Profesor Sutan Nasomal Dorong Presiden Prabowo Perintahkan Sinergi Pusat dan Daerah Bangun Kawasan Pantai sebagai Destinasi Wisata Edukatif

- Penulis

Kamis, 9 Juli 2026 - 01:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi Raya – Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., berharap Presiden Prabowo Subianto dapat menginstruksikan seluruh kementerian, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota untuk bersinergi membangun serta merawat kawasan pantai di seluruh Indonesia agar menjadi destinasi wisata yang indah, aman, nyaman, dan ramah bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

Menurut Prof. Sutan Nasomal, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki salah satu garis pantai terpanjang di dunia, dengan panjang mencapai sekitar 99.083 kilometer hingga lebih dari 108.000 kilometer berdasarkan berbagai data geospasial nasional. Potensi tersebut dinilai sebagai aset strategis yang harus dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sektor pariwisata nasional.

“Pantai-pantai di Indonesia harus ditata dengan baik agar menjadi ruang rekreasi keluarga yang nyaman sekaligus sarana edukasi bagi anak-anak untuk mencintai alam dan lingkungan. Penataan kawasan dapat diperkaya dengan sentuhan seni, seperti ornamen berbentuk jamur, satwa, taman bermain, pencahayaan yang menarik, serta penyediaan fasilitas umum, termasuk toilet yang bersih dan memadai,” ujar Prof. Sutan Nasomal saat memberikan tanggapan kepada sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan media daring, Kamis (09/07/2026), dari kantor pusat Partai Oposisi Merdeka di kawasan Cijantung, Jakarta.

Ia menilai pembangunan kawasan pantai memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Pendanaan dapat dilakukan secara terpadu melalui APBN maupun APBD sesuai kewenangan masing-masing.

Prof. Sutan Nasomal juga menegaskan bahwa setiap kawasan pantai memiliki nilai ekonomi yang besar apabila dikelola secara profesional. Selain mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), pengembangan destinasi wisata pantai juga dapat membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan pelaku UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Baca Juga:  AIPTU MARMIN, S.H. Tampil Tegas dan Berwibawa Pimpin Upacara HUT RI ke-81 di Bandar Petalangan

Secara khusus, ia menyoroti kawasan Pantai Pelabuhan Ratu sebagai salah satu destinasi wisata yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata unggulan nasional.

Menurutnya, Asep Japar memiliki peluang untuk menghadirkan penataan kawasan yang lebih modern, tertata, dan berdaya saing sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam mengembangkan wisata pantai berbasis edukasi, budaya, dan kelestarian lingkungan.

Selain itu, Prof. Sutan Nasomal mengusulkan agar setiap peringatan hari-hari besar nasional dapat diisi dengan berbagai kegiatan di kawasan pantai, seperti festival seni budaya, perlombaan masyarakat, edukasi lingkungan, hingga kegiatan pelestarian alam. Menurutnya, langkah tersebut akan memperkuat rasa cinta tanah air sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak membiarkan kawasan pantai menjadi kumuh, rusak, atau kehilangan daya tarik akibat kurangnya perhatian dan penataan.

“Pantai merupakan anugerah alam yang memiliki nilai sejarah, budaya, ekonomi, dan lingkungan. Karena itu, diperlukan komitmen nyata seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga, merawat, dan mengembangkannya demi kepentingan generasi sekarang maupun generasi mendatang,” tegasnya. (Jono.Ms)

Narasumber :

Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H.

Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum YPLBH Profesor Doktor Sutan Nasomal, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (Association of Young Indonesian Advocates), serta Pengasuh Pondok Pesantren ASS SAQWA PLUS.

Berita Terkait

Propam Ungkap Dugaan Oknum Jatanras Bekingi Debt Collector, Kuasa Hukum Desak Polisi Bongkar Tuntas Perampasan Mobil Emak-Emak
Kapolda Riau didampingi Kapolres Pelalawan Pimpin Pemadaman Karhutla di Pelalawan, Gunakan Formula X-Fire
Menapaki Mimpi Menjadi Kapolri Perempuan, Prof Sutan Nasomal Apresiasi Cita-Cita Davina Kirana Bintang
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Wabup Husni Tamrin Ajak Masyarakat Perbanyak Doa dan Introspeksi Diri
Pelalawan Menuju “Kota Aren”, Dorong Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir
Cegah Karhutla Sejak Dini, Bhabinkamtibmas Desa Angkasa Sosialisasikan Bahaya dan Ancaman Pidana Pembakaran Hutan dan Lahan
Ratusan Jamaah Padati Masjid Fajar Akbar, Wabup Husni Tamrin: GSB Harus Menjadi Gerakan yang Hidup di Tengah Masyarakat
Saksi Ralat Keterangan BAP di Persidangan, Kuasa Hukum Armaita Soroti Akurasi Penyidikan Kasus Pupuk Subsidi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 08:37

Propam Ungkap Dugaan Oknum Jatanras Bekingi Debt Collector, Kuasa Hukum Desak Polisi Bongkar Tuntas Perampasan Mobil Emak-Emak

Jumat, 11 September 2026 - 03:10

Kapolda Riau didampingi Kapolres Pelalawan Pimpin Pemadaman Karhutla di Pelalawan, Gunakan Formula X-Fire

Kamis, 10 September 2026 - 10:57

Menapaki Mimpi Menjadi Kapolri Perempuan, Prof Sutan Nasomal Apresiasi Cita-Cita Davina Kirana Bintang

Kamis, 10 September 2026 - 08:30

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Wabup Husni Tamrin Ajak Masyarakat Perbanyak Doa dan Introspeksi Diri

Kamis, 10 September 2026 - 08:15

Pelalawan Menuju “Kota Aren”, Dorong Ekosistem Ekonomi dari Hulu hingga Hilir

Kamis, 10 September 2026 - 05:36

Ratusan Jamaah Padati Masjid Fajar Akbar, Wabup Husni Tamrin: GSB Harus Menjadi Gerakan yang Hidup di Tengah Masyarakat

Kamis, 10 September 2026 - 03:26

Saksi Ralat Keterangan BAP di Persidangan, Kuasa Hukum Armaita Soroti Akurasi Penyidikan Kasus Pupuk Subsidi

Rabu, 9 September 2026 - 17:58

VIRAL! Istri Sah Gerebek Suami di Kamar Kost, Keributan Pecah—Aparat Diminta Tak Tinggal Diam

Berita Terbaru