GUNUNGSITOLI | Buserinvestigasi24.com
Merespons laporan masyarakat terkait bencana longsor yang mengganggu akses jalan sekaligus menyebabkan robohnya tiang listrik dan kabel PLN terjuntai ke tanah, personel Polsek Gido bergerak cepat melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Tetehosi I, Dusun III Gidosebua, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Provinsi Sumatera Utara, Senin (21/09/2026).
Informasi mengenai kondisi tersebut langsung ditindaklanjuti Kapolsek Gido IPDA Gunawan Zato Lase, S.H. dengan memerintahkan personel untuk mendatangi lokasi guna memastikan situasi sekaligus mengambil langkah awal untuk mencegah terjadinya hal-hal yang dapat membahayakan masyarakat. Pengecekan dilakukan sekitar pukul 22.30 WIB dengan melibatkan sejumlah personel Polsek Gido, yakni Aiptu Prianus Hura, Aipda Arisman Batee, Aipda Sudieli Gea, Brigpol David R. Zebua, dan Bripda Frans T. Gea. Dalam pelaksanaannya, personel turut didampingi Kepala Dusun III Tetehosi I, Ama Ica Harefa.
Longsor Berdampak pada Jaringan Listrik
Dari hasil pengecekan di lapangan, personel menemukan material longsor yang berdampak pada salah satu tiang listrik hingga roboh. Kabel jaringan listrik juga terlihat terjuntai hingga ke tanah dan berada di sekitar akses jalan yang biasa digunakan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keberadaan kabel listrik di area terdampak longsor berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi warga yang melintas maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Sebagai langkah awal, personel Polsek Gido melakukan pengamanan lokasi dengan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mendekati maupun melintasi area yang terdampak, khususnya di sekitar jaringan listrik yang roboh.
Petugas juga memasang garis polisi (police line) sebagai pembatas sementara guna mencegah masyarakat memasuki area yang berpotensi membahayakan sampai dilakukan penanganan oleh pihak yang berwenang.
Warga Apresiasi Respons Cepat Kepolisian
Respons cepat Polsek Gido mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Juli Berkat Bate’e, salah seorang pemuda Gidosebua, menyampaikan penghargaan atas langkah cepat kepolisian dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.
«“Terima kasih kepada personel Polsek Gido, terlebih-lebih kepada Bapak Kapolsek. Belum satu jam melaporkan kejadian ini, pihak Polsek sudah segera bergerak. Ini merupakan salah satu pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dari pihak kepolisian,” ujar Juli Berkat Bate’e.»
Menurutnya, kehadiran aparat kepolisian di tengah kondisi yang berpotensi membahayakan memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama karena kejadian tersebut berkaitan dengan longsor dan jaringan listrik. Ia berharap langkah cepat kepolisian tersebut dapat dilanjutkan dengan koordinasi antara pihak kepolisian, pemerintah desa, PLN, serta instansi terkait sehingga penanganan terhadap jaringan listrik maupun material longsor dapat segera dilakukan secara menyeluruh.
Polsek Imbau Warga Utamakan Keselamatan
Dari hasil pengecekan tersebut, kepolisian berharap pihak PLN segera melakukan langkah penanggulangan dan perbaikan terhadap tiang serta jaringan listrik yang terdampak longsor.
Penanganan jaringan listrik menjadi penting untuk memastikan keamanan masyarakat sekaligus mencegah timbulnya risiko lanjutan akibat kabel yang masih berada di sekitar lokasi.
Selain itu, Pemerintah Desa Tetehosi I diharapkan dapat berkoordinasi dengan instansi terkait dalam menangani material longsor dan kondisi tanah yang terdampak, sehingga akses masyarakat dapat kembali aman digunakan. Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dan tidak mendekati lokasi yang telah dipasangi garis polisi sampai kondisi dinyatakan aman serta jaringan listrik telah ditangani oleh pihak yang berwenang.
Respons cepat Polsek Gido dalam menerima laporan, mendatangi lokasi, melakukan pengecekan, memberikan imbauan keselamatan, serta mengamankan area terdampak merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya ketika terjadi situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Penulis: Tim Redaksi



















