JAKARTA | Buserinvestigasi24.com
Pakar Hukum Internasional, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH., berharap pemerintah meninjau kembali kebijakan perpajakan yang dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap pelaku usaha dan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Menurutnya, kebijakan perpajakan yang meningkat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dapat berdampak pada berbagai sektor usaha, mulai dari melemahnya daya beli masyarakat hingga terhambatnya investasi dan pembangunan.
“Kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas seharusnya dikaji secara matang. Pemerintah perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap pelaku usaha, tenaga kerja, dan perekonomian rakyat secara keseluruhan,” ujar Prof. Dr. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan media online di kantornya, kawasan Cijantung, Jakarta, Selasa (03/06/2026).
Ia menilai bahwa kondisi ekonomi saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk lemahnya daya beli masyarakat yang berpotensi memicu pengurangan tenaga kerja di sejumlah daerah.
Menurutnya, persoalan ekonomi yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi perhatian utama pemerintah. Ia berharap terciptanya lapangan kerja yang luas dan meningkatnya kesempatan berusaha bagi masyarakat dapat menjadi prioritas dalam kebijakan nasional.
Prof. Sutan juga mengaitkan harapan tersebut dengan konsep Ekonomi Pancasila yang beberapa kali disampaikan Presiden RI, Jenderal (Purn.) H. Prabowo Subianto. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa Pancasila harus menjadi landasan utama pembangunan nasional, termasuk dalam membangun sistem ekonomi yang berpihak kepada rakyat.
“Ekonomi yang berkeadilan sosial dan berpihak kepada masyarakat merupakan harapan seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, setiap kebijakan fiskal perlu memperhatikan kondisi riil masyarakat dan dunia usaha,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sejumlah pemerhati ekonomi dan masyarakat telah mencermati dampak kebijakan perpajakan terhadap sektor usaha yang saat ini masih berupaya bangkit dari tekanan ekonomi. Menurutnya, berbagai kebijakan ekonomi perlu diimbangi dengan upaya nyata untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi nilai tukar rupiah yang dinilai turut memengaruhi harga berbagai kebutuhan dan komoditas di pasaran. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memberikan tekanan tambahan bagi masyarakat apabila tidak diimbangi dengan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat.
Prof. Sutan berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi yang mampu memperkuat sektor usaha kecil, menengah, dan ekonomi kerakyatan sehingga masyarakat memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mandiri secara ekonomi.
“Harapan masyarakat sederhana, yakni tersedianya lapangan usaha, meningkatnya daya beli, dan adanya kebijakan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkembang. Pemerintah diharapkan lebih mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap pengambilan keputusan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari solusi terbaik demi menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Narasumber:
Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH.Pakar Hukum Internasional Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus





















