PELALAWAN | Buserinvestigasi24.com
Suasana berbeda terlihat di Masjid Al Munawwarah, Jalan Seminai, Kelurahan Kerinci Kota, Kabupaten Pelalawan, Rabu (23/09/2026) pagi. Saat sebagian masyarakat masih terlelap dalam dinginnya pagi, ratusan jamaah justru telah memenuhi masjid untuk menunaikan salat Subuh berjamaah sekaligus mengikuti Gerakan Subuh Berjamaah (GSB).
Saf-saf masjid tampak dipenuhi jamaah dari berbagai usia. Tidak hanya orang dewasa, sejumlah anak-anak juga terlihat hadir bersama orang tua mereka. Pemandangan tersebut menghadirkan suasana religius yang hangat sekaligus menunjukkan tumbuhnya semangat masyarakat dalam memakmurkan masjid.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, S.H. bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Dalam kesempatan itu, Husni Tamrin mengajak para orang tua untuk membiasakan anak-anak mengenal dan mencintai masjid sejak usia dini.
Menurutnya, pendidikan agama tidak hanya berlangsung di lingkungan keluarga, tetapi juga dapat tumbuh melalui kebiasaan anak-anak berada di lingkungan masjid. Dari masjid, anak-anak dapat belajar tentang ibadah, akhlak, kebersamaan, kepedulian dan menghormati sesama.
«“Mari kita biasakan anak-anak kita mencintai masjid. Kalau sejak kecil mereka sudah dekat dengan masjid, insyaallah akan tumbuh generasi yang mencintai kebaikan dan memiliki akhlak yang baik,” pesan Husni Tamrin kepada awak media Buserinvestigasi24.com dan Publik.»
Sedekah Subuh, Berbagi dari Hati
Selain mengikuti rangkaian Gerakan Subuh Berjamaah, Husni Tamrin juga kembali menghidupkan semangat sedekah Subuh sebagai bagian dari kebiasaan berbagi kepada sesama. Pada kesempatan tersebut, jamaah mendapatkan sedekah berupa minyak goreng. Sementara bagi anak-anak yang hadir dan ikut memakmurkan masjid, diberikan uang jajan sebagai bentuk perhatian sekaligus motivasi.
Bagi Husni Tamrin, berbagi bukan semata-mata mengenai nilai atau bentuk pemberian. Lebih dari itu, sedekah diharapkan dapat menjadi contoh nyata bahwa kepedulian kepada sesama dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Keceriaan anak-anak menerima uang jajan pun menjadi warna tersendiri di tengah suasana Subuh. Mereka tidak hanya mendapatkan perhatian, tetapi juga pengalaman positif bahwa masjid adalah tempat yang nyaman, penuh kebersamaan dan membawa kebahagiaan.
Pesan tersebut menjadi penting, sebab kecintaan terhadap masjid dan kebiasaan berbagi tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata. Nilai-nilai itu perlu ditanamkan melalui contoh dan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
Masjid sebagai Ruang Kebersamaan
Gerakan Subuh Berjamaah juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Di masjid, tidak ada sekat antara pejabat dan warga. Semua berdiri dalam satu saf, bersama-sama melaksanakan ibadah dan membangun silaturahmi. Husni Tamrin berharap kegiatan Gerakan Subuh Berjamaah dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pelalawan.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut pembangunan manusia, kehidupan sosial, kepedulian serta nilai-nilai keagamaan.
“Semoga kegiatan seperti ini terus kita jaga. Pemerintah, ulama dan masyarakat harus bersama-sama membangun generasi yang berakhlak, peduli dan mencintai lingkungan serta daerahnya,” ujarnya.
Dari Masjid Al Munawwarah pagi itu, sebuah pesan sederhana kembali terasa kuat: mengawali hari dengan ibadah, memperbanyak kebaikan, membangun kepedulian dan mengenalkan masjid kepada generasi sejak dini. .Sebab, anak-anak yang hari ini berdiri di saf-saf kecil masjid bukan sekadar menjadi bagian dari suasana Subuh. Mereka adalah generasi yang kelak diharapkan mampu meneruskan semangat memakmurkan masjid, menjaga persaudaraan dan menghadirkan kebaikan bagi masyarakat Pelalawan.
Dari masjid, kebaikan ditanam. Dari generasi muda, kebaikan itu diharapkan terus tumbuh dan diwariskan.
Penulis Berita : Jono.Ms



















