8 Nama Masih “Tak Tersentuh”, Skandal Pupuk Subsidi Pelalawan Kian Membara — Ketua DPD LSM PENJARA Mendesak Kejari Buka Semua Aktornya

- Penulis

Jumat, 16 Januari 2026 - 07:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PELALAWAN|Buserinvestigasi24.com

Penanganan perkara dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi di Kabupaten Pelalawan kembali menjadi api dalam sekam. Skandal bernilai kerugian negara lebih dari Rp34 miliar ini dinilai publik belum sepenuhnya dibongkar secara tuntas. Pasalnya, dari 23 nama yang sejak awal disebut masuk dalam pusaran perkara, baru 15 orang yang diproses, sementara delapan orang lainnya hingga kini belum dipanggil maupun diperiksa.

Situasi ini memicu kecurigaan publik terhadap keseriusan dan keberanian aparat penegak hukum dalam menuntaskan perkara yang secara langsung merampas hak petani kecil.

Pemilik Kios Pupuk di Bunut Jadi Sorotan

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, masyarakat menyoroti “S”, salah seorang pemilik kios pupuk subsidi di Kecamatan Bunut, yang diduga kuat memiliki peran dalam praktik penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi. Kecamatan Bunut sendiri diketahui sebagai salah satu titik rawan terjadinya penyimpangan penyaluran pupuk.

Namun hingga kini, yang bersangkutan belum pernah dipanggil atau diperiksa, setidaknya berdasarkan informasi yang berkembang di publik. Kondisi ini memantik pertanyaan keras: apakah semua pihak benar-benar diperlakukan sama di hadapan hukum?

Pencekalan Sudah Dilakukan, Tapi Status Hukum Masih Gelap

Kejaksaan Negeri Pelalawan sebelumnya mengonfirmasi telah mengajukan pencekalan terhadap 28 orang ke Direktorat Jenderal Imigrasi. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kejari Pelalawan, Siswanto, SH, MH, sebagaimana diberitakan media.

“Benar, sebanyak 28 orang sudah kami ajukan pencekalan, termasuk salah satunya oknum camat. Ini bagian dari proses penyidikan dugaan penyimpangan pupuk subsidi,” ujar Siswanto.

Pernyataan ini justru memperkuat desakan publik agar Kejari Pelalawan membuka secara transparan siapa saja yang telah dicekal, siapa yang telah diperiksa, dan mengapa masih ada pihak yang belum diproses.

Ancaman Pidana Berat Menanti

Jika dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi terbukti, para pelaku dapat dijerat dengan:

Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Ancaman hukuman: penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun, serta denda hingga Rp1 miliar.

Pasal 8 UU Tipikor terkait penggelapan dalam jabatan.

Pasal 55 KUHP bila dilakukan secara bersama-sama atau berjamaah.

Pupuk bersubsidi merupakan barang yang dibiayai APBN/APBD, sehingga setiap penyimpangan bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan kejahatan serius terhadap keuangan negara dan hajat hidup rakyat.

Akibat dugaan penyelewengan ini, petani kecil menjadi pihak paling dirugikan. Kelangkaan pupuk, harga melambung, dan gagal panen menjadi efek domino yang memperlebar jurang kemiskinan di pedesaan.

“Yang kenyang segelintir orang, yang menjerit petani. Ini bukan sekadar kasus hukum, ini kejahatan sosial,” ujar salah satu tokoh masyarakat Pelalawan.

Baca Juga:  Tugas Pokok Satintelkam Polri : Garda Terdepan Deteksi Dini Gangguan Keamanan dan Makna Logo Arti Filosofis Sejarahnya

Saat dikonfirmasi awak media Buserinvestigasi24.com di kantornya Ketua DPD LSM PENJARA, Asep Susanto, S.H., secara tegas menyatakan bahwa penanganan perkara dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi di Pelalawan tidak boleh berhenti setengah jalan dan harus dibuka secara menyeluruh tanpa pandang bulu.

“Kami melihat masih ada delapan nama yang hingga hari ini belum tersentuh proses hukum. Ini menimbulkan pertanyaan serius di tengah masyarakat. Kejaksaan harus menjelaskan secara terbuka, siapa yang sudah diperiksa, siapa yang belum, dan apa alasannya. Jangan sampai hukum hanya berani ke bawah, tapi melemah ke atas,” tegas Asep Susanto, S.H.

Menurutnya, pupuk bersubsidi adalah hak dasar petani yang dilindungi negara. Setiap bentuk penyimpangan, baik oleh pengecer, oknum pejabat, maupun pihak lain, merupakan kejahatan terhadap rakyat dan pengkhianatan terhadap amanah negara.

“Pupuk subsidi itu bukan milik pribadi, bukan milik kelompok. Itu uang negara, uang rakyat. Kalau diselewengkan, dampaknya bukan hanya kerugian negara, tapi petani gagal tanam, gagal panen, dan kemiskinan makin meluas. Ini kejahatan serius,” ujarnya.

Asep juga menegaskan bahwa LSM PENJARA akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan siap menyampaikan data serta laporan tambahan jika diperlukan aparat penegak hukum.

“Kami tidak ingin ada kriminalisasi, tapi kami juga menolak pembiaran. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum. Transparansi adalah kunci agar kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tidak runtuh,” pungkasnya.

Dalam perspektif agama, perbuatan menyalahgunakan subsidi rakyat merupakan pengkhianatan terhadap amanah. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.”

(QS. An-Nisa: 58)

Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa pengkhianat amanah termasuk golongan yang celaka, terlebih jika amanah tersebut menyangkut kepentingan orang banyak.

Desakan Publik: Hukum Jangan Tumpul ke Keatas

Masyarakat Pelalawan kini menuntut keberanian, transparansi, dan konsistensi Kejari Pelalawan. Penanganan perkara ini dinilai akan menjadi tolok ukur integritas aparat penegak hukum: apakah hukum benar-benar tajam ke segala arah, atau justru tumpul terhadap pihak tertentu.

Publik berharap, seluruh pihak yang diduga terlibat baik pengecer, pejabat, maupun aktor lain dipanggil dan diperiksa tanpa kecuali, demi keadilan, kepastian hukum, dan pemulihan hak petani.

Skandal pupuk bersubsidi ini belum selesai. Api masih menyala. Dan publik menunggu: siapa yang benar-benar berani memadamkannya hingga ke akar.

“Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini, sesuai dengan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.”

Penulis Berita : Jono.Ms

KETUA DPD LSM PENJARA Asep Susanto,S.H.

Berita Terkait

Menteri Kehutanan RI Tinjau Lokasi Karhutla dan Gelar Bakti Kesehatan di Ukui Pelalawan
Polsek Tambusai Utara Tangkap Dua Pengedar Narkotika di Mahato, Sita Barang Bukti 22 Paket Sabu
2.090 HEKTARE LAHAN ULAYAT PALAS MEMANAS! Dugaan Panjar Fantastis Mencuat, Aktivitas Panen Akasia Disorot — APH DITANTANG BONGKAR SIAPA YANG BERMAIN
LAHAN ULAYAT 2.090 HEKTARE DI DESA PALAS JADI SOROTAN: KADES SAMSARI DITUDING, PT ARARA ABADI DISOROT — APARAT DITANTANG BUKA-BUKAAN
LAPOR PAK BUPATI! KASI PMD (ASN) KEC.LANGGAM DIDUGA MENELANTARKAN ISTRI SIRIH DAN ANAKNYA YANG MASIH KECIL | “SAAT DIKONFIRMASI SELAMA 24 JAM BELIAU MEMILIH BUNGKAM”
DUGAAN PENELANTARAN ANAK OLEH OKNUM ASN DI KEC.LANGGAM MEMANAS, APARAT DIMINTA TIDAK TUTUP MATA: “INTEGRITAS PELAYAN PUBLIK DIPERTARUHKAN”
PERSOALAN LINGKUNGAN PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY MEMANAS! TIGA PEJABAT UTAMA BUNGKAM, DUGAAN LIMBAH DAN SEMPADAN SUNGAI JADI SOROTAN — AKANKAH NEGARA DIAM?
BUNGKAMNYA 3 PEJABAT UTAMA PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, AKANKAH NEGARA TUTUP MATA? DESAKAN WARGA UNTUK MENGAUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENGUAT, APARAT JANGAN HANYA MENJADI PENONTON!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 13:14

PROF. DR. SUTAN NASOMAL: “LANTAI ISTANA SEMAKIN LICIN OLEH LIUR PARA PENJILAT!, JANGAN SAMPAI SUARA RAKYAT TERGELINCIR DI DEPAN KEKUASAAN”

Minggu, 27 September 2026 - 12:52

Prof. Dr. Sutan Nasomal Minta Dewan Pers Kawal Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan di Kolut: Jangan Didiamkan, Kapolda Sultra Diminta Pastikan Penanganan Transparan

Minggu, 27 September 2026 - 10:12

Prof. DR. Sutan Nasomal Dorong Wacana Rutan Khusus Berfasilitas Lengkap: Negara Perlu Hindari Kesenjangan Perlakuan Tahanan

Minggu, 27 September 2026 - 10:04

Prof. Dr. Sutan Nasomal: Penanganan Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor Harus Tuntas, Jangan Berhenti di Permukaan

Minggu, 27 September 2026 - 09:21

Patroli Malam Diperkuat, Tim URC Raga Polres Pelalawan Cegah Balap Liar dan Premanisme

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21

“Carim Diduga Menjual Lahan Joris Manatar Hutabarat kepada Kalengi Kaban Tanpa Sepengetahuan Joris, Aparat Penegak Hukum Wajib Bertindak Tegas!”

Sabtu, 26 September 2026 - 07:06

Semangat Gotong Royong untuk Kamtibmas, Pos Kamling CSR PT Serikat Putra Hadir di RT 05 Desa Angkasa

Jumat, 25 September 2026 - 10:43

Wujudkan Kepedulian Umat dan Eratkan Silaturahmi, Komunitas Maxim Pekanbaru Bersatu Gelar Bakti Sosial Bersihkan Masjid Darul Hikmah

Berita Terbaru