Prof.Dr.Sutan Nasomal : Tak Perlu Takut dengan Aksi Demo Besar, Jadikan Ruang Komunikasi Sehat antara Rakyat dan Pemerintah

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Buserinvestigasi24.com

Pakar Hukum Internasional dan Ekonom, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menilai aksi demonstrasi yang dilakukan secara damai merupakan bagian dari dinamika demokrasi sekaligus ruang komunikasi terbuka antara masyarakat dan pemerintah.

Menurutnya, pemerintah tidak perlu melihat aksi demonstrasi sebagai sesuatu yang harus ditakuti. Sebaliknya, penyampaian aspirasi secara tertib dan damai dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk mendengarkan secara langsung berbagai persoalan dan harapan yang berkembang di tengah masyarakat.

«”Tidak perlu takut dengan aksi demo besar. Di sinilah ruang kebaikan komunikasi antara rakyat dan pemerintah dapat semakin sehat terbentuk. Demo damai merupakan salah satu bentuk keterbukaan komunikasi rakyat kepada pemerintah demi Indonesia yang lebih baik,” ujar Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media dalam dan luar negeri melalui sambungan telepon dari kantornya di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, Jakarta, Minggu (3/8/2026).»

Prof. Sutan menegaskan bahwa kritik dan aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, selama disampaikan secara damai, tertib, dan sesuai dengan ketentuan hukum, aksi demonstrasi dapat menjadi sarana evaluasi terhadap jalannya pemerintahan.

Ia berpandangan, komunikasi yang sehat antara pemerintah dan rakyat harus terus dibangun melalui sikap saling mendengar dan membuka ruang dialog.

“Mendewasakan komunikasi antara rakyat dan pemerintah sangat penting. Mendengarkan suara rakyat merupakan tanggung jawab pemerintah, mulai dari tingkat paling bawah hingga tingkat tertinggi. Pemerintah mendapatkan amanah melalui rakyat dalam proses demokrasi. Karena itu, setelah mendapatkan amanah, pemerintah harus bijaksana dan rendah hati untuk mendengarkan suara rakyat,” katanya.

Menurut Prof. Sutan, pemerintah tidak cukup hanya mendengar aspirasi masyarakat, tetapi juga perlu mencari solusi bersama dan membangun kesepakatan yang dapat memberikan manfaat bagi kepentingan rakyat luas.

“Kalau masyarakat menginginkan negara mendengar dan memperhatikan aspirasi mereka hingga terjadi aksi demonstrasi dalam jumlah besar, apa yang salah? Yang terpenting adalah aksi tersebut berlangsung secara damai dan tertib. Pemerintah tidak perlu takut menghadapi demonstrasi, tetapi harus mampu menjadikannya sebagai bahan evaluasi dan ruang dialog,” ujarnya.

Ia menambahkan, aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat yang menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kondisi sosial, ekonomi, dan politik merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang perlu disikapi secara bijaksana.

Beberapa aspirasi yang berkembang, menurutnya, antara lain pemulihan ekonomi, penguatan supremasi sipil, perluasan lapangan kerja, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), keterjangkauan kebutuhan pokok, serta peningkatan daya beli masyarakat.

“Lapangan kerja harus diperbanyak, stok BBM harus aman, kebutuhan pokok masyarakat harus tersedia, dan daya beli masyarakat harus semakin baik. Menurut saya, aspirasi seperti itu merupakan hal yang wajar disampaikan oleh masyarakat,” tutur Prof. Sutan.

Baca Juga:  GOR TENGKU PANGERAN DISOROT TAJAM, GNPK-RI PELALAWAN DESAK AUDIT FISIK TOTAL: JANGAN BIARKAN ASET RAKYAT HILANG DITELAN WAKTU!

Di sisi lain, Prof. Sutan menyampaikan keyakinannya bahwa pemerintah bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan yang muncul, termasuk dampak situasi geopolitik dan dinamika ekonomi global.

Ia juga menilai sejumlah langkah pemerintah dalam pemberantasan korupsi, pembenahan lembaga penegak hukum, serta pembangunan nasional perlu terus diperkuat dan dikawal secara bersama-sama.

“Langkah pemerintah dalam memberantas korupsi merupakan hal yang baik. Pembenahan di berbagai lembaga hukum juga terus dilakukan. Pembangunan nasional tetap berjalan sesuai dengan program pemerintah. Karena itu, yang diperlukan adalah komunikasi yang semakin baik antara rakyat dan pemerintah,” katanya.

Prof. Sutan kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak perlu khawatir terhadap aksi demonstrasi, termasuk apabila aksi tersebut berlangsung dalam skala besar. Menurutnya, selama aspirasi disampaikan secara damai dan sesuai hukum, demonstrasi merupakan bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat dalam negara demokrasi.

“Jangan takut dengan aksi demonstrasi besar. Dengarkan suara rakyat, pahami persoalannya, kemudian duduk bersama untuk mencari jalan keluar. Pemerintah yang kuat bukanlah pemerintah yang takut terhadap kritik, melainkan pemerintah yang mampu mendengar, mengevaluasi, dan memperbaiki kebijakan demi kepentingan rakyat,” tegasnya kepada awak media Buserinvestigasi24.com.

Lebih lanjut, Prof. Sutan mengingatkan pemerintah agar perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat tidak hanya berfokus pada anak-anak yang sedang menempuh pendidikan, tetapi juga memperhatikan kondisi ekonomi keluarga mereka.

Menurutnya, kesejahteraan keluarga memiliki keterkaitan erat dengan keberlangsungan pendidikan dan masa depan anak-anak. Karena itu, diperlukan kebijakan ekonomi yang mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Anak-anak memang membutuhkan perhatian dan dukungan agar dapat bersekolah dengan baik. Tetapi keluarga mereka juga membutuhkan perhatian. Mereka membutuhkan ekonomi yang sehat, lapangan pekerjaan, dan penghasilan yang layak agar seorang ayah atau orang tua dapat bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarganya,” ungkapnya.

Prof. Sutan berharap pemerintah dapat terus membangun komunikasi yang terbuka, konstruktif, dan berkelanjutan dengan masyarakat. Menurutnya, demokrasi akan semakin kuat apabila rakyat dan pemerintah sama-sama memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan, mendengarkan satu sama lain, serta mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa.

“Semoga pemerintah Republik Indonesia dapat terus bersikap bijaksana, terbuka, dan mengedepankan kepentingan rakyat. Kritik dan aspirasi masyarakat hendaknya dipandang sebagai bagian dari proses demokrasi untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya. (Red)

Narasumber :

Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H.

Pakar Hukum Internasional dan Ekonom

Presiden Partai Oposisi Merdeka

Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAPAMID)

Rektor Universitas Profesor Sutan Nasomal

Berita Terkait

Mahasiswa KKN UNP Nagari Indudur Hadirkan Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Augmented Reality
Diduga 2 Kapal Milik BUMD Pelalawan Beroperasi di Kuala Kampar, GMPI Pertanyakan Status Aset
Mahasiswa KKN UNP Hadirkan Tong Sampah Organik–Anorganik dan Tugu Bola, Dorong Kepedulian Lingkungan di Nagari Dilam
Satresnarkoba Polres Rohul Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Ujung Batu, Sita Barang Bukti 3,89 Gram
Luar Biasa! Tak Pandang Bulu, Dalam Empat Bulan AKP Dr.Raja Kosmos Ungkap Beragam Perkara Menonjol, Tegaskan! Penegakan Hukum Harus Berikan Kepastian, Keadilan, dan Kemanfaatan
Klarifikasi Dugaan Penyalahgunaan Identitas Wartawan dan Dugaan Pemerasan, Prof.Dr.Sutan Nasomal: Laporan Polisi Bukan Vonis, Fakta Harus Diuji Melalui Proses Hukum
Disiplin ASN di Pelalawan Diperketat, Kebijakan Shalat Berjemaah Pemkab Pelalawan Tuai Apresiasi Lembaga Anti Korupsi
LAPORAN DUGAAN PENYALAHGUNAAN DANA DESA SALUASSING MASUK POLRES MAMASA, PUBLIK MENANTI JAWABAN TERBUKA
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:12

Prof.Dr.Sutan Nasomal : Tak Perlu Takut dengan Aksi Demo Besar, Jadikan Ruang Komunikasi Sehat antara Rakyat dan Pemerintah

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:46

Mahasiswa KKN UNP Nagari Indudur Hadirkan Edukasi Pencegahan Stunting Berbasis Augmented Reality

Senin, 3 Agustus 2026 - 05:35

Diduga 2 Kapal Milik BUMD Pelalawan Beroperasi di Kuala Kampar, GMPI Pertanyakan Status Aset

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:18

Mahasiswa KKN UNP Hadirkan Tong Sampah Organik–Anorganik dan Tugu Bola, Dorong Kepedulian Lingkungan di Nagari Dilam

Minggu, 2 Agustus 2026 - 04:24

Satresnarkoba Polres Rohul Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Ujung Batu, Sita Barang Bukti 3,89 Gram

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:34

Klarifikasi Dugaan Penyalahgunaan Identitas Wartawan dan Dugaan Pemerasan, Prof.Dr.Sutan Nasomal: Laporan Polisi Bukan Vonis, Fakta Harus Diuji Melalui Proses Hukum

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:15

Disiplin ASN di Pelalawan Diperketat, Kebijakan Shalat Berjemaah Pemkab Pelalawan Tuai Apresiasi Lembaga Anti Korupsi

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:55

LAPORAN DUGAAN PENYALAHGUNAAN DANA DESA SALUASSING MASUK POLRES MAMASA, PUBLIK MENANTI JAWABAN TERBUKA

Berita Terbaru