PELALAWAN | Buserinvestigasi24.com
Putus sekolah bukan berarti harus berakhirnya sebuah cita-cita. Di tengah keterbatasan ekonomi, masih ada harapan yang ingin diperjuangkan agar setiap anak tetap memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan. Semangat itulah yang mendorong Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Pelalawan memperjuangkan lima anak yatim yang telah lama putus sekolah agar dapat kembali menempuh pendidikan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan kelima anak tersebut, Komnas PA Kabupaten Pelalawan mengajukan permohonan bantuan pendidikan kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pelalawan. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung mereka mengikuti pendidikan melalui program sekolah paket.
Permohonan bantuan diserahkan langsung oleh Ketua Komnas PA Kabupaten Pelalawan, Erik Suhenra, kepada Staf Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kabupaten Pelalawan, Boby Kurniawan, Kamis (10/9/2026), di Kantor Baznas Kabupaten Pelalawan.
“Kami menyerahkan permohonan bantuan untuk membantu anak-anak yatim yang putus sekolah agar dapat kembali menempuh pendidikan melalui sekolah paket,” ujar Erik kepada awak media.
Menurut Erik, kelima anak tersebut sudah cukup lama tidak memperoleh pendidikan formal. Keterbatasan kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan mereka harus meninggalkan bangku sekolah. Untuk membuka kembali kesempatan pendidikan bagi mereka, kelima anak tersebut diarahkan mengikuti program pendidikan kesetaraan melalui sekolah paket, salah satunya di PKBM Anugerah Illahi.
Erik menegaskan, perlindungan terhadap anak tidak hanya menyangkut persoalan kekerasan, eksploitasi, maupun kejahatan seksual. Hak memperoleh pendidikan juga merupakan bagian penting dari pemenuhan hak anak yang harus mendapatkan perhatian bersama.
«“Komnas PA tentunya tidak hanya melindungi anak dari tindakan kekerasan ataupun seksual. Kami juga berkomitmen membantu anak-anak yang putus sekolah agar dapat kembali menempuh pendidikan seperti anak-anak seusianya. Pendidikan adalah hak mereka,” tegas Erik.»
Ia berharap sinergi antara Komnas PA dan Baznas Kabupaten Pelalawan dapat menjadi salah satu jalan keluar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya anak yatim, agar kembali memperoleh kesempatan belajar.
“Jangan sampai keterbatasan ekonomi membuat anak-anak kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih cita-cita. Kami berharap melalui kerja sama ini mereka dapat kembali mendapatkan pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih baik,” harapnya.
Baznas Lakukan Verifikasi
Sementara itu, Wakil Ketua IV Baznas Kabupaten Pelalawan, Irawan, S.Pd., M.H., menyambut baik langkah Komnas PA Kabupaten Pelalawan yang memberikan perhatian terhadap persoalan pendidikan anak-anak yatim dari keluarga kurang mampu. Ia mengapresiasi kepedulian tersebut dan menyatakan bahwa Baznas akan menindaklanjuti permohonan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Baznas Kabupaten Pelalawan mengucapkan terima kasih atas perhatian Komnas PA dalam membantu anak-anak yatim yang putus sekolah agar dapat kembali menempuh pendidikan,” kata Irawan.
Irawan menjelaskan, sebelum bantuan disalurkan, Baznas akan melakukan verifikasi terhadap data serta nama-nama anak yang telah diajukan. Verifikasi dilakukan untuk memastikan seluruh persyaratan terpenuhi dan bantuan diberikan sesuai prosedur serta regulasi Baznas Kabupaten Pelalawan. Selain pemeriksaan administrasi, pihak Baznas juga akan melakukan peninjauan terhadap kondisi dan data anak-anak yang diajukan.
“Data yang diserahkan akan kami kroscek dan kami tinjau sesuai dengan prosedur atau regulasi Baznas Kabupaten Pelalawan,” jelasnya.
Apabila seluruh tahapan verifikasi telah selesai dan pengajuan dinyatakan memenuhi ketentuan, bantuan pendidikan akan disalurkan kepada pihak yang bersangkutan untuk kemudian diteruskan kepada sekolah. Irawan berharap bantuan tersebut nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi kelima anak yatim tersebut, terutama dalam membuka kembali akses mereka terhadap pendidikan dan memperoleh ijazah sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Harapan kami, bantuan yang diberikan nanti dapat membantu anak-anak yatim yang putus sekolah untuk kembali mendapatkan pendidikan dan ijazah, sehingga mereka memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,” pungkasnya.
Upaya Komnas PA Kabupaten Pelalawan bersama Baznas tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan pendidikan anak membutuhkan kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak.
Sebab, keterbatasan ekonomi semestinya tidak menjadi tembok yang memutus langkah seorang anak untuk belajar. Lima anak yatim itu kini menanti satu kesempatan kesempatan untuk kembali ke dunia pendidikan, mengejar cita-cita, dan membangun masa depan yang lebih baik.
Jangan biarkan keadaan hari ini menentukan masa depan mereka. Pendidikan adalah hak setiap anak. (Jono.Ms)



















