Prof.Dr.Sutan Nasomal,S.H.,M.H.: “Membebankan Utang Negara kepada Rakyat Melalui Pajak Bukan Solusi”

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026 - 15:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Buserinvestigasi24.com

15 Juni 2026 – Wacana peningkatan penerimaan pajak untuk menjaga kemampuan negara dalam membayar utang kembali memicu perdebatan di ruang publik. Pernyataan Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, yang mendorong pemerintah agar lebih agresif meningkatkan penerimaan pajak guna menjaga kesehatan fiskal negara, mendapat respons kritis dari berbagai kalangan.

Salah satu kritik tajam datang dari Pakar Hukum Internasional sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMI), Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH, yang menilai kebijakan peningkatan pajak tidak boleh dijadikan jalan pintas untuk menutupi persoalan utang negara.

Menurut Prof. Sutan Nasomal, pemerintah harus berhati-hati dalam mengambil kebijakan fiskal agar tidak semakin membebani masyarakat yang saat ini masih menghadapi berbagai tekanan ekonomi.

«“Pajak memang merupakan kewajiban warga negara. Namun negara juga memiliki kewajiban yang lebih besar, yaitu melindungi rakyat dari tekanan ekonomi yang semakin berat. Jangan sampai utang negara dijadikan alasan untuk membebani masyarakat melalui kebijakan pajak yang berlebihan,” tegas Prof. Sutan Nasomal.»

Sorotan Terhadap Kondisi Ekonomi Rakyat

Prof. Sutan Nasomal menilai kondisi masyarakat saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari meningkatnya harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, biaya kesehatan, hingga melemahnya daya beli.

Menurutnya, kebijakan yang berpotensi menambah beban masyarakat perlu dikaji secara matang agar tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.

«“Rakyat sedang menghadapi berbagai kesulitan ekonomi. Harga kebutuhan pokok meningkat, biaya pendidikan dan kesehatan terus bertambah. Jangan sampai kebijakan fiskal justru memperparah kondisi yang sudah sulit,” ujarnya.»

Utang Negara dan Alternatif Kebijakan

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah hingga Maret 2026 mencapai sekitar Rp9.920 triliun. Kondisi tersebut menjadi perhatian berbagai pihak terkait strategi pengelolaan fiskal jangka panjang.

Baca Juga:  Balita Batuk Tak Diberi Obat, Warga Soroti Pelayanan Puskesmas 2 Pangkalan Kerinci

Prof. Sutan Nasomal berpendapat bahwa pemerintah perlu mencari alternatif selain meningkatkan beban pajak masyarakat, antara lain melalui peningkatan efisiensi anggaran, penguatan pengawasan penggunaan APBN, optimalisasi penerimaan dari sektor sumber daya alam, serta penegakan hukum terhadap praktik korupsi dan kebocoran keuangan negara.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap kebijakan fiskal tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.

«“Pemerintah harus memastikan bahwa pengelolaan utang dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tidak mengorbankan kesejahteraan masyarakat. Solusi fiskal tidak boleh hanya berorientasi pada angka, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi bagi rakyat,” katanya.»

DPR Diminta Tetap Mengutamakan Kepentingan Rakyat

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sutan Nasomal juga mengingatkan seluruh pemangku kebijakan, termasuk DPR RI, agar senantiasa mengedepankan aspirasi masyarakat dalam setiap pembahasan kebijakan ekonomi nasional.

Menurutnya, fungsi utama lembaga perwakilan rakyat adalah memastikan kebijakan negara berjalan seimbang antara kepentingan pembangunan, stabilitas fiskal, dan perlindungan terhadap kesejahteraan rakyat.

«“Jangan sampai masyarakat menjadi pihak yang selalu menanggung beban ketika terjadi persoalan fiskal. Negara harus hadir memberikan solusi yang adil dan berorientasi pada kepentingan rakyat banyak,” ujarnya.»

Penutup :

Perdebatan mengenai strategi pembayaran utang negara diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya perhatian publik terhadap kondisi ekonomi nasional. Di tengah dinamika tersebut, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal menegaskan bahwa setiap kebijakan fiskal harus menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama.

“Pengelolaan utang negara harus dilakukan secara bijak, transparan, dan bertanggung jawab. Jangan sampai rakyat menjadi pihak yang paling banyak menanggung dampaknya,” pungkasnya.

Narasumber:

Prof.Dr.KH.Sutan Nasomal, SH, MH

Pakar Hukum Internasional

Ekonom Nasional

Presiden Partai Oposisi Merdeka

Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMI)

Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus

Berita Terkait

Prof. DR. Sutan Nasomal Dorong Wacana Rutan Khusus Berfasilitas Lengkap: Negara Perlu Hindari Kesenjangan Perlakuan Tahanan
Prof. Dr. Sutan Nasomal: Penanganan Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor Harus Tuntas, Jangan Berhenti di Permukaan
Patroli Malam Diperkuat, Tim URC Raga Polres Pelalawan Cegah Balap Liar dan Premanisme
SHM Berhadapan dengan Klaim AJB 1984, Mashuri Pertanyakan Dasar Klaim Kebun Sawit di Pelalawan
“Carim Diduga Menjual Lahan Joris Manatar Hutabarat kepada Kalengi Kaban Tanpa Sepengetahuan Joris, Aparat Penegak Hukum Wajib Bertindak Tegas!”
Semangat Gotong Royong untuk Kamtibmas, Pos Kamling CSR PT Serikat Putra Hadir di RT 05 Desa Angkasa
Wujudkan Kepedulian Umat dan Eratkan Silaturahmi, Komunitas Maxim Pekanbaru Bersatu Gelar Bakti Sosial Bersihkan Masjid Darul Hikmah
Sambang Nusa di Selat Guntung Perkuat Sinergi Polairud, Pemerintah Kampung dan Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 10:12

Prof. DR. Sutan Nasomal Dorong Wacana Rutan Khusus Berfasilitas Lengkap: Negara Perlu Hindari Kesenjangan Perlakuan Tahanan

Minggu, 27 September 2026 - 10:04

Prof. Dr. Sutan Nasomal: Penanganan Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor Harus Tuntas, Jangan Berhenti di Permukaan

Minggu, 27 September 2026 - 09:21

Patroli Malam Diperkuat, Tim URC Raga Polres Pelalawan Cegah Balap Liar dan Premanisme

Minggu, 27 September 2026 - 08:53

SHM Berhadapan dengan Klaim AJB 1984, Mashuri Pertanyakan Dasar Klaim Kebun Sawit di Pelalawan

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21

“Carim Diduga Menjual Lahan Joris Manatar Hutabarat kepada Kalengi Kaban Tanpa Sepengetahuan Joris, Aparat Penegak Hukum Wajib Bertindak Tegas!”

Jumat, 25 September 2026 - 10:43

Wujudkan Kepedulian Umat dan Eratkan Silaturahmi, Komunitas Maxim Pekanbaru Bersatu Gelar Bakti Sosial Bersihkan Masjid Darul Hikmah

Jumat, 25 September 2026 - 10:28

Sambang Nusa di Selat Guntung Perkuat Sinergi Polairud, Pemerintah Kampung dan Masyarakat

Jumat, 25 September 2026 - 04:16

Prof. Sutan Nasomal: Menkeu Baru Diharapkan Bawa Terobosan Fiskal dan Perkuat Ekonomi Nasional

Berita Terbaru