Dugaan Skandal Dana BOS Mengguncang Dunia Pendidikan Deli Serdang: Aparat Jangan Diam, Hukum Harus Bicara!

- Penulis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Serdang | Buserinvestigasi24.com

Aroma busuk dugaan penyelewengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kembali mencoreng dunia pendidikan. Kali ini, sorotan tajam mengarah ke SDN 107404 Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, yang diduga terlibat dalam praktik penyimpangan anggaran BOS Tahun 2024 dan 2025. Minggu (22/02/2026)

Nama Rahmadiyah Siregar selaku Kepala Sekolah menjadi pusat perhatian. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi resmi meskipun telah dikonfirmasi awak media. Sikap diam ini justru mempertebal tanda tanya publik: ada apa sebenarnya dengan dana pendidikan yang seharusnya menjadi hak siswa?

Kadisdik Diduga Hanya Tebar Janji, Aparat Dipertanyakan

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Suparno, sebelumnya berjanji akan menindaklanjuti temuan tersebut.

“Nanti kita tindak lanjuti temuannya,” ujarnya singkat.

Namun, janji itu kini terdengar seperti gema kosong. Waktu berlalu, rotasi jabatan sudah terjadi, tetapi tidak satu pun langkah tegas diumumkan ke publik. Tidak ada transparansi. Tidak ada kepastian hukum.

Lebih ironis lagi, Sekretaris Dinas Pendidikan yang juga Manager BOS, Samsuar Sinaga, memilih bungkam. Diamnya pejabat publik dalam kasus dugaan penyimpangan dana pendidikan bukan hanya mencederai etika birokrasi, tetapi juga melukai rasa keadilan masyarakat.

Bupati Jangan Tutup Mata, Rakyat Menunggu Ketegasan

Sorotan kini mengarah kepada Asri Ludin Tambunan selaku Bupati. Publik menunggu bukti nyata komitmen pemberantasan korupsi, bukan sekadar slogan.

Jika benar terjadi pembiaran, maka ini bukan sekadar kelalaian administratif ini adalah pengkhianatan terhadap masa depan anak-anak bangsa.

Jika Terbukti, Ini Ancaman Hukuman Beratnya

Dugaan penyelewengan Dana BOS termasuk dalam kategori tindak pidana korupsi. Pelaku dapat dijerat:

1. UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Pasal 2 ayat (1):

Setiap orang yang secara melawan hukum memperkaya diri sendiri yang merugikan keuangan negara, dipidana penjara seumur hidup atau minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda Rp200 juta hingga Rp1 miliar.

Baca Juga:  Aipda Marmin,S.H, Gelar DDS Sambang Warga, Sosialisasikan KUHP Terbaru dan Perkuat Kamtibmas

Pasal 3:

Penyalahgunaan wewenang dapat dipidana minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun penjara, serta denda Rp50 juta hingga Rp1 miliar.

2. UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN

Pejabat yang tidak menjalankan kewajibannya dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana.

Dampak Sosial: Anak Didik Jadi Korban

Jika dana BOS benar diselewengkan, maka dampaknya sangat kejam dan nyata:

Siswa kehilangan fasilitas belajar layak Buku, alat tulis, dan sarana pendidikan terbengkalai

Mutu pendidikan merosot

Kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri hancur

Ini bukan sekadar angka dalam laporan. Ini adalah masa depan anak-anak yang dirampas secara sistematis.

Dampak Lingkungan Pendidikan: Rusaknya Moral dan Sistem

Lebih dalam lagi, dampaknya merusak ekosistem pendidikan:

Guru kehilangan motivasi

Sekolah menjadi simbol ketidakjujuran

Korupsi dianggap hal biasa

Generasi muda belajar bahwa hukum bisa dipermainkan

Jika dibiarkan, ini adalah bom waktu kehancuran moral.

Aparat Penegak Hukum Jangan Jadi Penonton Publik kini mendesak:

Inspektorat turun audit investigatif

Kejaksaan Negeri Deli Serdang segera lakukan penyelidikan

Aparat penegak hukum bertindak tanpa tebang pilih

Negara tidak boleh kalah oleh dugaan korupsi di sektor pendidikan.

Persoalan Ini Ujian Integritas Pemerintah

Kasus ini menjadi ujian: apakah hukum benar-benar tajam ke atas, atau hanya berani ke bawah?

Jika benar ada pelanggaran, maka pencopotan jabatan saja tidak cukup. Proses hukum harus tetap berjalan.

Karena setiap rupiah dana pendidikan yang diduga diselewengkan adalah pengkhianatan terhadap masa depan bangsa.

Catatan Redaksi:

Berita ini disusun berdasarkan informasi, konfirmasi, dan kepentingan publik. Semua pihak tetap memiliki hak atas asas praduga tidak bersalah sesuai hukum yang berlaku.

 

Penulis Berita : Syahrir Koto

Berita Terkait

Polsek Tambusai Utara Tangkap Dua Pengedar Narkotika di Mahato, Sita Barang Bukti 22 Paket Sabu
2.090 HEKTARE LAHAN ULAYAT PALAS MEMANAS! Dugaan Panjar Fantastis Mencuat, Aktivitas Panen Akasia Disorot — APH DITANTANG BONGKAR SIAPA YANG BERMAIN
LAHAN ULAYAT 2.090 HEKTARE DI DESA PALAS JADI SOROTAN: KADES SAMSARI DITUDING, PT ARARA ABADI DISOROT — APARAT DITANTANG BUKA-BUKAAN
Warga Geram! Galian C ilegal Diduga Milik “Muklis dan Darlin” di Rawang Kao Terus Beroperasi, Aparat Diminta Segera Turun Tangan dan Bertindak Tegas!
LAPOR PAK KAPOLRES! DUGAAN JUDI SABUNG AYAM SEMAKIN MENGGILA DAN MERESAHKAN WARGA DI BUKIT KESUMA, DISEBUT BEBAS BEROPERASI LEBIH DARI SATU TAHUN – WARGA MENYEBUT “NABABAN” SEBAGAI KORLAP
LAPOR PAK BUPATI! KASI PMD (ASN) KEC.LANGGAM DIDUGA MENELANTARKAN ISTRI SIRIH DAN ANAKNYA YANG MASIH KECIL | “SAAT DIKONFIRMASI SELAMA 24 JAM BELIAU MEMILIH BUNGKAM”
DUGAAN PENELANTARAN ANAK OLEH OKNUM ASN DI KEC.LANGGAM MEMANAS, APARAT DIMINTA TIDAK TUTUP MATA: “INTEGRITAS PELAYAN PUBLIK DIPERTARUHKAN”
PERSOALAN LINGKUNGAN PT ADEI PLANTATION & INDUSTRY MEMANAS! TIGA PEJABAT UTAMA BUNGKAM, DUGAAN LIMBAH DAN SEMPADAN SUNGAI JADI SOROTAN — AKANKAH NEGARA DIAM?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 05:08

Terjebak dalam Hubungan Manipulatif: “Pria Perlu Waspada terhadap Rayuan, Tekanan Emosional, dan Tuntutan Finansial Wanita”

Minggu, 11 Oktober 2026 - 03:09

Anggun dan Berwibawa, Busana Melayu Wakil Bupati Husni Tamrin Bersama Istri Curi Perhatian di Kirab Budaya Helat Pelalawan ke-27

Minggu, 11 Oktober 2026 - 03:00

Mengenal AIPDA Feggi, Sosok WALPRI yang tegas disiplin serta Setia Mendampingi Wabup Pelalawan H. Husni Tamrin

Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:54

Malam Ketiga Helat Pelalawan ke-27 Membara! Parade Tari Suguhkan Pesona Budaya Melayu, Dewan Kesenian Angkat Bakat Lokal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:24

Prof. Dr. Sutan Nasomal Soroti Beban Pajak di Tengah Tekanan Ekonomi: “Jangan Sampai Rakyat Kecil Semakin Terjepit”

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:21

“Membangun Desa Dengan Hati, Melayani Rakyat Dengan Amanah: ‘Ubairillah Sirambe’ Sampaikan Komitmen Untuk Sp5 Desa Harapan Jaya”

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:52

ARUNGI SUNGAI KAMPAR – KAPOLRES PELALAWAN JADI AGEN PERLINSOS, SAMBANGI WARGA KUALA TERUSAN SEBERANG

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:41

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal: Sertifikasi Kompetensi Wartawan Tidak Hanya Melalui UKW, Jalur BNSP Juga Tersedia

Berita Terbaru