RIAU | PELALAWAN | Buserinvestigasi24.com
Suasana Subuh di Masjid Al Jihad, Jalan Beringin, Pangkalan Kerinci Kota, Rabu (19/08/2026), terasa berbeda. Sejumlah tokoh agama, pemerintah daerah, penggerak dakwah, dan masyarakat berkumpul dalam satu semangat sederhana namun penuh makna: memakmurkan masjid dan menghidupkan kebiasaan salat Subuh berjamaah.
Gerakan Subuh Berjamaah (GSB) di Kabupaten Pelalawan terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Majelis Dakwah Islamiah (MDI) Kabupaten Pelalawan yang menilai gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat masyarakat untuk istiqamah beribadah.
Ketua MDI Kabupaten Pelalawan, DR. H. Edi Iskandar, M.Pd., hadir melaksanakan salat Subuh berjamaah bersama penggagas GSB, H. Muhammad Rais, M.Ag., serta Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin, S.H.
Edi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus menghidupkan GSB dan bersedia turun langsung dari masjid ke masjid, bertemu masyarakat, serta mengajak jamaah bersama-sama memakmurkan rumah Allah.
«“Kami tentunya sangat mendukung dan mengapresiasi Gerakan Salat Subuh Berjamaah ini. Kehadiran para tokoh dan penggerak secara langsung di tengah jamaah menjadi motivasi agar masyarakat semakin semangat melaksanakan salat berjamaah di masjid,” ujar Edi kepada awak media Buserinvestigasi24com.»
Menurut Edi, gerakan yang diketuai H. Muhammad Rais, M.Ag. tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masjid serta jamaah di seluruh Kabupaten Pelalawan.
Dosen UIN Suska Pekanbaru itu juga mengingatkan bahwa salat berjamaah, khususnya salat Isya dan Subuh, memiliki keutamaan besar sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Baginya, memakmurkan masjid bukan hanya tentang memenuhi saf ketika waktu salat tiba. Lebih jauh, masjid diharapkan menjadi tempat tumbuhnya persaudaraan, kepedulian, keteladanan, dan kebaikan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
«“Harapan kita, gerakan ini terus berjalan secara konsisten, dari masjid ke masjid dan dari jamaah ke jamaah. Semoga semangat memakmurkan masjid menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pelalawan,” harapnya.»
Husni Tamrin: Jangan Hanya Semangat di Awal, Mari Istiqamah
Sementara itu, Wakil Bupati Pelalawan H. Husni Tamrin mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan Gerakan Subuh Berjamaah sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, nilai utama dari sebuah gerakan keagamaan adalah keberlanjutan dan ketulusan dalam menjalankannya. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjaga semangat tersebut secara bersama-sama.
«“Mari kita terus istiqamah memakmurkan masjid melalui salat berjamaah. Kita juga harus menjaga ukhuwah dan persaudaraan di tengah masyarakat,” ajak Husni kepada awak media Buserinvestigasi24.com»
Husni menilai masjid memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius sekaligus harmonis. Dari masjid, masyarakat dapat saling mengenal, saling menguatkan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Di tengah derasnya arus informasi saat ini, Husni juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi. Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya maupun menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan dan memecah persaudaraan.
«“Mari kita sama-sama menjaga ukhuwah dan jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak benar. Jauhi hoaks agar persatuan dan ketenteraman masyarakat tetap terjaga,” pesannya.»
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam mendukung pembangunan Kabupaten Pelalawan. Menurutnya, kemajuan daerah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Peduli Dakwah, Husni Bantu Seragam Mubaligh
Kepedulian terhadap kegiatan keagamaan juga diwujudkan Husni Tamrin melalui dukungan nyata kepada MDI Kabupaten Pelalawan. Dalam kesempatan tersebut, Husni memberikan bantuan sebesar Rp11 juta kepada MDI Kabupaten Pelalawan untuk pengadaan seragam mubaligh.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung para mubaligh dalam menjalankan aktivitas dakwah, pembinaan umat, serta memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Tak berhenti di sana, Husni juga turut berbagi sedekah Subuh berupa minyak goreng kepada jamaah yang hadir.
Bagi masyarakat, perhatian sederhana seperti itu memiliki makna tersendiri. Bukan semata mengenai nilai bantuan, melainkan tentang hadirnya kepedulian dan kebersamaan di tengah jamaah. Kegiatan Subuh berjamaah tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan dan keakraban. Tokoh agama, pemerintah daerah, penggerak GSB, mubaligh, serta masyarakat duduk dan beribadah bersama tanpa sekat.
Semangat itulah yang diharapkan terus tumbuh di Kabupaten Pelalawan: masjid yang ramai, jamaah yang rukun, masyarakat yang saling peduli, serta kehidupan sosial yang dibangun di atas nilai-nilai keagamaan.
Gerakan Subuh Berjamaah diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rutin, tetapi menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari masyarakat dan kembali untuk kemaslahatan masyarakat.
Dari masjid ke masjid, dari jamaah ke jamaah, semangat memakmurkan rumah Allah diharapkan terus menyala—menjadi bagian dari ikhtiar membangun Pelalawan yang religius, harmonis, berakhlak, dan semakin kuat dalam kebersamaan. (Jono.Ms)



















