LSM Penjara DPD Riau Tegaskan: BPD Tidak Berwenang Kelola Kebun Desa

- Penulis

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan Penguasaan Aset Desa Puluhan Juta per Bulan di Muara Dilam Harus Diproses Hukum

Muara Dilam | ROHUL ~ Buserinvestigasi24.com

Ketegasan hukum kembali ditegakkan oleh LSM Penjara DPD Riau. Organisasi pemantau kebijakan publik ini menegaskan bahwa Badan Permusyawaratan Desa (BPD) secara hukum sama sekali tidak memiliki kewenangan untuk mengelola kebun desa atau aset desa dalam bentuk apa pun.

Oleh karena itu, dugaan penguasaan, pemanfaatan, dan pengambilan hasil kebun desa oleh Ketua dan Wakil Ketua BPD Muara Dilam dinilai sebagai perbuatan yang menyimpang dari hukum, mencederai etika jabatan, serta berpotensi kuat mengandung unsur pidana. Selasa (06/01/2026)

Ketua LSM Penjara DPD Riau, Asep Susanto, S.H., menegaskan bahwa informasi yang dihimpun pihaknya menunjukkan hasil kebun desa Muara Dilam diduga mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan, berlangsung selama kurang lebih dua tahun, namun tidak pernah disetorkan ke kas desa dan tidak pernah dipertanggungjawabkan melalui musyawarah desa.

“Kami tegaskan secara hukum dan konstitusional: BPD tidak memiliki satu pun kewenangan mengelola kebun desa. Itu bukan tugas, fungsi, maupun wewenangnya. Jika hasil kebun dikuasai dan dinikmati tanpa dasar hukum dan tanpa pertanggungjawaban, maka patut diduga sebagai penyalahgunaan kewenangan dan penggelapan aset desa,” tegas Asep Susanto.

Asep menekankan bahwa larangan tersebut jelas, tegas, dan tidak multitafsir, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Pasal 55 UU Desa menyebutkan fungsi BPD adalah:

1). Membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa

2). Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat

3). Melakukan pengawasan terhadap kinerja Kepala Desa

Tidak ada satu pun norma hukum yang memberikan kewenangan BPD untuk mengelola aset desa, apalagi kebun desa.

Pasal 63 UU Desa mewajibkan anggota BPD:

1). menaati peraturan perundang-undangan

2). mendahulukan kepentingan umum

3). menghindari konflik kepentingan dan kepentingan pribadi

Selain itu, pengelolaan aset desa hanya dapat dilakukan secara sah oleh Pemerintah Desa atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sesuai peraturan pelaksana UU Desa.

“Jika BPD bertindak sebagai pengelola kebun desa, itu bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi penyimpangan serius dari prinsip tata kelola pemerintahan desa dan asas legalitas,” ujar Asep.

LSM Penjara menilai, dugaan pengelolaan kebun desa tanpa dasar hukum dan tanpa pertanggungjawaban keuangan berpotensi kuat memenuhi unsur pidana, antara lain:

Baca Juga:  Diduga Ada Mark-Up! Ketua Satgasus KPK Tipikor Riau dan Masyarakat Kota Lama Soroti Tajam Proyek Jembatan 5 Miliar di Rohul

Pasal 372 KUHP

tentang penggelapan, dengan ancaman pidana penjara hingga 4 tahun Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi

(UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001) tentang penyalahgunaan kewenangan yang merugikan keuangan negara/desa, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun, serta denda hingga Rp1 miliar, apabila terbukti terdapat kerugian keuangan desa

LSM Penjara menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal uang, melainkan persoalan keadilan sosial dan kepercayaan publik.

Dugaan penguasaan hasil kebun desa berpotensi menimbulkan:

kecemburuan sosial di tengah masyarakat rusaknya kepercayaan warga terhadap lembaga desa

lumpuhnya fungsi pengawasan BPD

terciptanya preseden buruk penyalahgunaan jabatan

terhambatnya pembangunan dan kesejahteraan desa “Jika lembaga pengawas justru diduga menguasai aset desa, maka siapa lagi yang bisa dipercaya rakyat?” kata Asep.

Dalam perspektif moral dan agama, Asep mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah, bukan alat memperkaya diri.

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 58:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak…”

Dan dalam QS. Al-Baqarah ayat 188:

“Janganlah kamu memakan harta di antara kamu dengan jalan yang batil…”

“Menguasai aset desa tanpa hak bukan hanya pelanggaran hukum negara, tetapi juga pengkhianatan terhadap amanah dan nilai keadilan,” tegasnya.

IDENTITAS PIHAK YANG DISEBUT

LSM Penjara sebelumnya menyebut:

Nama: Armin

Panggilan: Emi

Jabatan: Wakil Ketua BPD Muara Dilam

yang diduga turut serta dalam pengelolaan kebun desa bersama Ketua BPD. Penyebutan ini disampaikan dalam konteks dugaan, dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

LSM Penjara DPD Riau secara tegas dan resmi mendesak:

Polres Rokan Hulu segera melakukan penyelidikan dan penyidikan Audit independen dan penghitungan kerugian keuangan desa Pemeriksaan Ketua dan Wakil Ketua BPD Muara Dilam

Pengembalian seluruh hasil kebun desa ke kas desa apabila terbukti

Penegakan hukum tanpa pandang jabatan dan relasi kekuasaan

“Hukum tidak boleh tunduk pada jabatan. Jika aturan dilanggar, maka konsekuensinya adalah proses pidana. Negara tidak boleh kalah oleh kekuasaan desa,” tutup Asep.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua dan Wakil Ketua BPD Muara Dilam belum memberikan klarifikasi resmi.

Redaksi membuka ruang hak jawab sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

 

Penulis Berita : Jono.Ms

Sumber Berita : Ketua DPD Lsm Penjara Asep Susanto,S.H.

Berita Terkait

Polsek Tambusai Utara Tangkap Dua Pengedar Narkotika di Mahato, Sita Barang Bukti 22 Paket Sabu
2.090 HEKTARE LAHAN ULAYAT PALAS MEMANAS! Dugaan Panjar Fantastis Mencuat, Aktivitas Panen Akasia Disorot — APH DITANTANG BONGKAR SIAPA YANG BERMAIN
LAHAN ULAYAT 2.090 HEKTARE DI DESA PALAS JADI SOROTAN: KADES SAMSARI DITUDING, PT ARARA ABADI DISOROT — APARAT DITANTANG BUKA-BUKAAN
LAPOR PAK BUPATI! KASI PMD (ASN) KEC.LANGGAM DIDUGA MENELANTARKAN ISTRI SIRIH DAN ANAKNYA YANG MASIH KECIL | “SAAT DIKONFIRMASI SELAMA 24 JAM BELIAU MEMILIH BUNGKAM”
DUGAAN PENELANTARAN ANAK OLEH OKNUM ASN DI KEC.LANGGAM MEMANAS, APARAT DIMINTA TIDAK TUTUP MATA: “INTEGRITAS PELAYAN PUBLIK DIPERTARUHKAN”
PERSOALAN LINGKUNGAN PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY MEMANAS! TIGA PEJABAT UTAMA BUNGKAM, DUGAAN LIMBAH DAN SEMPADAN SUNGAI JADI SOROTAN — AKANKAH NEGARA DIAM?
BUNGKAMNYA 3 PEJABAT UTAMA PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, AKANKAH NEGARA TUTUP MATA? DESAKAN WARGA UNTUK MENGAUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENGUAT, APARAT JANGAN HANYA MENJADI PENONTON!
DUGAAN PENGABAIAN SEMPADAN SUNGAI DI AREAL PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY, WARGA DESAK APARAT PENEGAK HUKUM TURUN TANGAN
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:50

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Sematkan Gelar CFLE kepada Rishki Nifayadi Garawn, Apresiasi Dedikasi di Bidang Jurnalistik dan Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 - 02:23

Uang Rp800 Ribu Disebut Ditolak, Tuduhan Pemerasan Rp5 Juta Mencuat: Prof. Sutan Nasomal Desak Polres Mamasa Usut Tuntas

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:22

Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Iklan Produk di Media Sosial: Promosi Menggiurkan, Kualitas Barang Dikeluhkan Konsumen

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:49

Prof. Dr. Sutan Nasomal Dukung Empat Pemred di Riau Tempuh Langkah Hukum, Dorong Dugaan Pelanggaran Disiplin ASN dan Persoalan Perkawinan Diusut Objektif

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:03

DILAPORKAN JUARI KEPOLDA RIAU! HEBOH!!! EMPAT PIMPINAN REDAKSI SIAPKAN LANGKAH HUKUM BALIK! RISHKI : “JANGAN JADIKAN HUKUM SEBAGAI ALAT MEMBUNGKAM PERS!” 

Minggu, 18 Oktober 2026 - 02:05

SUKSES GELAR LURAH CUP II 2026, YOGI SETIAWAN HIDUPKAN SEMANGAT OLAHRAGA DAN SPORTIVITAS DI KERINCI BARAT

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:56

DUGAAN TANAH TIMBUNAN TAMBANG ILEGAL DI TOL SERANG–PANIMBANG: APH JANGAN TUTUP MATA! PROF. SUTAN NASOMAL DESAK PT PANCA BUKA ASAL MATERIAL

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:00

Prof. Sutan Nasomal Soroti Klarifikasi Suami Fenny Frans: Jangan Alihkan Pokok Persoalan, Permintaan Maaf Terbuka Dinilai Lebih Tepat

Berita Terbaru