan memiliki daya tahan terhadap gejolak ekonomi global,” ujarnya.

Menurut Prof. Sutan, salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah memperkuat sektor industri nasional melalui pengembangan teknologi tinggi, industri pertahanan, manufaktur modern, serta produk-produk unggulan yang memiliki daya saing di pasar internasional.

Ia menilai bahwa peningkatan ekspor produk bernilai tambah tinggi akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi rupiah di pasar global.

Selain itu, Prof. Sutan juga menyoroti kondisi masyarakat yang saat ini menghadapi berbagai tantangan ekonomi, mulai dari meningkatnya biaya hidup hingga terbatasnya lapangan pekerjaan.

Baca Juga:  Dari PT.LIH ke PT.PHI, Tuntutan Kemitraan 20 Persen Warga Kuala Terusan Belum Mendapat Kepastian

“Ketika daya beli masyarakat melemah dan harga kebutuhan pokok terus meningkat, maka diperlukan kebijakan yang mampu memberikan kepastian ekonomi serta menciptakan rasa optimisme di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu mengutamakan efisiensi anggaran, memperkuat pengawasan terhadap penggunaan keuangan negara, serta meningkatkan pemberantasan korupsi agar kebocoran anggaran dapat diminimalkan.

Menurutnya, sektor pendidikan juga harus menjadi perhatian serius. Kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru honorer, dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Prof. Sutan menambahkan bahwa penciptaan lapangan kerja baru, penguatan sektor UMKM, serta peningkatan investasi produktif merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional.

“Krisis lapangan pekerjaan dan tingginya biaya hidup merupakan tantangan yang harus segera diatasi. Pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sehingga kepercayaan publik terhadap pembangunan nasional dapat terus terjaga,” ungkapnya.

Di akhir keterangannya, Prof. Sutan Nasomal berharap pemerintah dapat terus melakukan evaluasi terhadap berbagai kebijakan ekonomi yang dijalankan agar tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi nasional dapat tercapai secara berkelanjutan.

Narasumber:

Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH.

Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, Ketua Umum YLBH Cendrawasih Celebes Indonesia, serta Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.

Berita Terkait

Propam Ungkap Dugaan Oknum Jatanras Bekingi Debt Collector, Kuasa Hukum Desak Polisi Bongkar Tuntas Perampasan Mobil Emak-Emak
Kapolda Riau didampingi Kapolres Pelalawan Pimpin Pemadaman Karhutla di Pelalawan, Gunakan Formula X-Fire
Menapaki Mimpi Menjadi Kapolri Perempuan, Prof Sutan Nasomal Apresiasi Cita-Cita Davina Kirana Bintang
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Wabup Husni Tamrin Ajak Masyarakat Perbanyak Doa dan Introspeksi Diri
Pelalawan Menuju “Kota Aren”, Dorong Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir
Cegah Karhutla Sejak Dini, Bhabinkamtibmas Desa Angkasa Sosialisasikan Bahaya dan Ancaman Pidana Pembakaran Hutan dan Lahan
Ratusan Jamaah Padati Masjid Fajar Akbar, Wabup Husni Tamrin: GSB Harus Menjadi Gerakan yang Hidup di Tengah Masyarakat
Saksi Ralat Keterangan BAP di Persidangan, Kuasa Hukum Armaita Soroti Akurasi Penyidikan Kasus Pupuk Subsidi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 08:37

Propam Ungkap Dugaan Oknum Jatanras Bekingi Debt Collector, Kuasa Hukum Desak Polisi Bongkar Tuntas Perampasan Mobil Emak-Emak

Jumat, 11 September 2026 - 03:10

Kapolda Riau didampingi Kapolres Pelalawan Pimpin Pemadaman Karhutla di Pelalawan, Gunakan Formula X-Fire

Kamis, 10 September 2026 - 10:57

Menapaki Mimpi Menjadi Kapolri Perempuan, Prof Sutan Nasomal Apresiasi Cita-Cita Davina Kirana Bintang

Kamis, 10 September 2026 - 08:30

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Wabup Husni Tamrin Ajak Masyarakat Perbanyak Doa dan Introspeksi Diri

Kamis, 10 September 2026 - 08:15

Pelalawan Menuju “Kota Aren”, Dorong Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

Kamis, 10 September 2026 - 05:36

Ratusan Jamaah Padati Masjid Fajar Akbar, Wabup Husni Tamrin: GSB Harus Menjadi Gerakan yang Hidup di Tengah Masyarakat

Kamis, 10 September 2026 - 03:26

Saksi Ralat Keterangan BAP di Persidangan, Kuasa Hukum Armaita Soroti Akurasi Penyidikan Kasus Pupuk Subsidi

Rabu, 9 September 2026 - 17:58

VIRAL! Istri Sah Gerebek Suami di Kamar Kost, Keributan Pecah—Aparat Diminta Tak Tinggal Diam

Berita Terbaru