Prof. Sutan Nasomal: Lapor Pak Presiden, Warga Terdampak Gempa di NTT Butuh Tenda, Makanan, Minuman dan Obat

- Penulis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 03:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NAGEKEO | NUSA TENGGARA TIMUR | Buserinvestigasi24.com

Kondisi masyarakat terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat perhatian dari Prof. Sutan Nasomal, SH, MH. Ia meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana terpenuhi.

Prof. Sutan Nasomal menilai penanganan pascabencana harus menjadi prioritas, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan terpaksa mengungsi atau tidur di ruang terbuka karena tidak lagi memiliki tempat tinggal yang layak.

“Saya berharap kepada Bapak Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto agar segera menginstruksikan jajaran pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk tidak lengah menghadapi setiap bencana. Ketika masyarakat tertimpa musibah, negara harus hadir dengan cepat untuk memberikan pertolongan dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” ujar Prof. Sutan Nasomal, SH, MH, saat memberikan tanggapannya melalui sambungan telepon dari kantornya di kawasan Cijantung, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, kebutuhan masyarakat di lokasi bencana bukan hanya berupa makanan dan minuman, tetapi juga tenda pengungsian, obat-obatan, layanan kesehatan, penerangan, serta kebutuhan khusus bagi kelompok rentan seperti bayi, anak-anak dan lanjut usia.

“Jangan sampai masyarakat yang sedang mengalami musibah justru menghadapi kesulitan baru karena kekurangan makanan, air minum, obat-obatan maupun tempat berlindung. Negara harus memastikan bantuan kemanusiaan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Laporan Kondisi dari Lapangan

Sementara itu, Bernadus, salah seorang warga yang memberikan informasi mengenai kondisi di lapangan, melaporkan bahwa kerusakan akibat gempa terjadi di sejumlah wilayah NTT.

Menurut informasi yang disampaikannya, banyak rumah mengalami kerusakan sehingga sebagian warga memilih tinggal di luar rumah karena khawatir bangunan yang rusak tidak aman untuk ditempati.

Ia juga menyebutkan bahwa masih terdapat wilayah yang mengalami pemadaman listrik. Kondisi tersebut disebut menyulitkan masyarakat maupun relawan dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi mengenai perkembangan situasi di lapangan.

Selain persoalan tempat tinggal, kebutuhan pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian. Warga yang mengalami luka akibat tertimpa bangunan disebut membutuhkan penanganan medis dan obat-obatan.

Bernadus berharap pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi NTT serta pemerintah kabupaten segera memperkuat penanganan di wilayah terdampak.

Jembatan dan Infrastruktur Ikut Terdampak

Baca Juga:  Prof.Dr.KH. Sutan Nasomal Sambut Hangat Babak Baru PGRI Aceh Singkil, Bupati Ajak Perkuat Kolaborasi Bangun Pendidikan Berkualitas

Salah satu infrastruktur yang disebut mengalami dampak adalah Jembatan Dampek di Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Kerusakan infrastruktur menjadi persoalan penting dalam proses penyaluran bantuan karena akses transportasi yang terganggu dapat memperlambat mobilisasi logistik maupun evakuasi masyarakat.

Selain rumah warga, Bernadus juga menyampaikan bahwa sejumlah fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah dan gedung pemerintahan mengalami kerusakan.

Dalam kondisi seperti itu, keberadaan tenda pengungsian dinilai sangat penting sebagai tempat perlindungan sementara bagi masyarakat yang rumahnya tidak lagi aman untuk dihuni.

Kelompok Rentan Perlu Mendapat Perhatian Khusus

Prof. Sutan Nasomal menekankan agar pemerintah memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, terutama bayi, anak-anak, ibu, serta warga lanjut usia.

“Anak-anak, terutama bayi dan balita, membutuhkan makanan yang sesuai dengan usia dan kondisi mereka. Begitu juga para lansia yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan ketika harus tinggal di ruang terbuka dalam waktu lama,” katanya.

Ia meminta distribusi bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan dan melibatkan unsur pemerintah, tenaga kesehatan, relawan serta masyarakat setempat.

“Dalam situasi bencana, yang paling penting adalah kecepatan, ketepatan dan transparansi. Bantuan harus segera tiba dan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Dorong Pemerintah Bergerak Cepat

Prof. Sutan Nasomal juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak menunggu kondisi semakin parah sebelum mengambil langkah penanganan.

Ia mendorong pemerintah pusat dan daerah melakukan pendataan kerusakan secara cepat, memastikan ketersediaan tempat pengungsian, membuka akses distribusi bantuan, serta memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak.

“Bencana adalah ujian kemanusiaan. Masyarakat tidak boleh merasa sendirian ketika menghadapi musibah. Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat di lokasi bencana,” tuturnya.

Prof. Sutan Nasomal juga meminta agar setiap bantuan kemanusiaan dikelola secara transparan, tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jangan ada penyalahgunaan bantuan. Masyarakat sedang membutuhkan pertolongan. Semua pihak harus menjaga amanah kemanusiaan ini,” pungkasnya.

Catatan redaksi: Angka kerusakan rumah, jumlah pengungsi, serta data korban yang berasal dari laporan narasumber lapangan sebaiknya dikonfirmasi kembali kepada BNPB/BPBD dan pemerintah daerah terkait sebelum dipublikasikan sebagai data resmi.

Berita Terkait

Waslim Terkesan Beropini, Dengan Mengatakan “HOAX ITU BRO”! Bantahan “HOAX” Tak Menghapus Pertanyaan: Rahmat Diduga Belum Pulang, Denpom dan Polisi Diminta Usut Dugaan Penculikan dan Intimidasi
Prof Sutan Nasomal Soroti Ijazah Hilang: Harus Diperkuat LP Polisi dan Nomor Registrasi
PROF. DR. SUTAN NASOMAL SOROTI LEGALITAS PEMOTONGAN KAPAL DI PESISIR BITUNG
Profesor Sutan Nasomal Sambut Baik Penyerahan Sertifikat Sekolah Rakyat oleh Bupati Aceh Singkil
Profesor Sutan Nasomal : “DIGITALISASI ADALAH ALAT PERANG ZIONIS MELUMPUHKAN NEGARA BERTUHAN”
Polsek Pangkalan Kuras Bagikan 200 Masker Gratis untuk Lindungi Warga dari Dampak Kabut Asap Karhutla
Kuasa Hukum Novi Renite Ingawati Ajukan Permohonan Pengawasan dan Perlindungan Hukum Terkait Pelaksanaan Eksekusi Ruko ‎
Ratusan Jamaah Padati Masjid Al-Muthmainnah, Wabup Husni Tamrin Ajak Warga Makmurkan Masjid di Tengah Kabut Asap
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:52

Waslim Terkesan Beropini, Dengan Mengatakan “HOAX ITU BRO”! Bantahan “HOAX” Tak Menghapus Pertanyaan: Rahmat Diduga Belum Pulang, Denpom dan Polisi Diminta Usut Dugaan Penculikan dan Intimidasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 03:18

Prof Sutan Nasomal Soroti Ijazah Hilang: Harus Diperkuat LP Polisi dan Nomor Registrasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 03:12

Prof. Sutan Nasomal: Lapor Pak Presiden, Warga Terdampak Gempa di NTT Butuh Tenda, Makanan, Minuman dan Obat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 03:09

PROF. DR. SUTAN NASOMAL SOROTI LEGALITAS PEMOTONGAN KAPAL DI PESISIR BITUNG

Kamis, 27 Agustus 2026 - 03:04

Profesor Sutan Nasomal Sambut Baik Penyerahan Sertifikat Sekolah Rakyat oleh Bupati Aceh Singkil

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:45

Polsek Pangkalan Kuras Bagikan 200 Masker Gratis untuk Lindungi Warga dari Dampak Kabut Asap Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 - 04:15

Kuasa Hukum Novi Renite Ingawati Ajukan Permohonan Pengawasan dan Perlindungan Hukum Terkait Pelaksanaan Eksekusi Ruko ‎

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:37

Ratusan Jamaah Padati Masjid Al-Muthmainnah, Wabup Husni Tamrin Ajak Warga Makmurkan Masjid di Tengah Kabut Asap

Berita Terbaru