Dugaan Kejanggalan di SPBU Majenang Kian Menguat, Pewarta Asal Cilacap Jadi Korban Penolakan Pengisian BBM

- Penulis

Kamis, 27 November 2025 - 06:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majenang|Cilacap~Buserinvestigasi24.com

Polemik terkait pelayanan di SPBU 44.532.03 Majenang kembali mengemuka setelah seorang pewarta asal Cilacap mengalami penolakan saat hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menggunakan aplikasi MyPertamina, Senin (25/11/2025). Penolakan yang dilakukan operator SPBU dengan alasan barcode tidak sesuai itu justru memunculkan tanda tanya besar, mengingat barcode milik pewarta tersebut selama ini tidak pernah bermasalah di SPBU mana pun.

Insiden tersebut sontak menyebar luas setelah rekamannya diviralkan dengan tajuk “No Viral No Justice”, hingga menarik perhatian berbagai komunitas media, termasuk jaringan PPWI Nasional. Akibat viralnya kasus itu, sejumlah media turut melakukan penelusuran dan menemukan sejumlah dugaan lain yang kini ramai dibahas publik.

Dalam rekaman yang beredar, operator SPBU menegaskan bahwa barcode pelanggan tidak sesuai sehingga tidak dapat di-scan. Namun keterangan itu dibantah oleh tim pewarta yang menjadi korban penolakan.

> “Kami sering mengisi BBM di berbagai SPBU, dan barcode MyPertamina selalu terbaca normal. Hanya di SPBU Majenang ini tiba-tiba dibilang tidak sesuai. Sangat janggal,” ujar pewarta tersebut kepada wartawan.

Ia menilai penolakan itu bukan sekadar masalah teknis, melainkan perlu ditelusuri lebih lanjut karena diduga terkait alur distribusi BBM subsidi yang tidak transparan.

Berbagai Media Ungkap Dugaan Lebih Dalam

Setelah kasus penolakan ini mencuat, sejumlah media investigasi mulai mempublikasikan temuan-temuan awal terkait operasional SPBU 44.532.03 Majenang.

Beberapa di antaranya:

Beritainvestigasinegara.com menyoroti adanya dugaan penimbunan Pertalite dan meminta Pertamina serta pihak kepolisian segera turun tangan.

Mandalapost.id menulis dugaan bahwa SPBU tersebut menahan stok Pertalite untuk kendaraan-kendaraan tertentu, sehingga konsumen umum acap kali ditolak.

Cakrarajawali.com bahkan mengulas adanya dugaan aliran BBM subsidi ke kendaraan bertangki modifikasi, yang disebut-sebut kerap mengisi dalam jumlah besar.

Baca Juga:  Ketum PPWI Wilson Lalengke,S.Pd.,M.Sc.,M.A. Soroti Lambannya Penanganan Bansos di Pasirringgit, Warga ~ Nenek Nursiam Dinilai Sangat Layak Dibantu

Semua media tersebut menggunakan istilah “diduga”, mengingat belum ada pernyataan resmi dari pihak SPBU maupun Pertamina.

Kasus ini memancing reaksi keras dari masyarakat dan kalangan pewarta. Banyak yang mempertanyakan:

Mengapa barcode konsumen yang valid bisa dianggap tidak sesuai?

Apakah ada SOP pengecekan barcode yang berbeda dari SPBU lain?

Apakah penolakan ini terkait distribusi BBM yang tidak merata?

Benarkah ada kendaraan berkapsitas besar yang lebih diutamakan?

Beberapa pihak menilai kejadian ini harus menjadi momentum untuk audit menyeluruh, baik dari Pertamina, pemerintah daerah, maupun aparat penegak hukum.

PPWI Nasional Ikut Pantau Kasus

Melalui grup komunikasi internal, PPWI Nasional menerima berbagai laporan dan tautan dari media-member yang telah melakukan penelusuran di lapangan. Ketua-ketua daerah PPWI juga disebut mulai mengumpulkan keterangan dari warga sekitar SPBU.

Sejumlah anggota mendesak agar:

1. Ada pemeriksaan terhadap operator dan manajemen SPBU,

2. Pertamina melakukan inspeksi mendadak,

3. Polisi memonitor dugaan penyaluran BBM subsidi ke pihak yang tidak berhak.

Pertamina dan Aparat Diminta Turun Tangan

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPBU 44.532.03 maupun pihak Pertamina regional belum memberikan klarifikasi resmi kepada media. Padahal, isu yang berkembang sudah meluas dan berdampak pada kepercayaan publik.

Masyarakat berharap instansi terkait segera memberikan pernyataan terbuka agar polemik tidak melebar menjadi fitnah atau spekulasi yang merugikan berbagai pihak.

Kasus penolakan pengisian BBM yang dialami tim pewarta asal Cilacap menjadi pintu masuk bagi mencuatnya dugaan-dugaan lebih besar terkait pengelolaan stok BBM bersubsidi di SPBU Majenang. Publik kini menunggu respons tegas dari Pertamina maupun aparat hukum untuk memastikan bahwa distribusi BBM berjalan sesuai regulasi, serta memasti

Penulis berita ;Jono.Ms

Sumber Berita ; Group PPWI NASIONAL

Berita Terkait

Polsek Tambusai Utara Tangkap Dua Pengedar Narkotika di Mahato, Sita Barang Bukti 22 Paket Sabu
2.090 HEKTARE LAHAN ULAYAT PALAS MEMANAS! Dugaan Panjar Fantastis Mencuat, Aktivitas Panen Akasia Disorot — APH DITANTANG BONGKAR SIAPA YANG BERMAIN
LAHAN ULAYAT 2.090 HEKTARE DI DESA PALAS JADI SOROTAN: KADES SAMSARI DITUDING, PT ARARA ABADI DISOROT — APARAT DITANTANG BUKA-BUKAAN
LAPOR PAK BUPATI! KASI PMD (ASN) KEC.LANGGAM DIDUGA MENELANTARKAN ISTRI SIRIH DAN ANAKNYA YANG MASIH KECIL | “SAAT DIKONFIRMASI SELAMA 24 JAM BELIAU MEMILIH BUNGKAM”
DUGAAN PENELANTARAN ANAK OLEH OKNUM ASN DI KEC.LANGGAM MEMANAS, APARAT DIMINTA TIDAK TUTUP MATA: “INTEGRITAS PELAYAN PUBLIK DIPERTARUHKAN”
PERSOALAN LINGKUNGAN PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY MEMANAS! TIGA PEJABAT UTAMA BUNGKAM, DUGAAN LIMBAH DAN SEMPADAN SUNGAI JADI SOROTAN — AKANKAH NEGARA DIAM?
BUNGKAMNYA 3 PEJABAT UTAMA PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, AKANKAH NEGARA TUTUP MATA? DESAKAN WARGA UNTUK MENGAUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENGUAT, APARAT JANGAN HANYA MENJADI PENONTON!
DUGAAN PENGABAIAN SEMPADAN SUNGAI DI AREAL PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, WARGA DESAK APARAT PENEGAK HUKUM TURUN TANGAN
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 13:14

PROF. DR. SUTAN NASOMAL: “LANTAI ISTANA SEMAKIN LICIN OLEH LIUR PARA PENJILAT!, JANGAN SAMPAI SUARA RAKYAT TERGELINCIR DI DEPAN KEKUASAAN”

Minggu, 27 September 2026 - 12:52

Prof. Dr. Sutan Nasomal Minta Dewan Pers Kawal Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan di Kolut: Jangan Didiamkan, Kapolda Sultra Diminta Pastikan Penanganan Transparan

Minggu, 27 September 2026 - 10:12

Prof. DR. Sutan Nasomal Dorong Wacana Rutan Khusus Berfasilitas Lengkap: Negara Perlu Hindari Kesenjangan Perlakuan Tahanan

Minggu, 27 September 2026 - 10:04

Prof. Dr. Sutan Nasomal: Penanganan Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor Harus Tuntas, Jangan Berhenti di Permukaan

Minggu, 27 September 2026 - 09:21

Patroli Malam Diperkuat, Tim URC Raga Polres Pelalawan Cegah Balap Liar dan Premanisme

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21

“Carim Diduga Menjual Lahan Joris Manatar Hutabarat kepada Kalengi Kaban Tanpa Sepengetahuan Joris, Aparat Penegak Hukum Wajib Bertindak Tegas!”

Sabtu, 26 September 2026 - 07:06

Semangat Gotong Royong untuk Kamtibmas, Pos Kamling CSR PT Serikat Putra Hadir di RT 05 Desa Angkasa

Jumat, 25 September 2026 - 10:43

Wujudkan Kepedulian Umat dan Eratkan Silaturahmi, Komunitas Maxim Pekanbaru Bersatu Gelar Bakti Sosial Bersihkan Masjid Darul Hikmah

Berita Terbaru