Profesor Sutan Nasomal Ingatkan Pemilik Motor Keyless: Jangan Terlena Teknologi, Sistem Pengamanan Berlapis Tetap Diperlukan

- Penulis

Senin, 17 Agustus 2026 - 04:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Pemilik sepeda motor yang menggunakan teknologi keyless diminta meningkatkan kewaspadaan. Teknologi tanpa anak kunci konvensional memang menawarkan kemudahan dan sejumlah fitur keamanan, namun bukan berarti kendaraan sepenuhnya terbebas dari risiko pencurian.

Perhatian terhadap keamanan sepeda motor keyless kembali mencuat setelah beredar informasi mengenai pengungkapan kasus pencurian sepeda motor di Thailand yang disebut menyasar Honda Giorno+ 125.

Dalam rekonstruksi yang beredar di media sosial, pelaku disebut memperlihatkan penggunaan perangkat elektronik untuk mengakses sistem kendaraan tanpa harus merusak bagian kunci seperti pada modus pencurian konvensional.

Informasi tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena kendaraan disebut dapat kembali diaktifkan setelah dilakukan manipulasi terhadap sistem elektronik tertentu.

Namun demikian, informasi mengenai modus tersebut tidak serta-merta dapat digeneralisasi bahwa seluruh sepeda motor berteknologi keyless memiliki kelemahan yang sama. Setiap merek dan model kendaraan memiliki rancangan sistem keamanan, perangkat elektronik, serta mekanisme perlindungan yang berbeda.

Karena itu, masyarakat disarankan tidak panik, tetapi menjadikan informasi tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan pengamanan kendaraan.

Selain mengandalkan sistem keyless bawaan pabrik, pemilik kendaraan dapat mempertimbangkan penggunaan pengaman tambahan seperti kunci roda atau pengaman mekanis, alarm, serta GPS tracker. Kendaraan juga sebaiknya diparkir di lokasi yang terang, aman, dan berada dalam pengawasan kamera atau petugas apabila memungkinkan.

Pemilik kendaraan juga dianjurkan membaca buku petunjuk resmi kendaraan dan mengikuti rekomendasi keamanan dari produsen, termasuk apabila terdapat pembaruan perangkat lunak atau sistem keamanan.

Informasi mengenai dugaan modus pencurian tersebut turut menjadi perhatian setelah sebuah unggahan akun Facebook Koran Harian, Senin (17/8/2026), disebut telah memperoleh 76 tanda suka, enam komentar, serta dibagikan ulang sebanyak delapan kali.

Profesor Sutan Nasomal Angkat Bicara

Fenomena tersebut mendapat perhatian dari Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., yang dikenal sebagai pakar hukum internasional dan ekonomi.

Menurut Sutan, perkembangan teknologi kendaraan seharusnya tetap diiringi dengan sistem keamanan yang mudah dipahami dan memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat.

«“Pabrik jangan hanya menciptakan kendaraan dengan teknologi yang semakin canggih. Sistem keamanan juga harus benar-benar diperkuat dan mudah dipahami oleh pemilik kendaraan. Jangan sampai masyarakat merasa sudah aman hanya karena menggunakan kunci elektrik atau keyless,” ujar Sutan Nasomal.»

Baca Juga:  HOTMAN PARIS HUTAPEA MENYAMPAIKAN PERMOHONAN MAAF DENGAN SETULUS HATI KEPADA INSAN PERS: "SEMOGA KEJADIAN INI MENJADI PELAJARAN BAGI KITA SEMUA"

Ia menilai sistem pengamanan kendaraan tidak seharusnya hanya bergantung pada satu teknologi.

“Menurut saya, pengamanan berlapis tetap penting. Teknologi keyless memberikan kemudahan, tetapi masyarakat juga harus memahami bahwa tidak ada sistem keamanan yang boleh dianggap mutlak tidak bisa ditembus,” katanya.

Sutan juga mengingatkan produsen kendaraan agar terus melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan elektronik yang digunakan pada kendaraan modern.

“Pabrik harus terus melakukan evaluasi, pengujian keamanan, dan memberikan edukasi kepada konsumen. Kalau ditemukan potensi kerawanan, harus segera diperbaiki dan masyarakat diberi informasi secara terbuka,” tegasnya.

Jangan Panik, Tetapi Jangan Lengah

Sutan menegaskan bahwa informasi mengenai kasus di Thailand hendaknya tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Menurutnya, pengungkapan suatu modus di satu negara tidak otomatis berarti seluruh kendaraan dengan teknologi serupa di negara lain dapat dibobol dengan cara yang sama.

“Jangan panik, tetapi jangan lengah. Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan pengamanan tambahan yang sesuai,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang melihat aktivitas mencurigakan di sekitar kendaraan agar tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat membahayakan keselamatan.

“Jika melihat orang yang mencurigakan sedang mengutak-atik kendaraan, sebaiknya segera meminta bantuan petugas keamanan atau melaporkannya kepada kepolisian. Jangan main hakim sendiri,” katanya.

Sutan menambahkan, perkembangan kendaraan berbasis elektronik harus diikuti dengan peningkatan literasi keamanan masyarakat.

“Teknologi harus memberikan rasa aman, bukan justru membuat masyarakat terlena. Produsen, pemilik kendaraan, aparat, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam mencegah kejahatan kendaraan bermotor,” pungkasnya.

Sumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Internasional dan Ekonomi, dalam keterangannya kepada sejumlah pimpinan redaksi media massa pada Senin (17/8/2026) melalui sambungan telepon seluler.

Profil narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., disebut sebagai Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesian (PAMID), Ketua Umum YPLBH Prof. Sutan Nasomal, pendiri/pengasuh Ponpes Ass-Saqwa Plus, serta Rektor Universitas STIA-STIH Pronass.

Berita Terkait

Terjebak dalam Hubungan Manipulatif: “Pria Perlu Waspada terhadap Rayuan, Tekanan Emosional, dan Tuntutan Finansial Wanita”
Anggun dan Berwibawa, Busana Melayu Wakil Bupati Husni Tamrin Bersama Istri Curi Perhatian di Kirab Budaya Helat Pelalawan ke-27
Mengenal AIPDA Feggi, Sosok WALPRI yang tegas disiplin serta Setia Mendampingi Wabup Pelalawan H. Husni Tamrin
Malam Ketiga Helat Pelalawan ke-27 Membara! Parade Tari Suguhkan Pesona Budaya Melayu, Dewan Kesenian Angkat Bakat Lokal
Prof. Dr. Sutan Nasomal Soroti Beban Pajak di Tengah Tekanan Ekonomi: “Jangan Sampai Rakyat Kecil Semakin Terjepit”
Resmi Mendaftar Calon Kades Sungai Buluh, Awaludin Remis Siap Lanjutkan Pembangunan dan Wujudkan Pemerataan Kesejahteraan
“Membangun Desa Dengan Hati, Melayani Rakyat Dengan Amanah: ‘Ubairillah Sirambe’ Sampaikan Komitmen Untuk Sp5 Desa Harapan Jaya”
ARUNGI SUNGAI KAMPAR – KAPOLRES PELALAWAN JADI AGEN PERLINSOS, SAMBANGI WARGA KUALA TERUSAN SEBERANG
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 05:08

Terjebak dalam Hubungan Manipulatif: “Pria Perlu Waspada terhadap Rayuan, Tekanan Emosional, dan Tuntutan Finansial Wanita”

Minggu, 11 Oktober 2026 - 03:09

Anggun dan Berwibawa, Busana Melayu Wakil Bupati Husni Tamrin Bersama Istri Curi Perhatian di Kirab Budaya Helat Pelalawan ke-27

Minggu, 11 Oktober 2026 - 03:00

Mengenal AIPDA Feggi, Sosok WALPRI yang tegas disiplin serta Setia Mendampingi Wabup Pelalawan H. Husni Tamrin

Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:54

Malam Ketiga Helat Pelalawan ke-27 Membara! Parade Tari Suguhkan Pesona Budaya Melayu, Dewan Kesenian Angkat Bakat Lokal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:24

Prof. Dr. Sutan Nasomal Soroti Beban Pajak di Tengah Tekanan Ekonomi: “Jangan Sampai Rakyat Kecil Semakin Terjepit”

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:21

“Membangun Desa Dengan Hati, Melayani Rakyat Dengan Amanah: ‘Ubairillah Sirambe’ Sampaikan Komitmen Untuk Sp5 Desa Harapan Jaya”

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:52

ARUNGI SUNGAI KAMPAR – KAPOLRES PELALAWAN JADI AGEN PERLINSOS, SAMBANGI WARGA KUALA TERUSAN SEBERANG

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:41

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal: Sertifikasi Kompetensi Wartawan Tidak Hanya Melalui UKW, Jalur BNSP Juga Tersedia

Berita Terbaru